Berhati-hati dalam Takfir bukan Berarti Membela Orang Kafir dan Murtad

Berhati-hati dalam Takfir bukan Berarti Membela Orang Kafir dan MurtadNovember 18, 2019Penulis kitab Al Furuq baina Aqidatis Salaf wa Aqidatil Murji’ah fil Iman menjelaskan bahwa sebagian orang memutlakkan ajakan berhati-hati dari pengkafiran. Beliau mengatakan ajakan ini baik, tapi jangan dijadikan alasan untuk membela orang-orang yang Allah kafirkan dan murtad. Simak keterangan beliau karena padanya terdapat … Lanjutkan membaca Berhati-hati dalam Takfir bukan Berarti Membela Orang Kafir dan Murtad

Duhai jahmiyyah….

Menurut ahlus sunnah Iman itu keyakinan, ucapan, dan amalan. Iman juga batal dengan keyakinan (plus keraguan), ucapan dan amalan. Sedangkan ghulat Jahmiyyah berpendapat iman itu hanya urusan qalbu. Ucapan atau amalan kekufuran apapun akan dikembalikan ke qalbu oleh para ahli bid'ah sesat jahmiyyah. Jahmiyyah kontemporer pendaku salafy lokal bahkan lebih ekstrim dan jauh lebih sesat … Lanjutkan membaca Duhai jahmiyyah….

Hari ini, Aqidah yang agung ini yaitu meyakini kebenaran Islam dan meyakini kekufuran agama selain Islam mulai digerus oleh para oligarki. Melalui BNPT (Badan Negara Penanggulangan Terorisme) mereka menafsirkan terosisme sesuka hati mereka. Setahun silam mantan Menag yang zindik sudah mulai mengancam bahwa mengkafirkan agama lain ialah radikalisme karena semua agama adalah Rahmat katanya. Sementara kaum Nasrani bebas melenggang di atas keyakinan mereka bahwa selain Nashrani adalah domba-domba tersesat

Asy-Syaikh Muhammad bin 'abdil Wahhab Rahmatullah 'alaihi berujar di pembatal keislaman ke 3 : Barangsiapa yang tidak mengkafirkan musyrikin, atau ragu terhadap Kekufuran mereka, atau malah justru membenarkan madzhab mereka, maka ia kafir berdasarkan ijma'. Demikian pula yang dinyatakan oleh seluruh fuqaha dari berbagai madzhab dalam pembahasan kitabur riddah. Hari ini, Aqidah yang agung ini … Lanjutkan membaca Hari ini, Aqidah yang agung ini yaitu meyakini kebenaran Islam dan meyakini kekufuran agama selain Islam mulai digerus oleh para oligarki. Melalui BNPT (Badan Negara Penanggulangan Terorisme) mereka menafsirkan terosisme sesuka hati mereka. Setahun silam mantan Menag yang zindik sudah mulai mengancam bahwa mengkafirkan agama lain ialah radikalisme karena semua agama adalah Rahmat katanya. Sementara kaum Nasrani bebas melenggang di atas keyakinan mereka bahwa selain Nashrani adalah domba-domba tersesat

Saya tidak kaget ketika mengetahui (walau telat karena kurang update) ada sesosok Ikhwan pengajian tidak mengkafirkan deni siregar yang sudah sangat makruf melakukan berbagai pembatal keislaman, bahkan seseikhwan ini menyatakan bahwa yang gerah dengan sepak terjang si de-si maka ia terindikasi khawarij. Dan bukan hanya orang ini yang berpendapat demikian, kita juga mengetahui beberapa sosok lainnya yang bertipikal sama bahkan hingga tahap meng-ulil amrikan Ahok ketika menjabat gubernur DKI (sangat makruf kejadiannya ketika itu)

Saya tidak kaget ketika mengetahui (walau telat karena kurang update) ada sesosok Ikhwan pengajian tidak mengkafirkan deni siregar yang sudah sangat makruf melakukan berbagai pembatal keislaman, bahkan seseikhwan ini menyatakan bahwa yang gerah dengan sepak terjang si de-si maka ia terindikasi khawarij. Dan bukan hanya orang ini yang berpendapat demikian, kita juga mengetahui beberapa sosok … Lanjutkan membaca Saya tidak kaget ketika mengetahui (walau telat karena kurang update) ada sesosok Ikhwan pengajian tidak mengkafirkan deni siregar yang sudah sangat makruf melakukan berbagai pembatal keislaman, bahkan seseikhwan ini menyatakan bahwa yang gerah dengan sepak terjang si de-si maka ia terindikasi khawarij. Dan bukan hanya orang ini yang berpendapat demikian, kita juga mengetahui beberapa sosok lainnya yang bertipikal sama bahkan hingga tahap meng-ulil amrikan Ahok ketika menjabat gubernur DKI (sangat makruf kejadiannya ketika itu)

Penyelenggara negara sibuk radikal radikul teroris dan mengarahkannya selalu ke Islam. Semua ini adalah pisau bermata dua milik penyelenggara negara yang super sekuler nan pluralis

Penyelenggara negara sibuk radikal radikul teroris dan mengarahkannya selalu ke Islam. Semua ini adalah pisau bermata dua milik penyelenggara negara yang super sekuler nan pluralis :1. Rentetan kegagalan menyelengarakan negara dengan segala masalahnya tertutupi dengan isu-isu dan aksi murahan penganggulangan radikalisme dan terorisme2. Sejatinya Islam memang sangat kontra dengan ideologi pluralisme mereka sehingga Islam menjadi … Lanjutkan membaca Penyelenggara negara sibuk radikal radikul teroris dan mengarahkannya selalu ke Islam. Semua ini adalah pisau bermata dua milik penyelenggara negara yang super sekuler nan pluralis

Siapa saja yang mencermati tafsir “bagimu agamamu, bagiku agamaku” maka ia akan mendapatkan pelajaran berupa Baro’ (sikap berlepas diri) dari kekafiran dan kafirin berupa mengkafirkan mereka, bukan toleransi bablas versi kaum kuffar pluralis

Siapa saja yang mencermati tafsir "bagimu agamamu, bagiku agamaku" maka ia akan mendapatkan pelajaran berupa Baro' (sikap berlepas diri) dari kekafiran dan kafirin berupa mengkafirkan mereka, bukan toleransi bablas versi kaum kuffar pluralisOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله Tanggal : 27 November 2019Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=828541650933148&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

قال العلامة إسحاق آل الشيخ رحمه الله:‏‏”أهل الفترة الذين لم تبلغهم الرسالة والقرآن وماتوا على الجاهلية لا يسمون مسلمين بالإجماع ولا يستغفر لهم”‏‏[تكفير المعين ص8-9]===========Berkata Al ‘Allaamah Ishaaq Alu Syaikh rohimahullaahu ta’ala :Ahli fathroh yang tidak sampai padanya risaalah dan Al Qur’an sedang mereka mati diatas Jaahilyyah maka mereka tidak dinamakan muslimin berdasarkan ijma’ dan tidak pula dimintakan ampunan untuk mereka‏[تكفير المعين ص8-9]

‏قال العلامة إسحاق آل الشيخ رحمه الله:‏‏"أهل الفترة الذين لم تبلغهم الرسالة والقرآن وماتوا على الجاهلية لا يسمون مسلمين بالإجماع ولا يستغفر لهم"‏‏[تكفير المعين ص8-9]===========Berkata Al 'Allaamah Ishaaq Alu Syaikh rohimahullaahu ta'ala :Ahli fathroh yang tidak sampai padanya risaalah dan Al Qur'an sedang mereka mati diatas Jaahilyyah maka mereka tidak dinamakan muslimin berdasarkan ijma' dan … Lanjutkan membaca قال العلامة إسحاق آل الشيخ رحمه الله:‏‏”أهل الفترة الذين لم تبلغهم الرسالة والقرآن وماتوا على الجاهلية لا يسمون مسلمين بالإجماع ولا يستغفر لهم”‏‏[تكفير المعين ص8-9]===========Berkata Al ‘Allaamah Ishaaq Alu Syaikh rohimahullaahu ta’ala :Ahli fathroh yang tidak sampai padanya risaalah dan Al Qur’an sedang mereka mati diatas Jaahilyyah maka mereka tidak dinamakan muslimin berdasarkan ijma’ dan tidak pula dimintakan ampunan untuk mereka‏[تكفير المعين ص8-9]

قال شيخنا الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى : وهناك فرقة خامسة ظهرت الآن وهم الذين يقولون : إن الأعمال شرط كمال الإيمان الواجب أو الكمال المستحبBerkata Syaikh kita Syaikh Shoolih bin Fauzaan Al Fauzaan hafidhohullaahu ta’ala : Disana ada kelompok yang kelima (sempalan murji’ah) yang telah nampak sekarang ini, mereka itu yang mengatakan : Sungguh seluruh ‘amal itu syarat penyempurna keimanan yang wajib atau syarat penyempurna yang mustahab.Al Furuuq hal 46 dinukil dari At Ta’liiqul Mukhtashir ‘alal Qoshiidatun Nuuniyyah karya Ibnul Qoyyim dengan penta’liiq Syaikh Shoolih Al Fauzaan, juz 2 / 647-648

قال شيخنا الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى : وهناك فرقة خامسة ظهرت الآن وهم الذين يقولون : إن الأعمال شرط كمال الإيمان الواجب أو الكمال المستحبBerkata Syaikh kita Syaikh Shoolih bin Fauzaan Al Fauzaan hafidhohullaahu ta'ala : Disana ada kelompok yang kelima (sempalan murji'ah) yang telah nampak sekarang ini, mereka itu yang … Lanjutkan membaca قال شيخنا الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى : وهناك فرقة خامسة ظهرت الآن وهم الذين يقولون : إن الأعمال شرط كمال الإيمان الواجب أو الكمال المستحبBerkata Syaikh kita Syaikh Shoolih bin Fauzaan Al Fauzaan hafidhohullaahu ta’ala : Disana ada kelompok yang kelima (sempalan murji’ah) yang telah nampak sekarang ini, mereka itu yang mengatakan : Sungguh seluruh ‘amal itu syarat penyempurna keimanan yang wajib atau syarat penyempurna yang mustahab.Al Furuuq hal 46 dinukil dari At Ta’liiqul Mukhtashir ‘alal Qoshiidatun Nuuniyyah karya Ibnul Qoyyim dengan penta’liiq Syaikh Shoolih Al Fauzaan, juz 2 / 647-648

Berkata Mufti Najd dimasanya Syaikh Abu Buthoin rohimahullaahu ta’aala :والاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم صدرت من كثير من المتأخرين ممن يشار إليهم بالعلم، وقد صنف رجل يقال له : ابن البكري كتابا في الاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم، ورد عليه الشيخ ابن تيمية رحمه الله تعالى، بين فيه بطلان ما ذهب إليه وبين أنه من الشرك.Istighootsah dengan nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam itu bersumber dari kebanyakan kalangan muta’akhkhir yang dianggap berilmu, dan sungguh ada seseorang -yang ia bernama : Ibnul Bakriy- yang mengarang suatu kitab dalam perkara istighootsah dengan nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullaahu ta’aala telah membantahnya dan menjelaskan kebathilan yang menjadi pendapatnya serta menjelaskan bahwa hal itu termasuk kesyirikanدعاوى المناوئين ص ٤٦٨

Berkata Mufti Najd dimasanya Syaikh Abu Buthoin rohimahullaahu ta'aala :والاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم صدرت من كثير من المتأخرين ممن يشار إليهم بالعلم، وقد صنف رجل يقال له : ابن البكري كتابا في الاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم، ورد عليه الشيخ ابن تيمية رحمه الله تعالى، بين فيه بطلان ما ذهب إليه وبين … Lanjutkan membaca Berkata Mufti Najd dimasanya Syaikh Abu Buthoin rohimahullaahu ta’aala :والاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم صدرت من كثير من المتأخرين ممن يشار إليهم بالعلم، وقد صنف رجل يقال له : ابن البكري كتابا في الاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم، ورد عليه الشيخ ابن تيمية رحمه الله تعالى، بين فيه بطلان ما ذهب إليه وبين أنه من الشرك.Istighootsah dengan nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam itu bersumber dari kebanyakan kalangan muta’akhkhir yang dianggap berilmu, dan sungguh ada seseorang -yang ia bernama : Ibnul Bakriy- yang mengarang suatu kitab dalam perkara istighootsah dengan nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullaahu ta’aala telah membantahnya dan menjelaskan kebathilan yang menjadi pendapatnya serta menjelaskan bahwa hal itu termasuk kesyirikanدعاوى المناوئين ص ٤٦٨

Orang-orang yang menyimpang dari kalangan musyrikin, liberal, murji’ah dll sangat tidak suka apabila dibahas wajibnya berhukum dengan hukum Allah, padahal ini adalah bagian dari aqidah uluhiyyah yang para ulama senantiasa menyebutkannya dari zaman ke zaman. Segala macam makar mereka lontarkan kepada siapa saja yang membahas masalah ini. Allahul Musta’an

Orang-orang yang menyimpang dari kalangan musyrikin, liberal, murji'ah dll sangat tidak suka apabila dibahas wajibnya berhukum dengan hukum Allah, padahal ini adalah bagian dari aqidah uluhiyyah yang para ulama senantiasa menyebutkannya dari zaman ke zaman. Segala macam makar mereka lontarkan kepada siapa saja yang membahas masalah ini. Allahul Musta'anAsy-Syaikh Bin Baz Rahmatullah'alaihi berujar :"Kebutuhan manusia … Lanjutkan membaca Orang-orang yang menyimpang dari kalangan musyrikin, liberal, murji’ah dll sangat tidak suka apabila dibahas wajibnya berhukum dengan hukum Allah, padahal ini adalah bagian dari aqidah uluhiyyah yang para ulama senantiasa menyebutkannya dari zaman ke zaman. Segala macam makar mereka lontarkan kepada siapa saja yang membahas masalah ini. Allahul Musta’an