Penyelenggara negara sibuk radikal radikul teroris dan mengarahkannya selalu ke Islam. Semua ini adalah pisau bermata dua milik penyelenggara negara yang super sekuler nan pluralis :
1. Rentetan kegagalan menyelengarakan negara dengan segala masalahnya tertutupi dengan isu-isu dan aksi murahan penganggulangan radikalisme dan terorisme
2. Sejatinya Islam memang sangat kontra dengan ideologi pluralisme mereka sehingga Islam menjadi ancaman mereka. Sudah jelas terorisnya di papua sana, namun densus, bnpt dan semisalnya yang diciptakan untuk menanggulangi terorisme tak kunjung beraksi membasmi opm papua yang jelas-jelas meneror dan terus fokus kepada islamis.
Akan selalu ada sekutu dari pemerintah sekuler yang sangat getol mengkampanyekan ideologi pluralisme ini : kafirin, buzzerRp, dan tentunya para jahmiyyah saudara seagama ade armando yang menyamar menjadi salafy yang ghuluw dalam ketaatan kepada pemimpin.
Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 7 Maret 2022
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02JzBDpgFqxscRcFS7iCdhGYEH9LMxyrRCh7xf2AoVkwPMugHAv7DpzJaPjTmN8L4vl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz