Saya tidak kaget ketika mengetahui (walau telat karena kurang update) ada sesosok Ikhwan pengajian tidak mengkafirkan deni siregar yang sudah sangat makruf melakukan berbagai pembatal keislaman, bahkan seseikhwan ini menyatakan bahwa yang gerah dengan sepak terjang si de-si maka ia terindikasi khawarij. Dan bukan hanya orang ini yang berpendapat demikian, kita juga mengetahui beberapa sosok lainnya yang bertipikal sama bahkan hingga tahap meng-ulil amrikan Ahok ketika menjabat gubernur DKI (sangat makruf kejadiannya ketika itu)
Asy-Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah menyatakan di penghujung Syarah Al-Qawaid Al-Arba’ bahwa hal ini (enggan mengkafirkan pelaku pembatal keislaman) dikarenakan mereka hanya melihat hak makhluk (dalam kasus ini ia hanya melihat hak si deni siregar). Seandainya ia melihat kepada hak Allah yang diterjang oleh para pembatal keislaman ini maka tentu ia akan mengetahui bahwa tidak ada hujjah bagi para pelaku pembatal keislaman ini dihadapan Allah sedikitpun. Maka mereka hanya melihat kepada hak makhluk untuk terus diberi udzur, namun mereka tidak melihat hak Allah yang telah diterjang oleh para pelaku pembatal keislaman ini. Allahul Musta’an
Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 8 Agustus 2021
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1292352427885399&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz