Menurut ahlus sunnah Iman itu keyakinan, ucapan, dan amalan. Iman juga batal dengan keyakinan (plus keraguan), ucapan dan amalan. Sedangkan ghulat Jahmiyyah berpendapat iman itu hanya urusan qalbu. Ucapan atau amalan kekufuran apapun akan dikembalikan ke qalbu oleh para ahli bid’ah sesat jahmiyyah.
Jahmiyyah kontemporer pendaku salafy lokal bahkan lebih ekstrim dan jauh lebih sesat dibandingkan murjiah era salaf. Segala pembelaan untuk pelaku pembatal keislaman dikerahkan oleh kaum sesat jahmiyyah untuk menyelematkan iman saudaranya semisal mahfud, ade armando, abu janda dan semisalnya : mulai dari diberikan udzur jahel, sok konsep takfir mutlaq, ada syubhat di dengkul, belum tegak iqomatul hujjah dan sederet proteksi lucu lainnya yang jahmiyyah berikan kepada saudara seagama mereka semisal armando.
Walau bagaimanapun mahfud tetap dianggap ulil amri oleh jahmiyyah, ade saudara seiman mereka. Bahkan jahmiyyah tanpa ragu dan bimbang akan mengecam dan memvonis takfiri khawarij kepada sesiapa saja yang menyatakan batalnya iman abu janda, armando, dan md.
Duhai jahmiyyah….
Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 22 April 2022
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1465903357196971&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz