Penting !--------Dalam kitab-kitab fiqih madzhab Syafi'i apabila disebutkan lafazh "Al-Imam", maka yang dimaksud dengannya ialah Imamul Haramain Abul Ma'ali Al-Juwaini. Bukan Al-Imam Asy-Syafi'i Muhammad bin Idris.Kemudian apabila An-Nawawi atau lainnya menyebutkan lafazh "Ashab" atau "Ashhabuna", maka biasanya yang dimaksud dengannya ialah Ashabul Awjuh. Mereka ialah para kibar Madzhab Syafi'i yang hidup sebelum tahun 400 H. … Lanjutkan membaca Penting !——–Dalam kitab-kitab fiqih madzhab Syafi’i apabila disebutkan lafazh “Al-Imam”, maka yang dimaksud dengannya ialah Imamul Haramain Abul Ma’ali Al-Juwaini. Bukan Al-Imam Asy-Syafi’i Muhammad bin Idris.Kemudian apabila An-Nawawi atau lainnya menyebutkan lafazh “Ashab” atau “Ashhabuna”, maka biasanya yang dimaksud dengannya ialah Ashabul Awjuh. Mereka ialah para kibar Madzhab Syafi’i yang hidup sebelum tahun 400 H. Jadi yang dimaksud oleh An-Nawawi dengan “ashhabuna” bukanlah rekan-rekanya An-Nawawi.Kemudian apabila ulama madzhab Syafi’i menyebutkan didalam kitab fiqih “Asy-Syarih” atau “Asy-Syarih Al-Muhaqqiq” yang dimaksud dengan kalimat tersebut ialah Al-‘Allamah Jalaluddin Al-Mahalli, bukan pensyarah kitab atau pentahqiq kitab. Tadi mendengarkan rekaman ceramah dauroh fiqih salah seorang ustadz, beliau sepertinya keliru memahami istilah dalam madzhab Syafi’i. HafizhahullahOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 27 Agustus 2018Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=536716426782340&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
Muraja’ah musthalah madzhab syafi’iOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 31 Januari 2018Sumber : https://www.facebook.com/share/p/UUgsAqALnseussT8/?mibextid=Nif5oz===”Daripada menghafal Musthalah dunia silat medsos (misal : at, uah, uas, kb, atau apalah)”, “ahsan” kita menghafal Musthalah fiqih madzhab Syafi’i(Lanjutan status-status sebelumnya)Syaikhan/Syaikhain : An Nawawi & Ar Rafi’iSyuyuukh : Syaikhain + As SubkiSyaikhul Islam : Zakariya Al AnshariAsy Syaikh Al Imam : Tajuddin As Subki (terkadang ada juga ulama Syafi’iyah yang memaksudkan dengan julukan ini kepada ayah beliau : Taqiyuddin As Subki)Asy Syarih/Asy Syarih Al Muhaqqiq : biasanya ini muncul di tuhfah, nihayah, dan di Mughni (kitab-kitab syarh Minhajut Thalibin), yang dimaksud ialah Al Mahali (Muhammad bin Ahmad Al Mahalli)#Tak_kenal_maka_gagal_pahamSBS Harapan JayaDinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 31 Januari 2017Sumber :https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0YzifddFTjKaW9tDaB8SqUKGGoALncZ1rQFt9T39ZYBNr7VwAsCAPXSMR1hNz6CvTl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
Muraja'ah musthalah madzhab syafi'iOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 31 Januari 2018Sumber : https://www.facebook.com/share/p/UUgsAqALnseussT8/?mibextid=Nif5oz==="Daripada menghafal Musthalah dunia silat medsos (misal : at, uah, uas, kb, atau apalah)", "ahsan" kita menghafal Musthalah fiqih madzhab Syafi'i(Lanjutan status-status sebelumnya)Syaikhan/Syaikhain : An Nawawi & Ar Rafi'iSyuyuukh : Syaikhain + As SubkiSyaikhul Islam : Zakariya Al … Lanjutkan membaca Muraja’ah musthalah madzhab syafi’iOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 31 Januari 2018Sumber : https://www.facebook.com/share/p/UUgsAqALnseussT8/?mibextid=Nif5oz===”Daripada menghafal Musthalah dunia silat medsos (misal : at, uah, uas, kb, atau apalah)”, “ahsan” kita menghafal Musthalah fiqih madzhab Syafi’i(Lanjutan status-status sebelumnya)Syaikhan/Syaikhain : An Nawawi & Ar Rafi’iSyuyuukh : Syaikhain + As SubkiSyaikhul Islam : Zakariya Al AnshariAsy Syaikh Al Imam : Tajuddin As Subki (terkadang ada juga ulama Syafi’iyah yang memaksudkan dengan julukan ini kepada ayah beliau : Taqiyuddin As Subki)Asy Syarih/Asy Syarih Al Muhaqqiq : biasanya ini muncul di tuhfah, nihayah, dan di Mughni (kitab-kitab syarh Minhajut Thalibin), yang dimaksud ialah Al Mahali (Muhammad bin Ahmad Al Mahalli)#Tak_kenal_maka_gagal_pahamSBS Harapan JayaDinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 31 Januari 2017Sumber :https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0YzifddFTjKaW9tDaB8SqUKGGoALncZ1rQFt9T39ZYBNr7VwAsCAPXSMR1hNz6CvTl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
“Al-Imam Asy-Syafi’i menyatakan : “Jika terdapat hadits shahih, itulah madzhabku”Para ulama kibar madzhab Syafi’i ramai-ramai menjelaskan makna pernyataan sang Imam diatas karena para ulama madzhab Syafi’i-lah yang paling memahami perkataan Asy-Syafi’i daripada selainnya. Pepatah mengatakan : أهل الدار أدرى بما فيها”Sang empu rumah jauh lebih mengetahui tentang isi rumah”Maka jangan tergesa-gesa untuk merasa terbidik oleh pernyataan Asy-Syafi’i diatas, karena hakikatnya kalimat tersebut beliau tujukan untuk para ulama yang mengikuti madzhab beliau. Diantara para ulama Syafi’iyyah selain As-Subki yang memiliki risalah mustaqillah tentang hal ini, ialah An-Nawawi rahimahullah. Beliau menjelaskan maksud ucapan Al-Imam Asy-Syafi’i diatas :وهذا الذى قاله الشافعي ليس معناه ان كل أحد رأى حديثا صحيحا قال هذا مذهب الشافعي وعمل بظاهره: وانما هذا فيمن له رتبة الاجتهاد في المذهب على ما تقدم من صفته أو قريب منه وشرطه أن يغلب على ظنه أن الشافعي رحمه الله لم يقف على هذا الحديث أو لم يعلم صحته: وهذا انما يكون بعد مطالعة كتب الشافعي كلها ونحوها من كتب أصحابه الآخذين عنه وما أشبهها وهذا شرط صعب قل من ينصف به وانما اشترطوا ما ذكرنا لان الشافعي رحمه الله ترك العمل بظاهر أحاديث كثيرة رآها وعلمها لكن قام الدليل عنده على طعن فيها أو نسخها أو تخصيصها أو تأويلها أو نحو ذلك.Bukanlah maksud dari nasihat Al-Imam Syafi’i ini adalah bahwa setiap orang yang melihat hadits yang shahih maka ia langsung berkata “Inilah madzhab Syafi’i” dan ia segera mengamalkan kandungan yang nampak dalam hadits tersebut. Pernyataan beliau ini hanya di tujukan kepada orang yang telah mencapai derajat ijtihad dalam madzhab sebagaimana telah kami terangkan mengenai kriteria sifat-sifat mujtahid atau yang mendekatinya. Syarat seorang menjadi mujtahid madzhab yang ia dapat diperkenankan mengamalkan wasiat Al-Imam Syafi’i tersebut adalah telah kuat dugaannya bahwa Al-Imam Syafi’i tidak mengetahui hadits tersebut atau tidak mengetahui keshahihan haditsnya. Hal ini hanya didapatkan setelah menelaah semua kitab Al-Imam Syafi’i dan kitab-kitab pengikut beliau yang mengambil ilmu secara langsung dari beliau. Syarat ini sangat sulit terealisasi dan sangat jarang sekali orang yang memilikinya. Para ulama memberikan syarat demikian karena Al-Imam Syafi’i kerap tidak mengamalkan kandungan yang nampak dari hadits yang beliau temukan dan beliau ketahui namun itu karena ada dalil yang menunjukkan cacatnya hadits itu atau hadits itu telah di-nashk, di-takhshish, atau di-takwil atau lain semisalnya.(Al-Majmu’ Jilid 1 hal. 63)Maka pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i diatas adalah khusus untuk para ulama mujtajid bukan untuk orang awam. Demikian juga dengan pernyataan semisal dari para imam lainnya, pahamilah dengan pemahaman para ulama”Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 6 Januari 2020Sumber : https://www.facebook.com/share/v/hVM5yduJum3kcTdj/?mibextid=Nif5oz
"Al-Imam Asy-Syafi'i menyatakan : "Jika terdapat hadits shahih, itulah madzhabku"Para ulama kibar madzhab Syafi'i ramai-ramai menjelaskan makna pernyataan sang Imam diatas karena para ulama madzhab Syafi'i-lah yang paling memahami perkataan Asy-Syafi'i daripada selainnya. Pepatah mengatakan : أهل الدار أدرى بما فيها"Sang empu rumah jauh lebih mengetahui tentang isi rumah"Maka jangan tergesa-gesa untuk merasa terbidik oleh … Lanjutkan membaca “Al-Imam Asy-Syafi’i menyatakan : “Jika terdapat hadits shahih, itulah madzhabku”Para ulama kibar madzhab Syafi’i ramai-ramai menjelaskan makna pernyataan sang Imam diatas karena para ulama madzhab Syafi’i-lah yang paling memahami perkataan Asy-Syafi’i daripada selainnya. Pepatah mengatakan : أهل الدار أدرى بما فيها”Sang empu rumah jauh lebih mengetahui tentang isi rumah”Maka jangan tergesa-gesa untuk merasa terbidik oleh pernyataan Asy-Syafi’i diatas, karena hakikatnya kalimat tersebut beliau tujukan untuk para ulama yang mengikuti madzhab beliau. Diantara para ulama Syafi’iyyah selain As-Subki yang memiliki risalah mustaqillah tentang hal ini, ialah An-Nawawi rahimahullah. Beliau menjelaskan maksud ucapan Al-Imam Asy-Syafi’i diatas :وهذا الذى قاله الشافعي ليس معناه ان كل أحد رأى حديثا صحيحا قال هذا مذهب الشافعي وعمل بظاهره: وانما هذا فيمن له رتبة الاجتهاد في المذهب على ما تقدم من صفته أو قريب منه وشرطه أن يغلب على ظنه أن الشافعي رحمه الله لم يقف على هذا الحديث أو لم يعلم صحته: وهذا انما يكون بعد مطالعة كتب الشافعي كلها ونحوها من كتب أصحابه الآخذين عنه وما أشبهها وهذا شرط صعب قل من ينصف به وانما اشترطوا ما ذكرنا لان الشافعي رحمه الله ترك العمل بظاهر أحاديث كثيرة رآها وعلمها لكن قام الدليل عنده على طعن فيها أو نسخها أو تخصيصها أو تأويلها أو نحو ذلك.Bukanlah maksud dari nasihat Al-Imam Syafi’i ini adalah bahwa setiap orang yang melihat hadits yang shahih maka ia langsung berkata “Inilah madzhab Syafi’i” dan ia segera mengamalkan kandungan yang nampak dalam hadits tersebut. Pernyataan beliau ini hanya di tujukan kepada orang yang telah mencapai derajat ijtihad dalam madzhab sebagaimana telah kami terangkan mengenai kriteria sifat-sifat mujtahid atau yang mendekatinya. Syarat seorang menjadi mujtahid madzhab yang ia dapat diperkenankan mengamalkan wasiat Al-Imam Syafi’i tersebut adalah telah kuat dugaannya bahwa Al-Imam Syafi’i tidak mengetahui hadits tersebut atau tidak mengetahui keshahihan haditsnya. Hal ini hanya didapatkan setelah menelaah semua kitab Al-Imam Syafi’i dan kitab-kitab pengikut beliau yang mengambil ilmu secara langsung dari beliau. Syarat ini sangat sulit terealisasi dan sangat jarang sekali orang yang memilikinya. Para ulama memberikan syarat demikian karena Al-Imam Syafi’i kerap tidak mengamalkan kandungan yang nampak dari hadits yang beliau temukan dan beliau ketahui namun itu karena ada dalil yang menunjukkan cacatnya hadits itu atau hadits itu telah di-nashk, di-takhshish, atau di-takwil atau lain semisalnya.(Al-Majmu’ Jilid 1 hal. 63)Maka pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i diatas adalah khusus untuk para ulama mujtajid bukan untuk orang awam. Demikian juga dengan pernyataan semisal dari para imam lainnya, pahamilah dengan pemahaman para ulama”Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 6 Januari 2020Sumber : https://www.facebook.com/share/v/hVM5yduJum3kcTdj/?mibextid=Nif5oz
هل يجب على المسلم اتاع مذهب البلد الذي يقيم فية؟ أم أنه يتعلم أحكام مذهب ويتبعة؟ • الشيخ صالح بن فوزان بن عبدالله الفوزان وفقه اللهApakah seorang muslim wajib mengikuti Madzhab daerah tempat tinggalnya? Atau ia boleh pelajari Madzhab tertentu (selainnya) lalu mengikutinya? • Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan وفقه اللهIs a Muslim obliged to follow the Madhhab of the area where he lives? Or can he study a certain Madhhab (other) and then follow it? • Ash-Shaykh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan وفقه الله
هل يجب على المسلم اتاع مذهب البلد الذي يقيم فية؟ أم أنه يتعلم أحكام مذهب ويتبعة؟ • الشيخ صالح بن فوزان بن عبدالله الفوزان وفقه اللهApakah seorang muslim wajib mengikuti Madzhab daerah tempat tinggalnya? Atau ia boleh pelajari Madzhab tertentu (selainnya) lalu mengikutinya? • Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan وفقه اللهIs a Muslim … Lanjutkan membaca هل يجب على المسلم اتاع مذهب البلد الذي يقيم فية؟ أم أنه يتعلم أحكام مذهب ويتبعة؟ • الشيخ صالح بن فوزان بن عبدالله الفوزان وفقه اللهApakah seorang muslim wajib mengikuti Madzhab daerah tempat tinggalnya? Atau ia boleh pelajari Madzhab tertentu (selainnya) lalu mengikutinya? • Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan وفقه اللهIs a Muslim obliged to follow the Madhhab of the area where he lives? Or can he study a certain Madhhab (other) and then follow it? • Ash-Shaykh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan وفقه الله
بسم الله الرحمن الرحيم Sekedar menukil tulisan ini : “Generasi umat Islam terdahulu begitu mudah untuk bersatu, karena mereka tau syarat persatuan itu hanyalah satu yaitu ikatan keimanan. Sedangkan di zaman kita ini ada sebagian kelompok yang menambahkan syarat harus semazhab, semanhaj, seharaqah, sefirqah, dan sepengajian.”Dinukil dari : Ahmad Syahrin Thoriq وفقه اللهSumber : https://www.facebook.com/share/p/YgAmqNbPDagXJRsF/?mibextid=oFDknkhttps://t.me/tauhidjihad/580.بسم الله الرحمن الرحيم نسأل الله الجبار أن ينصر المسلمين أهل السنة والجماعة في عافية من الأمم المتحدة والمرجئة والخوارج والقومية والديمقراطية والعلمانية والليبرالية والوحدة الدينية واليهودية والنصرانية والشنتوية والبوذية والأشعرية والماتريدية والصوفية والشيعة روافضة والمفوضة والبراهمية والشيوعية اشتراكية والرأسمالية والمدرسة جاهلية وكل شر semoga ALLAH AL-JABBAR memenangkan muslimin Ahlus Sunnah Wal Jama’ah fi ‘afiyah dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan murji’ah dan khowarij dan nasionalisme dan demokrasi dan sekulerisme dan liberalisme dan pluralisme dan yahudi dan nashoro dan shinto dan buddha dan asy’ariyyah dan maturidiyyah dan sufiyyah dan syi’ah rafidhoh dan mufawwidah dan brahmanisme dan komunisme sosialisme dan kapitalisme dan madrosah jahiliyah dan semua keburukanMay ALLAH AL-JABBAR win Muslimin Ahlus Sunnah Wal Jama’ah fi ‘afiyah from UN (United Nations) and murji’ah and khowarij and nationalism and democracy and secularism and liberalism and pluralism and yahud (Judaism) and nashoro (christian and the like) and shinto and buddhism and ash’ariyyah and maturidiyyah and sufiyyah and shi’ah rafidhoh and mufawwidah and brahmanism and communism socialism and capitalism and madrosah jahiliyah and all badآمين
بسم الله الرحمن الرحيم Sekedar menukil tulisan ini : "Generasi umat Islam terdahulu begitu mudah untuk bersatu, karena mereka tau syarat persatuan itu hanyalah satu yaitu ikatan keimanan. Sedangkan di zaman kita ini ada sebagian kelompok yang menambahkan syarat harus semazhab, semanhaj, seharaqah, sefirqah, dan sepengajian."Dinukil dari : Ahmad Syahrin Thoriq وفقه اللهSumber : https://www.facebook.com/share/p/YgAmqNbPDagXJRsF/?mibextid=oFDknkhttps://t.me/tauhidjihad/580.بسم … Lanjutkan membaca بسم الله الرحمن الرحيم Sekedar menukil tulisan ini : “Generasi umat Islam terdahulu begitu mudah untuk bersatu, karena mereka tau syarat persatuan itu hanyalah satu yaitu ikatan keimanan. Sedangkan di zaman kita ini ada sebagian kelompok yang menambahkan syarat harus semazhab, semanhaj, seharaqah, sefirqah, dan sepengajian.”Dinukil dari : Ahmad Syahrin Thoriq وفقه اللهSumber : https://www.facebook.com/share/p/YgAmqNbPDagXJRsF/?mibextid=oFDknkhttps://t.me/tauhidjihad/580.بسم الله الرحمن الرحيم نسأل الله الجبار أن ينصر المسلمين أهل السنة والجماعة في عافية من الأمم المتحدة والمرجئة والخوارج والقومية والديمقراطية والعلمانية والليبرالية والوحدة الدينية واليهودية والنصرانية والشنتوية والبوذية والأشعرية والماتريدية والصوفية والشيعة روافضة والمفوضة والبراهمية والشيوعية اشتراكية والرأسمالية والمدرسة جاهلية وكل شر semoga ALLAH AL-JABBAR memenangkan muslimin Ahlus Sunnah Wal Jama’ah fi ‘afiyah dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan murji’ah dan khowarij dan nasionalisme dan demokrasi dan sekulerisme dan liberalisme dan pluralisme dan yahudi dan nashoro dan shinto dan buddha dan asy’ariyyah dan maturidiyyah dan sufiyyah dan syi’ah rafidhoh dan mufawwidah dan brahmanisme dan komunisme sosialisme dan kapitalisme dan madrosah jahiliyah dan semua keburukanMay ALLAH AL-JABBAR win Muslimin Ahlus Sunnah Wal Jama’ah fi ‘afiyah from UN (United Nations) and murji’ah and khowarij and nationalism and democracy and secularism and liberalism and pluralism and yahud (Judaism) and nashoro (christian and the like) and shinto and buddhism and ash’ariyyah and maturidiyyah and sufiyyah and shi’ah rafidhoh and mufawwidah and brahmanism and communism socialism and capitalism and madrosah jahiliyah and all badآمين
بسم الله الرحمن الرحيم Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa terkecuali dan seluruh pendidikan jahiliyah walaupun diberi embel-embel “sekolah umum,sekolah formal,Taman Kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain” tanpa terkecuali sudahkah kalian benar-benar berusaha mati-matian atau bisa dibilang berusaha maksimal ber amar makruf nahi mungkar ber dawkah terkait madrosah jahiliyah tanpa terkecuali pendidikan jahiliyah tanpa terkecuali walaupun diberi embel-embel “sekolah umum,sekolah formal,taman kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain” ?Kalau kalian tidak menjalankan amar makruf nahi mungkar dakwah terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah lalu kenapa?Kalian meremehkan keburukan ini?Kalian cinta sama madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah yang di murkai dan dibenci oleh ALLAH hanya karena kalian belajar ilmu yang menentang Islam di sana?Kalian takut sama penguasa tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama orang tua kalian tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama makhluk yang pasti diciptakan oleh ALLAH tapi tidak takut sama ALLAH saja?Kalian berada di atas jalannya ulama su’u termasuk ulama su’u ummah dan ulama su’u daulah ?Takutlah kepada ALLAH saja dan ber amar makruf nahi mungkar lah dengan ilmu dan ber dakwah lah dengan ilmu Islam terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah pastinya dengan tidak meninggalkan Jihad Fisabilillah Ber takwa dan ber tawakal lah kepada ALLAH saja dan kufuri lah thoghut dan beriman lah kepada ALLAHالله المستعان والله أعلم 18 Romadhon 1445 Hijriyahhttps://t.me/Manhaj_Muwahhid/4914===بسم الله الرحمن الرحيم تقييم الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله للمدارس الجاهلية والتعليم الجاهليةPenilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله terhadap madrasah (sekolah) jahiliyah sekaligus pendidikan jahiliyah 🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4544https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4545https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4546https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4547===بسم الله الرحمن الرحيمPerkataan dari Asy-Syaikh Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله dan Ustadz Abul Mundzir Jafar Shalih وفقه الله dan Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron وفقه الله dan Ustadz Yulian Purnama وفقه الله dan Ustadz Hafzan El Hadi وفقه الله ini juga membahas beberapa مدرسة (sekolah) jahiliyah pendidikan jahiliyah dan lainnya الله المستعانوالله أعلم🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4339https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4340https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4341https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4342https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4343https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4344https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4345https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4347
بسم الله الرحمن الرحيم Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa terkecuali dan seluruh pendidikan jahiliyah walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,Taman Kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" tanpa terkecuali sudahkah kalian benar-benar berusaha mati-matian … Lanjutkan membaca بسم الله الرحمن الرحيم Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa terkecuali dan seluruh pendidikan jahiliyah walaupun diberi embel-embel “sekolah umum,sekolah formal,Taman Kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain” tanpa terkecuali sudahkah kalian benar-benar berusaha mati-matian atau bisa dibilang berusaha maksimal ber amar makruf nahi mungkar ber dawkah terkait madrosah jahiliyah tanpa terkecuali pendidikan jahiliyah tanpa terkecuali walaupun diberi embel-embel “sekolah umum,sekolah formal,taman kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain” ?Kalau kalian tidak menjalankan amar makruf nahi mungkar dakwah terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah lalu kenapa?Kalian meremehkan keburukan ini?Kalian cinta sama madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah yang di murkai dan dibenci oleh ALLAH hanya karena kalian belajar ilmu yang menentang Islam di sana?Kalian takut sama penguasa tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama orang tua kalian tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama makhluk yang pasti diciptakan oleh ALLAH tapi tidak takut sama ALLAH saja?Kalian berada di atas jalannya ulama su’u termasuk ulama su’u ummah dan ulama su’u daulah ?Takutlah kepada ALLAH saja dan ber amar makruf nahi mungkar lah dengan ilmu dan ber dakwah lah dengan ilmu Islam terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah pastinya dengan tidak meninggalkan Jihad Fisabilillah Ber takwa dan ber tawakal lah kepada ALLAH saja dan kufuri lah thoghut dan beriman lah kepada ALLAHالله المستعان والله أعلم 18 Romadhon 1445 Hijriyahhttps://t.me/Manhaj_Muwahhid/4914===بسم الله الرحمن الرحيم تقييم الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله للمدارس الجاهلية والتعليم الجاهليةPenilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله terhadap madrasah (sekolah) jahiliyah sekaligus pendidikan jahiliyah 🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4544https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4545https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4546https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4547===بسم الله الرحمن الرحيمPerkataan dari Asy-Syaikh Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله dan Ustadz Abul Mundzir Jafar Shalih وفقه الله dan Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron وفقه الله dan Ustadz Yulian Purnama وفقه الله dan Ustadz Hafzan El Hadi وفقه الله ini juga membahas beberapa مدرسة (sekolah) jahiliyah pendidikan jahiliyah dan lainnya الله المستعانوالله أعلم🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4339https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4340https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4341https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4342https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4343https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4344https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4345https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4347
Hadits malam ini.Mau nolong orang? ente aja perlu ditolong !Satu hal lagi yg harus ditanamkan di hati tiap relawan kemanusiaan adalah bahwa Allah selalu memantau dan tak akan menyia-nyiakan kegiatan kita bila ikhlas karena-Nya.Lelah dan cape ngurusi keperluan orang, baru nyampe rumah dah dapet WA lagi si Fulan kelaparan, binaan kita rumahnya digusur ngga tahu ngontrak di mana, dan lain sebagainya.Kadang terbetik di hati, itukan bukan urusan saya.Memang bukan urusan kita, tapi kalau kita mau mencemlungkan diri dalam urusan hajat orang lain maka ada pahala dan fadhilah besar yg dijanjikan Allah.Seperti yg tertuang dalam dua riwayat yang ada di Shahih Muslim ini.Pertama riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda, مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ”Siapa yang berada dalam hajat (menolong keperluan) saudaranya maka Allah juga akan berada dalam hajatnya (menolong keperluannya).”Haditsnya panjang tapi saya ambil potongan ini saja.Kalau mau agak panjang ya ini saja, hadits Abu Hurairah yg lebih sering terdengar, Rasulullah bersabda, مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ”Siapa yang melepaskan kesulitan dunia seorang mukmin maka Allah juga akan melepaskan kesulitan di hari kiamat untuknya. Siapa yang memudahkan orang yg ksulitan (bayar hutang dgn melunaskannya) maka Allah juga akan memudahkan kehidupannya di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim di dunia maka Allah juga akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah itu senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba ini menolong saudaranya (sesama muslim).”Tuh panjang bener dah terjemahnya, sampai pegel nih jari.Kedua hadits ini ada dalam Shahih Muslim, yg hadits Ibnu Umar juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam shahihnya. Sedangkan hadits Abu Hurairah kayaknya tak ada dalam Shahih Al Bukhari (CMIIW).======================================Intinya gini, tiap orang tu ada problem dan masalahnya masing-masing, seperti kata bang Haji Oma, :Lain orang lain ujian….. Itulah keadilan Tuhan….. (udah ngga usah googling itu lagu apa).Maka kalau mau lepas dari problem kita sendiri perbanyaklah menolong orang lain lepas dari problemnya terutama sekali problem kebutuhan primer berupa makan dan kesehatan.Mungkin kepikiran, “Lha problem ente sendiri ngga selesai kok mau nyelesaian problem orang?”Jawabnya, “Justru dgn menyelesaikan problem orang lain, Allah akan bantu menyelesaikan problem kita. Kalau Allah dah turun tangan membantu, akankah belum selesai juga?”Anshari Taslim#One_Night_One_HadithDinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 29 April 2020Sumber : https://www.facebook.com/share/p/JNQ4RBFcqNtVecob/?mibextid=Nif5oz
Hadits malam ini.Mau nolong orang? ente aja perlu ditolong !Satu hal lagi yg harus ditanamkan di hati tiap relawan kemanusiaan adalah bahwa Allah selalu memantau dan tak akan menyia-nyiakan kegiatan kita bila ikhlas karena-Nya.Lelah dan cape ngurusi keperluan orang, baru nyampe rumah dah dapet WA lagi si Fulan kelaparan, binaan kita rumahnya digusur ngga tahu … Lanjutkan membaca Hadits malam ini.Mau nolong orang? ente aja perlu ditolong !Satu hal lagi yg harus ditanamkan di hati tiap relawan kemanusiaan adalah bahwa Allah selalu memantau dan tak akan menyia-nyiakan kegiatan kita bila ikhlas karena-Nya.Lelah dan cape ngurusi keperluan orang, baru nyampe rumah dah dapet WA lagi si Fulan kelaparan, binaan kita rumahnya digusur ngga tahu ngontrak di mana, dan lain sebagainya.Kadang terbetik di hati, itukan bukan urusan saya.Memang bukan urusan kita, tapi kalau kita mau mencemlungkan diri dalam urusan hajat orang lain maka ada pahala dan fadhilah besar yg dijanjikan Allah.Seperti yg tertuang dalam dua riwayat yang ada di Shahih Muslim ini.Pertama riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda, مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ”Siapa yang berada dalam hajat (menolong keperluan) saudaranya maka Allah juga akan berada dalam hajatnya (menolong keperluannya).”Haditsnya panjang tapi saya ambil potongan ini saja.Kalau mau agak panjang ya ini saja, hadits Abu Hurairah yg lebih sering terdengar, Rasulullah bersabda, مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ”Siapa yang melepaskan kesulitan dunia seorang mukmin maka Allah juga akan melepaskan kesulitan di hari kiamat untuknya. Siapa yang memudahkan orang yg ksulitan (bayar hutang dgn melunaskannya) maka Allah juga akan memudahkan kehidupannya di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim di dunia maka Allah juga akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah itu senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba ini menolong saudaranya (sesama muslim).”Tuh panjang bener dah terjemahnya, sampai pegel nih jari.Kedua hadits ini ada dalam Shahih Muslim, yg hadits Ibnu Umar juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam shahihnya. Sedangkan hadits Abu Hurairah kayaknya tak ada dalam Shahih Al Bukhari (CMIIW).======================================Intinya gini, tiap orang tu ada problem dan masalahnya masing-masing, seperti kata bang Haji Oma, :Lain orang lain ujian….. Itulah keadilan Tuhan….. (udah ngga usah googling itu lagu apa).Maka kalau mau lepas dari problem kita sendiri perbanyaklah menolong orang lain lepas dari problemnya terutama sekali problem kebutuhan primer berupa makan dan kesehatan.Mungkin kepikiran, “Lha problem ente sendiri ngga selesai kok mau nyelesaian problem orang?”Jawabnya, “Justru dgn menyelesaikan problem orang lain, Allah akan bantu menyelesaikan problem kita. Kalau Allah dah turun tangan membantu, akankah belum selesai juga?”Anshari Taslim#One_Night_One_HadithDinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 29 April 2020Sumber : https://www.facebook.com/share/p/JNQ4RBFcqNtVecob/?mibextid=Nif5oz
“Ada satu pendapat Syafiiyyah yg membolehkan hukuman had ditegakkan oleh individu, tidak harus dari Imam atau penggantinya.Artinya anda boleh melakukan hukuman rajam sendiri, hukuman cambuk sendiri, dan hukuman had lain yg eksekusinya lebih ekstreme daripada keduanya.Pendapat tersebut berasal dari imam Al-Qoffal didalam kitab I’anatut Thalibin, menurut beliau, boleh bagi selain imam atau individu menegakkan hukuman had atas orang lain. Kata beliau : وقوله خلافا للقفال: أي القائل بأن لغير الامام أن يستوفيهSecara maslahat, tidak disarankan mengamalkan pendapat imam Al-Qaffal, sebab mafsadatnya justru lebih banyak. Kalau anda amalkan, resikonya berbahaya bagi diri anda.Silahkan diamalkan ketika hak anda tidak dipenuhi oleh aparat, atau anda tidak diberi keadilan yg setara oleh mereka. Yg mau mengamalkan bisa pakai pendapat beliau, tapi sekali lagi, saya tidak menyarankan karena alasan tadi, mafsadatnya lebih besar daripada maslahatnya.”Dinukil dari : Alfatih وفقه اللهTanggal : 29 Februari 2024Sumber :https://www.facebook.com/share/p/cW9ZeSAdSeggxVUN/?mibextid=oFDknk
"Ada satu pendapat Syafiiyyah yg membolehkan hukuman had ditegakkan oleh individu, tidak harus dari Imam atau penggantinya.Artinya anda boleh melakukan hukuman rajam sendiri, hukuman cambuk sendiri, dan hukuman had lain yg eksekusinya lebih ekstreme daripada keduanya.Pendapat tersebut berasal dari imam Al-Qoffal didalam kitab I'anatut Thalibin, menurut beliau, boleh bagi selain imam atau individu menegakkan hukuman … Lanjutkan membaca “Ada satu pendapat Syafiiyyah yg membolehkan hukuman had ditegakkan oleh individu, tidak harus dari Imam atau penggantinya.Artinya anda boleh melakukan hukuman rajam sendiri, hukuman cambuk sendiri, dan hukuman had lain yg eksekusinya lebih ekstreme daripada keduanya.Pendapat tersebut berasal dari imam Al-Qoffal didalam kitab I’anatut Thalibin, menurut beliau, boleh bagi selain imam atau individu menegakkan hukuman had atas orang lain. Kata beliau : وقوله خلافا للقفال: أي القائل بأن لغير الامام أن يستوفيهSecara maslahat, tidak disarankan mengamalkan pendapat imam Al-Qaffal, sebab mafsadatnya justru lebih banyak. Kalau anda amalkan, resikonya berbahaya bagi diri anda.Silahkan diamalkan ketika hak anda tidak dipenuhi oleh aparat, atau anda tidak diberi keadilan yg setara oleh mereka. Yg mau mengamalkan bisa pakai pendapat beliau, tapi sekali lagi, saya tidak menyarankan karena alasan tadi, mafsadatnya lebih besar daripada maslahatnya.”Dinukil dari : Alfatih وفقه اللهTanggal : 29 Februari 2024Sumber :https://www.facebook.com/share/p/cW9ZeSAdSeggxVUN/?mibextid=oFDknk
Jika dirimu dahulu pernah berbuat syirik, maka janganlah engkau biarkan anakmu untuk berbuat syirik hanya karena “ah dulu saya juga begitu, nanti dia juga taubat dan dapat hidayah”. Ini orang tua durhaka namanyaJika dirimu dahulu pernah berbuat maksiat, maka janganlah engkau biarkan anakmu untuk berbuat maksiat hanya karena “ah dulu saya juga begitu, nanti dia juga taubat dan dapat hidayah”. Ini orang tua durhaka namanyaStop membongkar keburukan yang kita lakukan dahulu kepada orang lain terlebih kepada anak-anak kita, mereka tidak akan mengambil Ibrah dan hanya menjadikan dirimu rendah dan menjadi bahan gunjingan. Orang yang bermaksiat secara terang-terangan dan menampakkan berbeda dengan pelaku maksiat yang bersembunyi dalam maksiatnya. Semoga Allah menjadikan kita orang tua yang amanah dan menjadikan kita anak-anak kita sebagai anak-anak yang shalih dan shalihahOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 9 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/LPja6Z3AhJyYJARQ/?mibextid=Nif5oz
Jika dirimu dahulu pernah berbuat syirik, maka janganlah engkau biarkan anakmu untuk berbuat syirik hanya karena "ah dulu saya juga begitu, nanti dia juga taubat dan dapat hidayah". Ini orang tua durhaka namanyaJika dirimu dahulu pernah berbuat maksiat, maka janganlah engkau biarkan anakmu untuk berbuat maksiat hanya karena "ah dulu saya juga begitu, nanti dia … Lanjutkan membaca Jika dirimu dahulu pernah berbuat syirik, maka janganlah engkau biarkan anakmu untuk berbuat syirik hanya karena “ah dulu saya juga begitu, nanti dia juga taubat dan dapat hidayah”. Ini orang tua durhaka namanyaJika dirimu dahulu pernah berbuat maksiat, maka janganlah engkau biarkan anakmu untuk berbuat maksiat hanya karena “ah dulu saya juga begitu, nanti dia juga taubat dan dapat hidayah”. Ini orang tua durhaka namanyaStop membongkar keburukan yang kita lakukan dahulu kepada orang lain terlebih kepada anak-anak kita, mereka tidak akan mengambil Ibrah dan hanya menjadikan dirimu rendah dan menjadi bahan gunjingan. Orang yang bermaksiat secara terang-terangan dan menampakkan berbeda dengan pelaku maksiat yang bersembunyi dalam maksiatnya. Semoga Allah menjadikan kita orang tua yang amanah dan menjadikan kita anak-anak kita sebagai anak-anak yang shalih dan shalihahOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 9 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/LPja6Z3AhJyYJARQ/?mibextid=Nif5oz
Perlu Mengkaji Dan Muraja’ah Rukun SyahadatSyahadat Laa Ilaha Illallah mengandung dua rukun. Pertama, an-Nafyu dan kedua al-Itsbat.an-Nafyu yaitu menafikan seluruh tuhan yang ada dari kalangan makhluk. Ini dari kalimat “Laa Ilaha” (Tidak ada Tuhan).Adapun itsbat, maksudnya menetapkan satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Ini dari kalimat “Illallah” (kecuali Allah)Sehingga, dari kedua rukun ini dipahami bahwa makna syahadat adalah menafikan segala bentuk penyembahan dari kalangan makhluk dan menetapkan satu-satunya yang berhak disembah hanyalah Allah -azza wajalla-Makna ini harus dipahami dengan baik, agar kita tidak menjadikan kalimat ambigu yang dijadikan untuk menyatukan dan menerima semua agama yang berkeyakinan dengan kalimat itu sebagai representasi dari kalimat syahadat.Misalnya, kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Kalimat ini merupakan kalimat yang disepakati oleh seluruh agama dan aliran kepercayaan yang diterima di Indonesia. Secara histori, kalimat ini juga lahir dari penolakan terhadap isi piagam Jakarta yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”Makanya, kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa tidak bisa dikatakan sebagai wujud penerapan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illallah. Sebab kalimat syahadat itu menafikan seluruh tuhan yang diyakini oleh agama lain. Disebutkan dalam Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_organisasi_penghayat_kepercayaan_Indonesia), ada sejumlah badan hukum serta paguyuban tak resmi aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari agama asli Nusantara dan sekumpulan kelompok baru yang menggabungkan beberapa keyakinan dalam satu kelompok (sinkretis) dan universal. Sekitar 68 jumlahnya. Makanya, bagaimana mungkin ini disebut sebagai bntuk penerapan syahadat Laa Ilaaha Illallah?Mari kita kembali memuraja’ah pelajaran Tauhid.Oleh : Ustadz Abu Usaid Al-Munawy وفقه اللهTanggal : 13 Februari 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/SKohLkKEywnPGATF/?mibextid=Nif5oz
Perlu Mengkaji Dan Muraja'ah Rukun SyahadatSyahadat Laa Ilaha Illallah mengandung dua rukun. Pertama, an-Nafyu dan kedua al-Itsbat.an-Nafyu yaitu menafikan seluruh tuhan yang ada dari kalangan makhluk. Ini dari kalimat "Laa Ilaha" (Tidak ada Tuhan).Adapun itsbat, maksudnya menetapkan satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Ini dari kalimat "Illallah" (kecuali Allah)Sehingga, dari kedua rukun ini dipahami … Lanjutkan membaca Perlu Mengkaji Dan Muraja’ah Rukun SyahadatSyahadat Laa Ilaha Illallah mengandung dua rukun. Pertama, an-Nafyu dan kedua al-Itsbat.an-Nafyu yaitu menafikan seluruh tuhan yang ada dari kalangan makhluk. Ini dari kalimat “Laa Ilaha” (Tidak ada Tuhan).Adapun itsbat, maksudnya menetapkan satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Ini dari kalimat “Illallah” (kecuali Allah)Sehingga, dari kedua rukun ini dipahami bahwa makna syahadat adalah menafikan segala bentuk penyembahan dari kalangan makhluk dan menetapkan satu-satunya yang berhak disembah hanyalah Allah -azza wajalla-Makna ini harus dipahami dengan baik, agar kita tidak menjadikan kalimat ambigu yang dijadikan untuk menyatukan dan menerima semua agama yang berkeyakinan dengan kalimat itu sebagai representasi dari kalimat syahadat.Misalnya, kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Kalimat ini merupakan kalimat yang disepakati oleh seluruh agama dan aliran kepercayaan yang diterima di Indonesia. Secara histori, kalimat ini juga lahir dari penolakan terhadap isi piagam Jakarta yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”Makanya, kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa tidak bisa dikatakan sebagai wujud penerapan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illallah. Sebab kalimat syahadat itu menafikan seluruh tuhan yang diyakini oleh agama lain. Disebutkan dalam Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_organisasi_penghayat_kepercayaan_Indonesia), ada sejumlah badan hukum serta paguyuban tak resmi aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari agama asli Nusantara dan sekumpulan kelompok baru yang menggabungkan beberapa keyakinan dalam satu kelompok (sinkretis) dan universal. Sekitar 68 jumlahnya. Makanya, bagaimana mungkin ini disebut sebagai bntuk penerapan syahadat Laa Ilaaha Illallah?Mari kita kembali memuraja’ah pelajaran Tauhid.Oleh : Ustadz Abu Usaid Al-Munawy وفقه اللهTanggal : 13 Februari 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/SKohLkKEywnPGATF/?mibextid=Nif5oz