Sejarah-sejarah seperti ini harus terus disebarkan, karena sejarah seperti ini ibaratnya masih kemarin sore, jangan sampai kita melupakan hal tersebut

Salah satu pendiri Kerajaan Yordania adalah asy-Syarif Husain yang pada Perang Dunia Pertama berada di barisan Inggris untuk melawan Turki Utsmani. Meskipun akhirnya sangat mengenaskan yaitu ia harus dikhianati sendiri oleh Inggris yang sebelumnya telah menjanjikannya Kerajaan Arab Raya yang meliputi Jazirah Arab, Syam dan Irak.Orang ini berandil besar dalam menjatuhkan Turki Utsmani pada Revolusi … Lanjutkan membaca Sejarah-sejarah seperti ini harus terus disebarkan, karena sejarah seperti ini ibaratnya masih kemarin sore, jangan sampai kita melupakan hal tersebut

Kebanyakan pelawak / komika mengolok-olok Islam, mereka tidak berani mengolok-olok Pancasila atau NKRI. Kenapa ?Karena Pancasila lebih suci mungkin di sanubari mereka, dan NKRI harga mati

Kebanyakan pelawak / komika mengolok-olok Islam, mereka tidak berani mengolok-olok Pancasila atau NKRI. Kenapa ?Karena Pancasila lebih suci mungkin di sanubari mereka, dan NKRI harga matiOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin Tanggal : 7 April 2020Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Q9CUHw7nEkjSPJvVwBH1YRhW1WYCFcci1nz6k8JRuUjp1RUBKYdoeMJypWCkF4cil&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz======Mengolok-olok Nabi shalallahu alaihi wa sallam adalah murtadd, tidak ada udzur bil jahl disini kecuali dipaksa. Bahkan … Lanjutkan membaca Kebanyakan pelawak / komika mengolok-olok Islam, mereka tidak berani mengolok-olok Pancasila atau NKRI. Kenapa ?Karena Pancasila lebih suci mungkin di sanubari mereka, dan NKRI harga mati

Kebanyakan pelawak / komika mengolok-olok Islam, mereka tidak berani mengolok-olok Pancasila atau NKRI. Kenapa ?Karena Pancasila lebih suci mungkin di sanubari mereka, dan NKRI harga mati

Kebanyakan pelawak / komika mengolok-olok Islam, mereka tidak berani mengolok-olok Pancasila atau NKRI. Kenapa ?Karena Pancasila lebih suci mungkin di sanubari mereka, dan NKRI harga matiOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin Tanggal : 7 April 2020Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Q9CUHw7nEkjSPJvVwBH1YRhW1WYCFcci1nz6k8JRuUjp1RUBKYdoeMJypWCkF4cil&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz======Mengolok-olok Nabi shalallahu alaihi wa sallam adalah murtadd, tidak ada udzur bil jahl disini kecuali dipaksa. Bahkan … Lanjutkan membaca Kebanyakan pelawak / komika mengolok-olok Islam, mereka tidak berani mengolok-olok Pancasila atau NKRI. Kenapa ?Karena Pancasila lebih suci mungkin di sanubari mereka, dan NKRI harga mati

Prof. Dr. Nuruddin Itr rahimahullāh mengatakan, bahwa ulama hadits yang piawai di masa dahulu hampir semuanya merupakan ahli fiqih dalam mazhab tertentu. Adapun mereka yang disebut muhaddits zaman ini telah berbuat bidah dengan memisahkan antara hadits dengan fiqih (mazhab). ======Syarh ‘Ilal al-Tirmidzi, Ibnu Rajab al-Hanbaly, 1/34

Prof. Dr. Nuruddin Itr rahimahullāh mengatakan, bahwa ulama hadits yang piawai di masa dahulu hampir semuanya merupakan ahli fiqih dalam mazhab tertentu. Adapun mereka yang disebut muhaddits zaman ini telah berbuat bidah dengan memisahkan antara hadits dengan fiqih (mazhab). ======Syarh 'Ilal al-Tirmidzi, Ibnu Rajab al-Hanbaly, 1/34Oleh : Ustadz Danni Nursalim Harun Tanggal : 27 Oktober … Lanjutkan membaca Prof. Dr. Nuruddin Itr rahimahullāh mengatakan, bahwa ulama hadits yang piawai di masa dahulu hampir semuanya merupakan ahli fiqih dalam mazhab tertentu. Adapun mereka yang disebut muhaddits zaman ini telah berbuat bidah dengan memisahkan antara hadits dengan fiqih (mazhab). ======Syarh ‘Ilal al-Tirmidzi, Ibnu Rajab al-Hanbaly, 1/34

Salafus Shalih pantang inferior

Salafus Shalih pantang inferior.Salah satu rekaman sejarah dalam perang Khandaq adalah ketika Rasulullah berinisiatif untuk berdamai dengan suku Ghathafan dengan membayar kepada mereka kurma agar mereka tidak ikut bersama ahzab pasukan Quraisy yang akan menyerang Madinah.Tapi Rasulullah bermusyawarah dulu kepada para petinggi Aus dan Khazraj salah satunya adalah Sa'd bn Mu'adz rodhiyallahu'anhu .Sa'd bertanya ya … Lanjutkan membaca Salafus Shalih pantang inferior

Kisah #1:Dahulu, ada seorang pemuda yg tinggal di sebuah tempat.Suatu hari dia sendirian pergi ke sebuah tempat ibadah orang2 di tempat tersebut kemudian menghancurkan objek2 sesembahan yang ada disitu.Sangat2 “tidak hikmah” dan merusak tatanan masyarakat setempat. Masyarakat setempat pun tersinggung setengah mati. Pemuda ini disidang ramai2 dan diputuskan untuk dibakar hidup2.Dia harus menerima hukuman. Sayangnya ketika dibakar, ternyata api tak membakar dirinya.Tapi karena masyarakat sudah kadung kesal, dia pun diusir dan harus pergi meninggalkan tempat itu.Karena sikap yang “tidak hikmah”, hilanglah kesempatan dia untuk berdakwah lebih lama disitu. Sangat besar “mudharat” yang ditimbulkan. Kisah #2:Ada juga seseorang yang siang dan malam mengingkari dengan lisan peribadahan2 kepada selain Allaah di sebuah kota.Karena hal ini, beliau disiksa, dihardik…Dan akhirnya setelah 13 tahun menjalani hal ini, terusir juga dirinya dari kota kelahirannya tersebut.Begitulah “mudharat” yang timbul. Seandainya bisa lebih memaklumi, tentu beliau akan tinggal dan bisa berdakwah lebih lama.Kisah #3:Ada juga seorang yang menghancurkan kuburan2 yang diibadahi di negeri hijaz.Ketika melakukan hal tersebut, dia pun di protes oleh seluruh pemuka agama. Ulama Bashrah tidak setuju. Ulama dari negeri2 lain tidak setuju. Masuklah dia sebagai daftar orang yang dicari hidup atau mati.Sayembara berhadiah pun muncul bagi siapa saja yang bisa membunuhnya.Dia pun harus terusir dari kota tempat dia tinggal saat itu.Halaah… seandainya bisa lebih “hikmah”, tentu “mudharat”nya tidak akan besar dampaknya. Dan dia bisa berdakwah di masyarakat dengan lebih tenang.Itulah 3 kisah contoh bagaimana bersikap dalam kesyirikan.Walaupun ada yang bilang “tidak hikmah” dan secara fakta menimbulkan “mudharat” baik dari segi harta dan nyawa.Antum semua tahu tokoh dalam kisah #1 dan #2.Adapun kisah #3, beliau dikenal dengan karya tulisnya Tsalatsatul Ushul dan Kitab at-Tauhid.Allahumma shalli ala Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsan ilaa yaumiddin.

Kisah #1:Dahulu, ada seorang pemuda yg tinggal di sebuah tempat.Suatu hari dia sendirian pergi ke sebuah tempat ibadah orang2 di tempat tersebut kemudian menghancurkan objek2 sesembahan yang ada disitu.Sangat2 "tidak hikmah" dan merusak tatanan masyarakat setempat. Masyarakat setempat pun tersinggung setengah mati. Pemuda ini disidang ramai2 dan diputuskan untuk dibakar hidup2.Dia harus menerima hukuman. Sayangnya … Lanjutkan membaca Kisah #1:Dahulu, ada seorang pemuda yg tinggal di sebuah tempat.Suatu hari dia sendirian pergi ke sebuah tempat ibadah orang2 di tempat tersebut kemudian menghancurkan objek2 sesembahan yang ada disitu.Sangat2 “tidak hikmah” dan merusak tatanan masyarakat setempat. Masyarakat setempat pun tersinggung setengah mati. Pemuda ini disidang ramai2 dan diputuskan untuk dibakar hidup2.Dia harus menerima hukuman. Sayangnya ketika dibakar, ternyata api tak membakar dirinya.Tapi karena masyarakat sudah kadung kesal, dia pun diusir dan harus pergi meninggalkan tempat itu.Karena sikap yang “tidak hikmah”, hilanglah kesempatan dia untuk berdakwah lebih lama disitu. Sangat besar “mudharat” yang ditimbulkan. Kisah #2:Ada juga seseorang yang siang dan malam mengingkari dengan lisan peribadahan2 kepada selain Allaah di sebuah kota.Karena hal ini, beliau disiksa, dihardik…Dan akhirnya setelah 13 tahun menjalani hal ini, terusir juga dirinya dari kota kelahirannya tersebut.Begitulah “mudharat” yang timbul. Seandainya bisa lebih memaklumi, tentu beliau akan tinggal dan bisa berdakwah lebih lama.Kisah #3:Ada juga seorang yang menghancurkan kuburan2 yang diibadahi di negeri hijaz.Ketika melakukan hal tersebut, dia pun di protes oleh seluruh pemuka agama. Ulama Bashrah tidak setuju. Ulama dari negeri2 lain tidak setuju. Masuklah dia sebagai daftar orang yang dicari hidup atau mati.Sayembara berhadiah pun muncul bagi siapa saja yang bisa membunuhnya.Dia pun harus terusir dari kota tempat dia tinggal saat itu.Halaah… seandainya bisa lebih “hikmah”, tentu “mudharat”nya tidak akan besar dampaknya. Dan dia bisa berdakwah di masyarakat dengan lebih tenang.Itulah 3 kisah contoh bagaimana bersikap dalam kesyirikan.Walaupun ada yang bilang “tidak hikmah” dan secara fakta menimbulkan “mudharat” baik dari segi harta dan nyawa.Antum semua tahu tokoh dalam kisah #1 dan #2.Adapun kisah #3, beliau dikenal dengan karya tulisnya Tsalatsatul Ushul dan Kitab at-Tauhid.Allahumma shalli ala Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsan ilaa yaumiddin.

‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu tidak berhukum dengan hukum Allah ?

'Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu'anhu tidak berhukum dengan hukum Allah ? --------------------Asy-Syaikh Al-Albani di kitab Irwaul Ghalil (jiilid 8 nomor hadits 2459) membawakan sebuah riwayat yang panjang tentang dialog Ibnu 'Abbas Radhiallahu Anhu dengan para khawarij, 'Abdullah bin Syaddad menyebutkan bahwa jumlah mereka berjumlah 8000 orang dan yang bertaubat setelah berdebat dengan Ibnu 'Abbas mencapai … Lanjutkan membaca ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu tidak berhukum dengan hukum Allah ?

syaikh Izzuddin Al-Qassam seorang ulama’, pengajar Aqidah, pejuang, mujahid, salafy, gugur dibunuh YAHUDI (1935 M)rahimahullah -Syahid Insya Allah-

syaikh Izzuddin Al-Qassam seorang ulama', pengajar Aqidah, pejuang, mujahid, salafy, gugur dibunuh YAHUDI (1935 M)rahimahullah -Syahid Insya Allah-Dinukil dari : Ustadz Fadlan Fahamsyah Tanggal : 17 November 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02sDEb88ANSrpCrPHmthLL7W7ntfTo4q17nw3hKgN6kcn8mb4FThx4GxGFHx5ucqDtl&id=100004358714062&mibextid=Nif5oz