Perselisihan ushul adalah adzab, namun Perselisihan furu’ adalah rahmat. Ini yang dijelaskan oleh ulama sejak dahulu hingga kiniOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 1 September 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1798804410573529&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Perselisihan ushul adalah adzab, namun Perselisihan furu' adalah rahmat. Ini yang dijelaskan oleh ulama sejak dahulu hingga kiniOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 1 September 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1798804410573529&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Baghyi Sebagai Penyebab Perpecahan Antar Orang AlimJanuari 10, 2024 Inilah sebab berpecahnya ummat terutama kalangan alimnya, rasa dengki kepada prestasi atau capaian alim yang lain sehingga melakukan tindakan baghy (merundung melampaui batas).Baghyi, itulah salah satu penyebab perpecahan di kalangan Bani Isra’il dan ummat terdahulu sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 213, surah Ali Imran ayat 19 dan surah Asy-Syura ayat 14, atau mungkin ada ayat yang lain.Al-Baqarah ayat 213:وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ“Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri.”Surah Ali Imran ayat 19:وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ“Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka.”Asy-Syuura ayat 14:وَمَا تَفَرَّقُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ“Mereka (Ahlulkitab) tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (tentang kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka.”Kata Al-Baghy berdasarkan makna bahasanya adalah keinginan melampaui batas sehingga melakukan apa saja demi melampaui batasan itu.Ar-Raghib Al-Ashfahani dalam kitab al-Mufradaat fii Gharib Al-Qur’an menyatakan bahwa makna bahasa dari baghyi adalah meminta untuk melampaui sesuatu dari yang semestinya baik faktanya akan melewati maupun tidak, dalam hal kualitas maupun kuantitas. Sementara Ibnu Faris dalam Maqayis Al-Lughah mengatakan asal huruf ba’ghain dan ya’ adalah asal dari kata tersebut yang memiliki dua arti, yaitu meminta sesuatu, dan kedua berarti sebuah jenis kerusakan.Makna kedua inilah yang lebih sering dipakai dalam bahasa Al-Qur’an maupun hadits, yaitu melampaui batas sehingga menimbulkan kerusakan. Makanya semua kegiatan di luar batas kewajaran dinamakan baghy.Adapun makna kata baghyi untuk ketiga ayat di atas, di mana dia menjadi penyebab perpecahan dan perselisihan antar sesama kaum alim di kalangan ummat ahli kitab adalah jenis sifat yang merupakan hasil dari hasad atau kedengkian dalam bentuk susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah.Dengki atau hasad termasuk salah satu bagian dari baghy. Makanya dalam kedua ayat di atas mereka berpecah bukan karena kejahilan tapi justru setelah mereka sama-sama tahu ilmunya (مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ) atau (مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ), kenapa? karena (بَغْيًا بَيْنَهُمْ) (Karena sifat baghy antara mereka).I’rab baghyan, di sini manshub kalau kata Abu Hayyan dalam Tafsir Al-Bahr Al-Muhtih 2/147, karena ‘amil tersembunyi yang ditunjukkan kalimat sebelumnya.Menurut Asy-Syaukani dalam Fath Al-Qadir jilid 1 hal. 270 (cetakan maktabah ‘Ashriyyah 1998) maf’ul bih, tapi kok saya curiga mungkin salah cetak, seharusnya maf’ul li ajlih, karena itulah seharusnya i’rabnya.Artinya, sifat baghy itulah yang menjadi penyebab mereka berselisih padahal sumbernya sama, kebenaran yang mereka purjuangkan juga sama. Tapi karena sifat ingin menguasai sendiri dan tak mau orang lain yang mendapat tempat, maka dicarilah celah untuk bermusuhan. Yang sudah sepakatpun dijadikan berbeda agar pihak lawan terlihat salah dan hanya dia yang benar. Hal seperti itu yang paling banyak menjangkiti jiwa para aktivis dan da’i serta para ulama bahkan pejuang jihad saat ini.Tafsirannya sebagai kedengkian dikuatkan dari pernyataan Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa jilid 10 hal 127:وَالْحَسَدُ يُوجِبُ الْبَغْيَ كَمَا أَخْبَرَ اللَّهُ تَعَالَى عَمَّنْ قَبْلَنَا: أَنَّهُمْ اخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمْ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَلَمْ يَكُنْ اخْتِلَافُهُمْ لِعَدَمِ الْعِلْمِ بَلْ عَلِمُوا الْحَقَّ وَلَكِنْ بَغَى بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ كَمَا يَبْغِي الْحَاسِدُ عَلَى الْمَحْسُودِ.“Hasad itu memastikan adanya baghy (tindakan melampaui batas), sebagaimana Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang keadaan kaum sebelum kita di mana mereka berselisih setelah datangnya ilmu, lantara sifat baghy antara mereka. Maka perselisihan antar mereka bukan karena ketiadaan ilmu justru mereka sudah tahu kebenaran, tapi perselisihan itu muncul lantaran adanya rundungan sebagian mereka terhadap sebagian yang lain sebagaimana merundung (menyerang)nya orang yang dengki kepada orang yang didengkinya.”Inilah sebab berpecahnya ummat terutama kalangan alimnya, rasa dengki kepada prestasi atau capaian alim yang lain sehingga melakukan tindakan baghy (merundung melampaui batas), gengsi menerima dan menghargai prestasi sahabatnya dll.Itu pula yang diwanti-wanti dalam hadits Nabi dari Abu Hurairah,سيصيب أمتي داء الأمم فقالوا : يا رسول الله و ما داء الأمم ؟ قال : الأَشَرُّ وَالْبَطَرُ و التكاثر و التناجش في الدنيا و التباغض و التحاسد حتى يكون البغي“Ummatku ini akan dirundung penyakit ummat-ummat terdahulu.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulallah, apa penyakit mereka?” Beliau menjawab,Al-Asyarr (banga diri).Al-Bathar (sombong dengan merendahkan orang lain).Takatsur (bermewahan).Tanajusy (berlomba meninggikan harga guna mempengaruhi orang lain) untuk kehidupan dunia.Tabaghudh (saling marahan dan menyimpan kebencian, sentimen).Tahasud (saling dengki) sampai akhirnya terjadilah baghy.– HR. Al-Hakim dan dia katakan shahih, disetujui oleh Adz-DzahabiJuga ada hadits Zubair bin Awwam yang ada dalam sunan At-Tirmidzi dengan sanad lemah karena tidak disebutkannya nama Mawla Zubair yang meriwayatkan hadits ini dari Zubair, ini namanya mubham dan mubham dhaif. Tapi maknanya bisa naik derajat jadi hasan li ghairih dengan hadits Abu Hurairah di atas,دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الأُمَمِ قَبْلَكُمْ: الحَسَدُ وَالبَغْضَاءُ، هِيَ الحَالِقَةُ، لاَ أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعَرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ“Kalian akan diserang penyakit ummat terdahulu yaitu dengki dan sentimen. Itu adalah pencukur, tidak kukatakan mencukur rambut tapi mencukur agama.”Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهSumber https://sabili.id/baghyi-sebagai-penyebab-perpecahan-antar-orang-alim/.

Baghyi Sebagai Penyebab Perpecahan Antar Orang AlimJanuari 10, 2024 Inilah sebab berpecahnya ummat terutama kalangan alimnya, rasa dengki kepada prestasi atau capaian alim yang lain sehingga melakukan tindakan baghy (merundung melampaui batas).Baghyi, itulah salah satu penyebab perpecahan di kalangan Bani Isra'il dan ummat terdahulu sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 213, surah Ali Imran ayat … Lanjutkan membaca Baghyi Sebagai Penyebab Perpecahan Antar Orang AlimJanuari 10, 2024 Inilah sebab berpecahnya ummat terutama kalangan alimnya, rasa dengki kepada prestasi atau capaian alim yang lain sehingga melakukan tindakan baghy (merundung melampaui batas).Baghyi, itulah salah satu penyebab perpecahan di kalangan Bani Isra’il dan ummat terdahulu sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 213, surah Ali Imran ayat 19 dan surah Asy-Syura ayat 14, atau mungkin ada ayat yang lain.Al-Baqarah ayat 213:وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ“Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri.”Surah Ali Imran ayat 19:وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ“Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka.”Asy-Syuura ayat 14:وَمَا تَفَرَّقُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ“Mereka (Ahlulkitab) tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (tentang kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka.”Kata Al-Baghy berdasarkan makna bahasanya adalah keinginan melampaui batas sehingga melakukan apa saja demi melampaui batasan itu.Ar-Raghib Al-Ashfahani dalam kitab al-Mufradaat fii Gharib Al-Qur’an menyatakan bahwa makna bahasa dari baghyi adalah meminta untuk melampaui sesuatu dari yang semestinya baik faktanya akan melewati maupun tidak, dalam hal kualitas maupun kuantitas. Sementara Ibnu Faris dalam Maqayis Al-Lughah mengatakan asal huruf ba’ghain dan ya’ adalah asal dari kata tersebut yang memiliki dua arti, yaitu meminta sesuatu, dan kedua berarti sebuah jenis kerusakan.Makna kedua inilah yang lebih sering dipakai dalam bahasa Al-Qur’an maupun hadits, yaitu melampaui batas sehingga menimbulkan kerusakan. Makanya semua kegiatan di luar batas kewajaran dinamakan baghy.Adapun makna kata baghyi untuk ketiga ayat di atas, di mana dia menjadi penyebab perpecahan dan perselisihan antar sesama kaum alim di kalangan ummat ahli kitab adalah jenis sifat yang merupakan hasil dari hasad atau kedengkian dalam bentuk susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah.Dengki atau hasad termasuk salah satu bagian dari baghy. Makanya dalam kedua ayat di atas mereka berpecah bukan karena kejahilan tapi justru setelah mereka sama-sama tahu ilmunya (مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ) atau (مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ), kenapa? karena (بَغْيًا بَيْنَهُمْ) (Karena sifat baghy antara mereka).I’rab baghyan, di sini manshub kalau kata Abu Hayyan dalam Tafsir Al-Bahr Al-Muhtih 2/147, karena ‘amil tersembunyi yang ditunjukkan kalimat sebelumnya.Menurut Asy-Syaukani dalam Fath Al-Qadir jilid 1 hal. 270 (cetakan maktabah ‘Ashriyyah 1998) maf’ul bih, tapi kok saya curiga mungkin salah cetak, seharusnya maf’ul li ajlih, karena itulah seharusnya i’rabnya.Artinya, sifat baghy itulah yang menjadi penyebab mereka berselisih padahal sumbernya sama, kebenaran yang mereka purjuangkan juga sama. Tapi karena sifat ingin menguasai sendiri dan tak mau orang lain yang mendapat tempat, maka dicarilah celah untuk bermusuhan. Yang sudah sepakatpun dijadikan berbeda agar pihak lawan terlihat salah dan hanya dia yang benar. Hal seperti itu yang paling banyak menjangkiti jiwa para aktivis dan da’i serta para ulama bahkan pejuang jihad saat ini.Tafsirannya sebagai kedengkian dikuatkan dari pernyataan Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa jilid 10 hal 127:وَالْحَسَدُ يُوجِبُ الْبَغْيَ كَمَا أَخْبَرَ اللَّهُ تَعَالَى عَمَّنْ قَبْلَنَا: أَنَّهُمْ اخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمْ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَلَمْ يَكُنْ اخْتِلَافُهُمْ لِعَدَمِ الْعِلْمِ بَلْ عَلِمُوا الْحَقَّ وَلَكِنْ بَغَى بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ كَمَا يَبْغِي الْحَاسِدُ عَلَى الْمَحْسُودِ.“Hasad itu memastikan adanya baghy (tindakan melampaui batas), sebagaimana Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang keadaan kaum sebelum kita di mana mereka berselisih setelah datangnya ilmu, lantara sifat baghy antara mereka. Maka perselisihan antar mereka bukan karena ketiadaan ilmu justru mereka sudah tahu kebenaran, tapi perselisihan itu muncul lantaran adanya rundungan sebagian mereka terhadap sebagian yang lain sebagaimana merundung (menyerang)nya orang yang dengki kepada orang yang didengkinya.”Inilah sebab berpecahnya ummat terutama kalangan alimnya, rasa dengki kepada prestasi atau capaian alim yang lain sehingga melakukan tindakan baghy (merundung melampaui batas), gengsi menerima dan menghargai prestasi sahabatnya dll.Itu pula yang diwanti-wanti dalam hadits Nabi dari Abu Hurairah,سيصيب أمتي داء الأمم فقالوا : يا رسول الله و ما داء الأمم ؟ قال : الأَشَرُّ وَالْبَطَرُ و التكاثر و التناجش في الدنيا و التباغض و التحاسد حتى يكون البغي“Ummatku ini akan dirundung penyakit ummat-ummat terdahulu.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulallah, apa penyakit mereka?” Beliau menjawab,Al-Asyarr (banga diri).Al-Bathar (sombong dengan merendahkan orang lain).Takatsur (bermewahan).Tanajusy (berlomba meninggikan harga guna mempengaruhi orang lain) untuk kehidupan dunia.Tabaghudh (saling marahan dan menyimpan kebencian, sentimen).Tahasud (saling dengki) sampai akhirnya terjadilah baghy.– HR. Al-Hakim dan dia katakan shahih, disetujui oleh Adz-DzahabiJuga ada hadits Zubair bin Awwam yang ada dalam sunan At-Tirmidzi dengan sanad lemah karena tidak disebutkannya nama Mawla Zubair yang meriwayatkan hadits ini dari Zubair, ini namanya mubham dan mubham dhaif. Tapi maknanya bisa naik derajat jadi hasan li ghairih dengan hadits Abu Hurairah di atas,دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الأُمَمِ قَبْلَكُمْ: الحَسَدُ وَالبَغْضَاءُ، هِيَ الحَالِقَةُ، لاَ أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعَرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ“Kalian akan diserang penyakit ummat terdahulu yaitu dengki dan sentimen. Itu adalah pencukur, tidak kukatakan mencukur rambut tapi mencukur agama.”Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهSumber https://sabili.id/baghyi-sebagai-penyebab-perpecahan-antar-orang-alim/.

Jika kita ketahui ada seseorang yang cinta popularitas dan kencing di sumur zam-zam agar terkenal, maka wajib kita cegah perbuatannya dan kita ingkari, walaupun kita mengetahui maksud dari perbuatannya yang hanya mencari popularitas. Bukan masalah lantas ia menjadi populer, karena betapa banyak orang yang populer namun ternyata popularitas tersebut sama sekali tidak bermanfaat untuknya dan justru memudhartkannya. Yang menjadi masalah ialah tatkala kita diam tanpa mengingkari, ini adalah bak setan bisu, bahkan mengingkari dalam hati saja disifati sebagai selemah-lemahnya iman. Saya sungguh bersyukur atas tersadarnya beberapa orang yang bahkan jauh dari dunia pengajian akan busuknya hakikat partai setan Indonesia yang menyatakan secara frontal melawan syariat. Semisal seseorang yang diluar negeri sana ternyata mengcopas tulisan ust Dony AW tentang sejarah pelaku penolakan poligami dinegeri ini. Banyak yang tercerahkan dengan berbagai sanggahan Ikhwan di medsos ini, karena inilah mungkin yang kita sanggup untuk menyanggah mereka dan menjelaskan hakikat kesesatan mereka kepada khalayak. Apa bila anda diam, saya diam, mereka diam, semua Ikhwan diam….maka bagaimana orang-orang mengetahui hakikat partai setan tersebut ?Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin Tanggal : 17 Desember 2018Sumber :https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=597856677334981&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Jika kita ketahui ada seseorang yang cinta popularitas dan kencing di sumur zam-zam agar terkenal, maka wajib kita cegah perbuatannya dan kita ingkari, walaupun kita mengetahui maksud dari perbuatannya yang hanya mencari popularitas. Bukan masalah lantas ia menjadi populer, karena betapa banyak orang yang populer namun ternyata popularitas tersebut sama sekali tidak bermanfaat untuknya dan … Lanjutkan membaca Jika kita ketahui ada seseorang yang cinta popularitas dan kencing di sumur zam-zam agar terkenal, maka wajib kita cegah perbuatannya dan kita ingkari, walaupun kita mengetahui maksud dari perbuatannya yang hanya mencari popularitas. Bukan masalah lantas ia menjadi populer, karena betapa banyak orang yang populer namun ternyata popularitas tersebut sama sekali tidak bermanfaat untuknya dan justru memudhartkannya. Yang menjadi masalah ialah tatkala kita diam tanpa mengingkari, ini adalah bak setan bisu, bahkan mengingkari dalam hati saja disifati sebagai selemah-lemahnya iman. Saya sungguh bersyukur atas tersadarnya beberapa orang yang bahkan jauh dari dunia pengajian akan busuknya hakikat partai setan Indonesia yang menyatakan secara frontal melawan syariat. Semisal seseorang yang diluar negeri sana ternyata mengcopas tulisan ust Dony AW tentang sejarah pelaku penolakan poligami dinegeri ini. Banyak yang tercerahkan dengan berbagai sanggahan Ikhwan di medsos ini, karena inilah mungkin yang kita sanggup untuk menyanggah mereka dan menjelaskan hakikat kesesatan mereka kepada khalayak. Apa bila anda diam, saya diam, mereka diam, semua Ikhwan diam….maka bagaimana orang-orang mengetahui hakikat partai setan tersebut ?Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin Tanggal : 17 Desember 2018Sumber :https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=597856677334981&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Berkata Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan semoga Allah menjaganya: “Kita tidak akan meninggalkan menjelaskan kebenaran, meskipun kebanyakan dari manusia tidak menerimanya.”⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8593⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8592

Berkata Al-'Allamah Shalih Al-Fauzan semoga Allah menjaganya: "Kita tidak akan meninggalkan menjelaskan kebenaran, meskipun kebanyakan dari manusia tidak menerimanya."⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8593⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8592

دليلان على أن عقيدة الإمام يحيى النووي ليست الأشعرية بل أهل السنة • الشيخ صالح العصيمي وفقه اللهDua Bukti Aqidah Al-Imam Yahya An-Nawawi Bukan Asy’ariyyah Tapi Ahlus Sunnah • Asy-Syaikh Shalih Al-Ushaimi وفقه اللهTwo Proofs that Al-Imam Yahya An-Nawawi Aqidah Is Not Asy’ariyyah But Ahlus Sunnah • Ash-Shaykh Shalih Al-Ushaimi وفقه الله

دليلان على أن عقيدة الإمام يحيى النووي ليست الأشعرية بل أهل السنة • الشيخ صالح العصيمي وفقه اللهDua Bukti Aqidah Al-Imam Yahya An-Nawawi Bukan Asy'ariyyah Tapi Ahlus Sunnah • Asy-Syaikh Shalih Al-Ushaimi وفقه اللهTwo Proofs that Al-Imam Yahya An-Nawawi Aqidah Is Not Asy'ariyyah But Ahlus Sunnah • Ash-Shaykh Shalih Al-Ushaimi وفقه الله

Dengan menjelaskan kufurnya Komunisme juga mengedukasi ummat dari paham-paham kufur serupa dan agar menjauhinya.Komunisme adalah paham kufur yang penganutnya terkena beberapa pembatal-pembatal keislaman;1- Komunisme menganggap semua agama sama. Apakah sama-sama diakui keberadaannya atau sama-sama dimusuhi. Dan ini kekufuran terang.2- Komunisme menganggap nilai-nilai ajarannya lebih layak dianut dan diterapkan daripada ajaran Islam. 3- Komunis di Indonesia menganggap Islam sebagai batu sandungan mereka terbesar. Untuk itu mereka memerangi Islam dengan membuat-buat fitnah terhadap Islam dan ummat Islam dan membunuhi para tokohnya.4- Dalam menjegal Islam dan muslimin orang-orang komunis menghidupkan budaya-budaya lokal yang syirik dengan alasan menjaga warisan leluhur.5- Komunis di Indonesia bekerjasama dengan non muslim dalam memerangi siapa saja yang menghalangi tujuannya termasuk ummat Islam dan ulamanya yang menilai paham ini kufur.6- Komunis apabila mengaku muslim pasti tidak peduli dengan Islam tidak mempelajarinya apalagi mengamalkannyaPoin-poin diatas jika dijabarkan masuk ke dalam mayoritas pembatal-pembatal keislaman yang 10.Dinukil dari : Ustadz Jafar Shalih وفقه اللهTanggal : 1 Oktober 2020Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Fm4Bq3sSMV3EPm1j7ASSJt2DMmKHcmznJmTQy1E2RCdyec2zGjtrLfRaNKokM2oWl&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

Dengan menjelaskan kufurnya Komunisme juga mengedukasi ummat dari paham-paham kufur serupa dan agar menjauhinya.Komunisme adalah paham kufur yang penganutnya terkena beberapa pembatal-pembatal keislaman;1- Komunisme menganggap semua agama sama. Apakah sama-sama diakui keberadaannya atau sama-sama dimusuhi. Dan ini kekufuran terang.2- Komunisme menganggap nilai-nilai ajarannya lebih layak dianut dan diterapkan daripada ajaran Islam. 3- Komunis di Indonesia … Lanjutkan membaca Dengan menjelaskan kufurnya Komunisme juga mengedukasi ummat dari paham-paham kufur serupa dan agar menjauhinya.Komunisme adalah paham kufur yang penganutnya terkena beberapa pembatal-pembatal keislaman;1- Komunisme menganggap semua agama sama. Apakah sama-sama diakui keberadaannya atau sama-sama dimusuhi. Dan ini kekufuran terang.2- Komunisme menganggap nilai-nilai ajarannya lebih layak dianut dan diterapkan daripada ajaran Islam. 3- Komunis di Indonesia menganggap Islam sebagai batu sandungan mereka terbesar. Untuk itu mereka memerangi Islam dengan membuat-buat fitnah terhadap Islam dan ummat Islam dan membunuhi para tokohnya.4- Dalam menjegal Islam dan muslimin orang-orang komunis menghidupkan budaya-budaya lokal yang syirik dengan alasan menjaga warisan leluhur.5- Komunis di Indonesia bekerjasama dengan non muslim dalam memerangi siapa saja yang menghalangi tujuannya termasuk ummat Islam dan ulamanya yang menilai paham ini kufur.6- Komunis apabila mengaku muslim pasti tidak peduli dengan Islam tidak mempelajarinya apalagi mengamalkannyaPoin-poin diatas jika dijabarkan masuk ke dalam mayoritas pembatal-pembatal keislaman yang 10.Dinukil dari : Ustadz Jafar Shalih وفقه اللهTanggal : 1 Oktober 2020Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Fm4Bq3sSMV3EPm1j7ASSJt2DMmKHcmznJmTQy1E2RCdyec2zGjtrLfRaNKokM2oWl&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

ANTARA PUNK, ANARKISME, & YAHUDI

ANTARA PUNK, ANARKISME, & YAHU-DI"Ketika masih aktif bermusik, saya punya salah satu kenalan, mantan anak band namun punya semangat tinggi berdakwah, beliau lebih fokus dakwah dikalangan anak muda terutama dilingkungan musik punk hard core beserta turunannya, dan cara dakwah tersebut lebih jitu karena langsung menyasar, apalagi bisa dikatakan sudah paham waqi' sehingga tidak kaku. Suatu … Lanjutkan membaca ANTARA PUNK, ANARKISME, & YAHUDI

Berkata Syaikhul Islaam Ibnu Taimiyyah rohimahullaahu ta’ala :Wali-wali Allah ta’ala adalah orang-orang yang menelusuri keridhoanNya dengan mengerjakan perintahNya, meninggalkan laranganNya dan bersabar atas ketetapan taqdir dariNya.Oleh : Abdul Hakim Al-Ambarowiy وفقه اللهTanggal : 9 Januari 2021Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0kx98vEReJNnoE1x973hn8oAWsLLHWKN3kD9xDm9c71ATZZWkSLVyAoLU1CyiEfHHl&id=100010173913405&mibextid=Nif5oz

Berkata Syaikhul Islaam Ibnu Taimiyyah rohimahullaahu ta'ala :Wali-wali Allah ta'ala adalah orang-orang yang menelusuri keridhoanNya dengan mengerjakan perintahNya, meninggalkan laranganNya dan bersabar atas ketetapan taqdir dariNya.Oleh : Abdul Hakim Al-Ambarowiy وفقه اللهTanggal : 9 Januari 2021Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0kx98vEReJNnoE1x973hn8oAWsLLHWKN3kD9xDm9c71ATZZWkSLVyAoLU1CyiEfHHl&id=100010173913405&mibextid=Nif5oz

Berkata Ibnu Bazz semoga Allah merahmatinya: “Kalaulah orang-orang benar itu diam dari menerangkan yang benar maka tentu orang-orang yang salah akan terus menerus di atas kesalahan mereka, orang-orang selain mereka akan ikut-ikutan pada kesalahan mereka lalu kembali orang-orang yang diam itu dengan membawa dosa menyembunyikan kebenaran.” ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8588⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8587

Berkata Ibnu Bazz semoga Allah merahmatinya: "Kalaulah orang-orang benar itu diam dari menerangkan yang benar maka tentu orang-orang yang salah akan terus menerus di atas kesalahan mereka, orang-orang selain mereka akan ikut-ikutan pada kesalahan mereka lalu kembali orang-orang yang diam itu dengan membawa dosa menyembunyikan kebenaran." ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8588⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8587

Inilah penilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Sulaiman bin Nashir al-‘Ulwan وفقه الله tentang manhaj Asy-Syaikh Muhammad bin Nuh Najati al-Albani dalam ilmu hadits.https://youtu.be/ewbH903naacReferensi : https://t.me/mfebby_angga/802

Inilah penilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Sulaiman bin Nashir al-‘Ulwan وفقه الله tentang manhaj Asy-Syaikh Muhammad bin Nuh Najati al-Albani dalam ilmu hadits.https://youtu.be/ewbH903naac Referensi : https://t.me/mfebby_angga/802