Dahulu para ulama jika melihat syubuhat mereka membantah ilmiah dengan menulis risalah Ar-Radd ‘ala Fulan, kaysfus Syubuhat dan semisalnya. Mereka menyanggah secara ilmiah dan menerangkan dengan mendetail secara ilmiah dengan referensi yang kuat berdasarkan pemahaman salaful ummah. Sedangkan ustadz dan ikhwan pengajian saat ini jika mendapati sesuatu hal yang mereka ingkari dan mengancam eksistensi mereka, mereka hanya cuap-cuap “Awas Syubhat” dan semisalnya tanpa bisa menyanggah secara ilmiah apalagi memiliki sedikit nyali ilmiah untuk berdiskusi langsung karena miskin literasi dan hanya mengandalkan doktrinisme : semua yang berbeda pemahaman pasti sesat dan salah !Jargon kajian ilmiah hanyalah pepesan kosong ternyata

Dahulu para ulama jika melihat syubuhat mereka membantah ilmiah dengan menulis risalah Ar-Radd 'ala Fulan, kaysfus Syubuhat dan semisalnya. Mereka menyanggah secara ilmiah dan menerangkan dengan mendetail secara ilmiah dengan referensi yang kuat berdasarkan pemahaman salaful ummah. Sedangkan ustadz dan ikhwan pengajian saat ini jika mendapati sesuatu hal yang mereka ingkari dan mengancam eksistensi mereka, … Lanjutkan membaca Dahulu para ulama jika melihat syubuhat mereka membantah ilmiah dengan menulis risalah Ar-Radd ‘ala Fulan, kaysfus Syubuhat dan semisalnya. Mereka menyanggah secara ilmiah dan menerangkan dengan mendetail secara ilmiah dengan referensi yang kuat berdasarkan pemahaman salaful ummah. Sedangkan ustadz dan ikhwan pengajian saat ini jika mendapati sesuatu hal yang mereka ingkari dan mengancam eksistensi mereka, mereka hanya cuap-cuap “Awas Syubhat” dan semisalnya tanpa bisa menyanggah secara ilmiah apalagi memiliki sedikit nyali ilmiah untuk berdiskusi langsung karena miskin literasi dan hanya mengandalkan doktrinisme : semua yang berbeda pemahaman pasti sesat dan salah !Jargon kajian ilmiah hanyalah pepesan kosong ternyata

SADARKAH KITA BAHWA KITA INI ADALAH PARA PELAKU DOSA BESAR?Imam Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi‘i rahimahullah berkata,الْكَبِيرَةُ التِّسْعُونَ وَالْحَادِيَةُ وَالثَّانِيَةُ وَالتِّسْعُونَ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ: تَرْكُ الْجِهَادِ عِنْدَ تَعَيُّنِهِ بِأَنْ دَخَلَ الْحَرْبِيُّونَ دَارَ الْإِسْلَامِ أَوْ أَخَذُوا مُسْلِمًا…“Dosa besar ke-391 dan ke-392 adalah tidak berjihad ketika hukum jihad hukumnya fardu ain, yaitu ketika orang-orang kafir harbi memasuki suatu negeri Islam atau mereka menawan seorang muslim…””Penjelasan:1. Berdasarkan perkataan Ibnu Hajar di sini, maka hukum jihad saat ini adalah fardu ain karena negeri-negeri Islam, seperti Palestina, Turkistan Timur (Xinjiang-China), dan Somalia, dimasuki oleh orang-orang kafir harbi. Begitu pula karena orang-orang kafir menawan/memenjarakan banyak kaum muslimin di berbagai tempat, seperti di Guantanamo, di Xinjiang (China), dan di Israel-Palestina.2. Karena hukum jihad saat ini adalah fardu ain, artinya setiap mukalaf yang mampu melaksanakannya, namun tidak melakukannya, maka dia telah terjatuh pada dosa besar. Wallahul musta‘an.”

SADARKAH KITA BAHWA KITA INI ADALAH PARA PELAKU DOSA BESAR?Imam Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi‘i rahimahullah berkata,الْكَبِيرَةُ التِّسْعُونَ وَالْحَادِيَةُ وَالثَّانِيَةُ وَالتِّسْعُونَ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ: تَرْكُ الْجِهَادِ عِنْدَ تَعَيُّنِهِ بِأَنْ دَخَلَ الْحَرْبِيُّونَ دَارَ الْإِسْلَامِ أَوْ أَخَذُوا مُسْلِمًا...“Dosa besar ke-391 dan ke-392 adalah tidak berjihad ketika hukum jihad hukumnya fardu ain, yaitu ketika orang-orang kafir harbi memasuki suatu negeri … Lanjutkan membaca SADARKAH KITA BAHWA KITA INI ADALAH PARA PELAKU DOSA BESAR?Imam Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi‘i rahimahullah berkata,الْكَبِيرَةُ التِّسْعُونَ وَالْحَادِيَةُ وَالثَّانِيَةُ وَالتِّسْعُونَ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ: تَرْكُ الْجِهَادِ عِنْدَ تَعَيُّنِهِ بِأَنْ دَخَلَ الْحَرْبِيُّونَ دَارَ الْإِسْلَامِ أَوْ أَخَذُوا مُسْلِمًا…“Dosa besar ke-391 dan ke-392 adalah tidak berjihad ketika hukum jihad hukumnya fardu ain, yaitu ketika orang-orang kafir harbi memasuki suatu negeri Islam atau mereka menawan seorang muslim…””Penjelasan:1. Berdasarkan perkataan Ibnu Hajar di sini, maka hukum jihad saat ini adalah fardu ain karena negeri-negeri Islam, seperti Palestina, Turkistan Timur (Xinjiang-China), dan Somalia, dimasuki oleh orang-orang kafir harbi. Begitu pula karena orang-orang kafir menawan/memenjarakan banyak kaum muslimin di berbagai tempat, seperti di Guantanamo, di Xinjiang (China), dan di Israel-Palestina.2. Karena hukum jihad saat ini adalah fardu ain, artinya setiap mukalaf yang mampu melaksanakannya, namun tidak melakukannya, maka dia telah terjatuh pada dosa besar. Wallahul musta‘an.”

Imam Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah berkata,الْكَبِيرَةُ التِّسْعُونَ وَالْحَادِيَةُ وَالثَّانِيَةُ وَالتِّسْعُونَ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ: تَرْكُ الْجِهَادِ عِنْدَ تَعَيُّنِهِ بِأَنْ دَخَلَ الْحَرْبِيُّونَ دَارَ الْإِسْلَامِ أَوْ أَخَذُوا مُسْلِمًا…“Dosa besar ke-391 dan ke-392 adalah tidak berjihad ketika hukum jihad hukumnya fardu ain, yaitu ketika orang-orang kafir harbi memasuki suatu negeri Islam atau mereka menawan seorang muslim…” [az-Zawajir, 2/269]Wallahu Ta‘ala a‘lam

Imam Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah berkata,الْكَبِيرَةُ التِّسْعُونَ وَالْحَادِيَةُ وَالثَّانِيَةُ وَالتِّسْعُونَ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ: تَرْكُ الْجِهَادِ عِنْدَ تَعَيُّنِهِ بِأَنْ دَخَلَ الْحَرْبِيُّونَ دَارَ الْإِسْلَامِ أَوْ أَخَذُوا مُسْلِمًا...“Dosa besar ke-391 dan ke-392 adalah tidak berjihad ketika hukum jihad hukumnya fardu ain, yaitu ketika orang-orang kafir harbi memasuki suatu negeri Islam atau mereka menawan seorang muslim...” [az-Zawajir, 2/269]Wallahu Ta‘ala a‘lam.(Febby … Lanjutkan membaca Imam Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah berkata,الْكَبِيرَةُ التِّسْعُونَ وَالْحَادِيَةُ وَالثَّانِيَةُ وَالتِّسْعُونَ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ: تَرْكُ الْجِهَادِ عِنْدَ تَعَيُّنِهِ بِأَنْ دَخَلَ الْحَرْبِيُّونَ دَارَ الْإِسْلَامِ أَوْ أَخَذُوا مُسْلِمًا…“Dosa besar ke-391 dan ke-392 adalah tidak berjihad ketika hukum jihad hukumnya fardu ain, yaitu ketika orang-orang kafir harbi memasuki suatu negeri Islam atau mereka menawan seorang muslim…” [az-Zawajir, 2/269]Wallahu Ta‘ala a‘lam

“Umat Islam seluruhnya berdosa, selama sejengkal tanah dari negeri Islam atau yang ada pada masa dahulu pernah menjadi negara Islam masih ada dalam cengkraman orang kafir.”[Doktor. Abdullah Azzam. Tarbiyah Jihadiyah: 2/96]

"Umat Islam seluruhnya berdosa, selama sejengkal tanah dari negeri Islam atau yang ada pada masa dahulu pernah menjadi negara Islam masih ada dalam cengkraman orang kafir."[Doktor. Abdullah Azzam. Tarbiyah Jihadiyah: 2/96]Dinukil dari : Ustadz Dody Kurniawan Tanggal : 26 Oktober 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0iF5N8GmoAYP4RNDcWcyoTbX1MPVtEppN5iv18tmMcNSNsuvhjSbuBCURP83cXQ8gl&id=100091520382527&mibextid=Nif5oz

“Jika Ada seorang muslimah di timur ditawan, maka wajib bagi muslim yang berada di barat bumi membebaskannya”[Doktor. Abdullah Azzam. Tarbiyah Jihadiyah: 2/82]

"Jika Ada seorang muslimah di timur ditawan, maka wajib bagi muslim yang berada di barat bumi membebaskannya"[Doktor. Abdullah Azzam. Tarbiyah Jihadiyah: 2/82]Dinukil dari : Ustadz Dody Kurniawan Tanggal : 25 Oktober 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0S5j4x1XGoxCz3GPCsqrTNDkRJs824QZ4Ru7kawjgtYgK2D6hKzdMYNiodKZG1eiCl&id=100091520382527&mibextid=Nif5oz

“Jika Ada seorang muslimah di timur ditawan, maka wajib bagi muslim yang berada di barat bumi membebaskannya”[Doktor. Abdullah Azzam. Tarbiyah Jihadiyah: 2/82]

"Jika Ada seorang muslimah di timur ditawan, maka wajib bagi muslim yang berada di barat bumi membebaskannya"[Doktor. Abdullah Azzam. Tarbiyah Jihadiyah: 2/82]Dinukil dari : Ustadz Dody Kurniawan Tanggal : 25 Oktober 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0S5j4x1XGoxCz3GPCsqrTNDkRJs824QZ4Ru7kawjgtYgK2D6hKzdMYNiodKZG1eiCl&id=100091520382527&mibextid=Nif5oz

➡️ Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menginstruksikan pasukannya untuk menggunakan senjata “bila diperlukan” untuk mencegah protes anti-Israel di negara tersebut.Perintah tersebut dikeluarkan setelah ratusan Muslim Dagestan menyerbu bandara Makhachkala untuk mencegah orang Israel (penerbangan dari Tel Aviv) mendarat di #Dagestan.#Palestina #Chechnya.Source : doam

➡️ Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menginstruksikan pasukannya untuk menggunakan senjata "bila diperlukan" untuk mencegah protes anti-Israel di negara tersebut.Perintah tersebut dikeluarkan setelah ratusan Muslim Dagestan menyerbu bandara Makhachkala untuk mencegah orang Israel (penerbangan dari Tel Aviv) mendarat di #Dagestan.#Palestina #Chechnya.Source : doam https://t.me/mfebby_angga/2969

Nasihat Ibnu Mas’ud رضي الله عنه :Kalian sekarang di jaman kebenaran membimbing hawa nafsu. Dan akan datang suatu jaman, hawa nafsulah yang menyetir kebenaran. Semoga Allah melindungi kita dari jaman tersebut !!

Nasihat Ibnu Mas'ud رضي الله عنه :Kalian sekarang di jaman kebenaran membimbing hawa nafsu. Dan akan datang suatu jaman, hawa nafsulah yang menyetir kebenaran. Semoga Allah melindungi kita dari jaman tersebut !!.Oleh : Jabir Abu Unaisah Tanggal : 3 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02mTw6dpE2Aywx3sZHDny6oDMxmNxmeBu7GZ4xE6X4AWun1a9LS2k7koR2jC6GdEqDl&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

al imām Ahmad bin Hambal menuturkan tentang diri beliau :«كنتُ أحفظ القرآن، فلما طلبت الحديث اشتغلتُ، فسأَلت الله عز وجل أَن يمنَّ عليّ بحفظه، ولم أقل: “في عافية”، فما حفظته إلا في السجن والقيود، فإذا سأَلتَ الله حاجة، فقل: “في عافية”».[ مناقب الإمام أحمد لابن الجوزي (٣٩) ]Aku sudah hafal Qur’an kemudian saat aku mempelajari hadits, akupun tersibukkan oleh hadits dari hafalan Qur’anku. Maka aku berdoa memohon kepada Allah agar mengkaruniakan kepadaku hafal Al Qur’an, tetapi dalam doaku lupa tidak menyebut ” fi ‘afiyah ” yaitu dalam keadaan sehat dan selamat, akhirnya aku baru mampu menghafal Qur’an itu saat aku dalam penjara dan terikat rantai. Makanya kalau anda berdoa memohon kepada Allah jangan lupa untuk menambahkan ” fi ‘afiyah ” dalam keadaan sehat dan selamat !!

al imām Ahmad bin Hambal menuturkan tentang diri beliau :«كنتُ أحفظ القرآن، فلما طلبت الحديث اشتغلتُ، فسأَلت الله عز وجل أَن يمنَّ عليّ بحفظه، ولم أقل: "في عافية"، فما حفظته إلا في السجن والقيود، فإذا سأَلتَ الله حاجة، فقل: "في عافية"».[ مناقب الإمام أحمد لابن الجوزي (٣٩) ]Aku sudah hafal Qur'an kemudian saat aku mempelajari … Lanjutkan membaca al imām Ahmad bin Hambal menuturkan tentang diri beliau :«كنتُ أحفظ القرآن، فلما طلبت الحديث اشتغلتُ، فسأَلت الله عز وجل أَن يمنَّ عليّ بحفظه، ولم أقل: “في عافية”، فما حفظته إلا في السجن والقيود، فإذا سأَلتَ الله حاجة، فقل: “في عافية”».[ مناقب الإمام أحمد لابن الجوزي (٣٩) ]Aku sudah hafal Qur’an kemudian saat aku mempelajari hadits, akupun tersibukkan oleh hadits dari hafalan Qur’anku. Maka aku berdoa memohon kepada Allah agar mengkaruniakan kepadaku hafal Al Qur’an, tetapi dalam doaku lupa tidak menyebut ” fi ‘afiyah ” yaitu dalam keadaan sehat dan selamat, akhirnya aku baru mampu menghafal Qur’an itu saat aku dalam penjara dan terikat rantai. Makanya kalau anda berdoa memohon kepada Allah jangan lupa untuk menambahkan ” fi ‘afiyah ” dalam keadaan sehat dan selamat !!