๐Ÿ“Ž DOA KAFARATUL MAJELIS

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengucapkan ketika di akhir (pertemuan) ketika beliau akan bangun dari majelis, dengan sebuah doa :

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ูˆุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุŒ ุฃุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู’ ู„ุง ุฅู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃู†ุชูŽ ุฃุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆุจู ุฅู„ูŠูƒูŽ

“Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu”


Kemudian Nabi shalallahu alaihi wasallam mengatakan : “Itu adalah kafarat bagi dosa yang terjadi selama di dalam majelis.” (Hadits Riwayah Abu Daud, 4859, Ahmad, 4:425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)