Murji’ah menjadikan seseorang menjadi liberalis dan Pluralis. Tengoklah seseorang yang mengatakan “Yang penting hatinya, buat apa amal ini itu kalau hatinya bla bla”. Ini adalah murji’ah, yang meyakini maksiat tidak mengurangi iman, yang tidak meyakini amalan sebagai penambah keimanan.

Kelak ia juga yang akan membenarkan semua agama, ragu terhadap kebenaran absolut agamanya, sehingga ia pun menjadi murtad baik ia sadari atau ia tidak sadari. Silahkan anda kroscek dan survey sendiri mengenai hal ini.

Ini adalah fakta bahwa sumber masalah kita ialah bobroknya Aqidah, kesyrikkan yang merajalela, ummat tidak mengenal pembatal-pembatal keislaman sehingga pagi hari mereka beriman, tidak perlu menunggu petang untuk menjadi murtad karena disiang hari ia sudah menjadi pluralis dengan membenarkan semua agama.

Hanya orang-orang yang bermasalah pada ilmu dan Aqidah yang mengatakan bahwa fokus dakwah kita saat ini bukan masalah Aqidah.

Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه الله
Tanggal : 1 September 2019
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0Jkb3fCHaQfQR32UWTbWTh96YsEyv9X9vQMJkYU4Z3qRdmEW76aPyJyeBzEpiggf5l&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz