Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata dalam risalah kecilnya ini berjudul “Al-Hikam Al-Jadirah bil Idza’ah min Qaulin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bu’itstu bis saif baina yaday as-saa’ah”
ومن أعظم ما حصل به الذل من مخالفة أمر الرسول صلى الله عليه وسلم ترك ما كان عليه من جهاد أعداء الله فمن سلك سبيل الرسول صلى الله عليه وسلم عز، ومن ترك الجهاد مع قدرته عليه ذل. وقد سبق حديث: ” إذا تبايعتم بالعينة واتبعتم أذناب البقر وتركتم الجهاد في سبيل الله سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه من رقابكم حتى تراجعوا دينكم “. ورأى النبي صلى الله عليه وسلم سكة الحرث فقال: ” ما دخلت دار قوم إلا دخلها الذل “. فمن ترك ما كان عليه النبي صلى الله عليه وسلم من الجهاد مع قدرته واشتغل عنه بتحصيل الدنيا من وجوهها المباحة حصل له من الذل فكيف إذا اشتغل عن الجهاد بجمع الدنيا من وجوهها المحرمة؟
“Di antara sebab kehinaan paling besar adalah menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan meninggalkan jihad melawan musuh Allah. Maka siapa yang menempuh jalan Rasulullah niscaya dia akan mulia, tapi yang meninggalkan jihad padahal dia mampu maka dia akan terhina.
Telah berlalu hadits, “Jika kalian telah berjual beli dengan sistem ‘iinah, mengikuti ekor sapi, dan kalian tinggalkan jihad maka Allah akan menguasakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan Dia cabut sampai kalian kembali kepada agama kalian.”
Nabi ﷺ juga melihat alat pembajak sawah maka beliau bersabda, “Tidaklah ini masuk ke rumah satu kaum kecuali akan masuk pula kerendahan (inverior).”
Maka siapa saja yang meninggalkan apa yang dilakukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam berupa jihad padahal mampu dan lebih menyibukkan diri dengan menghasilkan dunia yang mubah akan tertimpa kehinaan. Apalagi kalau menghasilkannya dengan cara yang haram.”
===============
Maka mereka yang mengangkat senjata di pihak muqawamah sana itulah yang menjalankan sunnah Rasulullah dan salafus shalih. Adapun penggembosnya melakasanakan sunnah salaf juga tapi salafnya adalah Abdullah bin Ubay bin Salul.
Mereka yang menyerah tak mau melawan penjajah dan menyibukkan diri dengan kehidupan dunia akan hina di sisi Allah, mereka harus tunduk kepada musuh dan disetir oleh musuh seperti halnya pemimpin boneka Israel di Tepi Barat. Tapi yang menempuh jalan jihad maka matinya adalah syahid, dan hidupnya tegak kepala di hadapan musuh Allah.
Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim
Tanggal : 13 November 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0UF62E63j4wXMcVzSBNgRh5KC4hTKv5TLgYr3cwjgiKy9wfzsjiQqqE5c3AF4TDGjl&id=100008323988274&mibextid=Nif5oz
