jika anda bertanya kenapa kaum murji’ah terbiasa dzalim dengan segala makarnya terhadap orang islam ? dijawab oleh dua imam ahlus sunnah, imam sufyan bin said ats tsauri dan imam yusuf bin asbat saat menjelaskan ajaran murji’ah diantaranya : ” dan mereka berpendapat bolehnya membunuh ahlul kiblat / umat Muhammad !! “.Oleh : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 12 Desember 2022Sumber : https://www.facebook.com/share/p/rrnxMt6RE7LwHZxE/?mibextid=Nif5oz

jika anda bertanya kenapa kaum murji'ah terbiasa dzalim dengan segala makarnya terhadap orang islam ? dijawab oleh dua imam ahlus sunnah, imam sufyan bin said ats tsauri dan imam yusuf bin asbat saat menjelaskan ajaran murji'ah diantaranya : " dan mereka berpendapat bolehnya membunuh ahlul kiblat / umat Muhammad !! ".Oleh : Jabir Abu Unaisah … Lanjutkan membaca jika anda bertanya kenapa kaum murji’ah terbiasa dzalim dengan segala makarnya terhadap orang islam ? dijawab oleh dua imam ahlus sunnah, imam sufyan bin said ats tsauri dan imam yusuf bin asbat saat menjelaskan ajaran murji’ah diantaranya : ” dan mereka berpendapat bolehnya membunuh ahlul kiblat / umat Muhammad !! “.Oleh : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 12 Desember 2022Sumber : https://www.facebook.com/share/p/rrnxMt6RE7LwHZxE/?mibextid=Nif5oz

Ditanyakan kepada Imam Malik, “Bagaimana Kabarmu Pagi Ini?”Beliau menjawab “Adapun umurku berkurang, adapun dosaku bertambah”.كتاب شرح الزرقاني على الموطأ (١/٥٤)https://t.me/fawaidmalikiyyah/24.

Ditanyakan kepada Imam Malik, “Bagaimana Kabarmu Pagi Ini?”Beliau menjawab “Adapun umurku berkurang, adapun dosaku bertambah”.كتاب شرح الزرقاني على الموطأ (١/٥٤)https://t.me/fawaidmalikiyyah/24.

Salah satu Bentuk wala(loyalitas) kepada orang kafir .Point’ ke- 6 yaitu Mudahanah: bersikap lunak, bersikap manis dan menaruh perhatikan kepada mereka spy TDK dicap ekstrimis.Ketahuilah bahwa ini salah satu perangkap setan.Kitab Al wala Wal bara’Dinukil dari akun facebook bernama : Kurir Alfath Unaaha Konawe وفقه اللهTanggal : 6 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/kS3SqCqfn1d59JN6/?mibextid=Nif5oz

Salah satu Bentuk wala(loyalitas) kepada orang kafir .Point' ke- 6 yaitu Mudahanah: bersikap lunak, bersikap manis dan menaruh perhatikan kepada mereka spy TDK dicap ekstrimis.Ketahuilah bahwa ini salah satu perangkap setan.Kitab Al wala Wal bara'Dinukil dari akun facebook bernama : Kurir Alfath Unaaha Konawe وفقه اللهTanggal : 6 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/kS3SqCqfn1d59JN6/?mibextid=Nif5oz

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- berkata : “Maka ketahuilah, bahwasanya al-Haq (kebenaran) itu jika telah nampak dan jelas, maka tidaklah membahayakannya dengan banyaknya orang yang menyelisihi, tidak juga dengan sedikitnya orang yang sepakat”.(Fatāwā wa Masā-il, hal 88)Dinukil dari : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه اللهTanggal : 21 Juli 2021Sumber : https://www.facebook.com/share/p/PjtTc2TYEUC9bjSm/?mibextid=oFDknk

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- berkata : "Maka ketahuilah, bahwasanya al-Haq (kebenaran) itu jika telah nampak dan jelas, maka tidaklah membahayakannya dengan banyaknya orang yang menyelisihi, tidak juga dengan sedikitnya orang yang sepakat".(Fatāwā wa Masā-il, hal 88)Dinukil dari : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه اللهTanggal : 21 Juli 2021Sumber : https://www.facebook.com/share/p/PjtTc2TYEUC9bjSm/?mibextid=oFDknk

Langkah-langkah setan dalam mengeluarkan seseorang dari tauhid (Islam) dan itsbat (sunnah) kepada kesyirikan dan ta’thil (bid’ah) melalui pintu tafaquh madzhabi (mendalami mazhab) 1- Menjauhi kitab-kitab salaf dahulu yang mentaqrir akidah ahlus sunnah wa al Jamaah 2- Sibuk mempelajari buku-buku fikih karya mutaakhirin (ulama belakangan) dan buku-buku ushul fikih secara berlebihan dan melampaui batas 3- Mempelajari kitab-kitab fikih mutaakhirin kepada guru ahli bid’ah4- Meremehkan peringatan terhadap bid’ah dan dan penyimpangan yang ada di kitab-kitab fikih karya mutaakhirin dan meremehkan pengingkaran terhadap ahli bid’ah mengamalkan kaidah “Bersatu dalam hal yang disepakati dan memaafkan dalam hal yang diperselisihkan” di bawah slogan “Ambil baiknya buang buruknya” 5- Memposisikan kebid’ahan dan penyimpangan tadi sebagai bentuk beda ijtihad dan beda pendapat yang boleh diikuti. 6- Mengagungkan para pembesar kebid’ahan dan membangun cinta dan benci pada diri mereka7- Mendahulukan mereka dari pada ulama salaf dan ulama tauhid8- Menjauhi para penuntut ilmu salafi sedikit demi sedikit dan sebaliknya menjadikan ahli bid’ah sebagai teman dekat9- Mencela salafi muwahhid dan menganggap bahwa mereka bodoh serta mencela niat lurus mereka. 10- Menerima bid’ah yang terdapat dalam kitab-kitab fikih mutaakhirin seperti perayaan maulid nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 11- Mengelompokkan Asya’irah dan Maturidiyah sebagai Ahlus Sunnah bersama-sama dengan Ahlul Hadits.12- Menjadikan sebagian perbuatan yang mengantarkan kepada syirik akbar sebagai masalah-masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya seperti persoalan meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya, bersumpah dengan selain nama Allah, tabarruk dengan ludah masyaikh/kiyai.13- Menguatkan pendapat disyariatkannya meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya. 14- Menjadikan masalah sifat Allah sebagi masalah khilafiyah 15- Menerima madzhab mufawwidhah dalam persoalan sifat Allah dan terjatuh dalam madzhab Jahmiyah Mu’athilah (yang menolak sifat-sifat Allah)16- Menuduh Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah berkhianat dan menganggap mereka telah menyelisihi umat. Maksudnya adalah para fuqaha’ belakangan dari kalangan Asya’irah dan Maturidiyah.17- Menjadikan masalah meminta doa kepada mayit termasuk masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya18- Menganut madzhab Quburiyah dalam membolehkan minta do’a dan syafa’at dari kubur dan terjatuh ke dalam syirik akbar. 19- Menyatakan permusuhan dengan salafi dan menamai mereka sebagai Wahabi, Khawarij serta menbid’ahkan mereka bahkan dalam berbagai momen, sampai mengkafirkan mereka, kekal di neraka jika ia mati diatas hal tersebutPeringatan: kami bukan anti mazhab yang sesuai kaidah. Hal-hal yang ada disini bukanlah sekedar penyataan-pernyataan yang tidak ada hakikatnya. Justru hal-hal ini banyak terjadi pada para da’i dan penuntut ilmu di masa ini. Sehingga mereka berubah menjadi da’i yang mengajak kepada kesyirikan dan ta’thil padahal sebelumnya mereka sudah menjadi da’i tauhid dan salafi. Ditulis oleh: Syaikh Abdul Lathif Ar-Rawi Diterjemahkan oleh: Abu Muddakir Dawud Muslim, siswa kelas XII Pesantren Tahfidz Sahabat TeladanDinukil dari halaman facebook bernama : Ngaji Tauhid Tanggal : 6 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/aZYdvBiEbDbGxQUK/?mibextid=oFDknk

Langkah-langkah setan dalam mengeluarkan seseorang dari tauhid (Islam) dan itsbat (sunnah) kepada kesyirikan dan ta’thil (bid'ah) melalui pintu tafaquh madzhabi (mendalami mazhab) 1- Menjauhi kitab-kitab salaf dahulu yang mentaqrir akidah ahlus sunnah wa al Jamaah 2- Sibuk mempelajari buku-buku fikih karya mutaakhirin (ulama belakangan) dan buku-buku ushul fikih secara berlebihan dan melampaui batas 3- Mempelajari … Lanjutkan membaca Langkah-langkah setan dalam mengeluarkan seseorang dari tauhid (Islam) dan itsbat (sunnah) kepada kesyirikan dan ta’thil (bid’ah) melalui pintu tafaquh madzhabi (mendalami mazhab) 1- Menjauhi kitab-kitab salaf dahulu yang mentaqrir akidah ahlus sunnah wa al Jamaah 2- Sibuk mempelajari buku-buku fikih karya mutaakhirin (ulama belakangan) dan buku-buku ushul fikih secara berlebihan dan melampaui batas 3- Mempelajari kitab-kitab fikih mutaakhirin kepada guru ahli bid’ah4- Meremehkan peringatan terhadap bid’ah dan dan penyimpangan yang ada di kitab-kitab fikih karya mutaakhirin dan meremehkan pengingkaran terhadap ahli bid’ah mengamalkan kaidah “Bersatu dalam hal yang disepakati dan memaafkan dalam hal yang diperselisihkan” di bawah slogan “Ambil baiknya buang buruknya” 5- Memposisikan kebid’ahan dan penyimpangan tadi sebagai bentuk beda ijtihad dan beda pendapat yang boleh diikuti. 6- Mengagungkan para pembesar kebid’ahan dan membangun cinta dan benci pada diri mereka7- Mendahulukan mereka dari pada ulama salaf dan ulama tauhid8- Menjauhi para penuntut ilmu salafi sedikit demi sedikit dan sebaliknya menjadikan ahli bid’ah sebagai teman dekat9- Mencela salafi muwahhid dan menganggap bahwa mereka bodoh serta mencela niat lurus mereka. 10- Menerima bid’ah yang terdapat dalam kitab-kitab fikih mutaakhirin seperti perayaan maulid nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 11- Mengelompokkan Asya’irah dan Maturidiyah sebagai Ahlus Sunnah bersama-sama dengan Ahlul Hadits.12- Menjadikan sebagian perbuatan yang mengantarkan kepada syirik akbar sebagai masalah-masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya seperti persoalan meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya, bersumpah dengan selain nama Allah, tabarruk dengan ludah masyaikh/kiyai.13- Menguatkan pendapat disyariatkannya meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya. 14- Menjadikan masalah sifat Allah sebagi masalah khilafiyah 15- Menerima madzhab mufawwidhah dalam persoalan sifat Allah dan terjatuh dalam madzhab Jahmiyah Mu’athilah (yang menolak sifat-sifat Allah)16- Menuduh Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah berkhianat dan menganggap mereka telah menyelisihi umat. Maksudnya adalah para fuqaha’ belakangan dari kalangan Asya’irah dan Maturidiyah.17- Menjadikan masalah meminta doa kepada mayit termasuk masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya18- Menganut madzhab Quburiyah dalam membolehkan minta do’a dan syafa’at dari kubur dan terjatuh ke dalam syirik akbar. 19- Menyatakan permusuhan dengan salafi dan menamai mereka sebagai Wahabi, Khawarij serta menbid’ahkan mereka bahkan dalam berbagai momen, sampai mengkafirkan mereka, kekal di neraka jika ia mati diatas hal tersebutPeringatan: kami bukan anti mazhab yang sesuai kaidah. Hal-hal yang ada disini bukanlah sekedar penyataan-pernyataan yang tidak ada hakikatnya. Justru hal-hal ini banyak terjadi pada para da’i dan penuntut ilmu di masa ini. Sehingga mereka berubah menjadi da’i yang mengajak kepada kesyirikan dan ta’thil padahal sebelumnya mereka sudah menjadi da’i tauhid dan salafi. Ditulis oleh: Syaikh Abdul Lathif Ar-Rawi Diterjemahkan oleh: Abu Muddakir Dawud Muslim, siswa kelas XII Pesantren Tahfidz Sahabat TeladanDinukil dari halaman facebook bernama : Ngaji Tauhid Tanggal : 6 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/aZYdvBiEbDbGxQUK/?mibextid=oFDknk

MENOLAK KHILAFAH = MENOLAK TATHBIQUSY SYARIAT = MURTAD

MENOLAK KHILAFAH = MENOLAK TATHBIQUSY SYARIAT = MURTADOleh : Berlian bin Muksin Az-ZiyanSebelumnya, saya bukan anggota HTI, bukan juga Alumni 212, bukan juga yang biasa demo dijalan-jalan, tapi saya disini mewakili Muslimin "secara umum", Muslim yang akalnya masih waras, yang akalnya masih tunduk dengan wahyu.Ada sebuah kejadian yang sangat mengherankan belakangan ini, yaitu orang-orang yang … Lanjutkan membaca MENOLAK KHILAFAH = MENOLAK TATHBIQUSY SYARIAT = MURTAD

MEMUSUHI YANG MEREKA TIDAK TAUATAU TAU TAPI BERPALINGOleh : Berlian bin Muksin Az-ZiyanPentingnya belajar islam secara kaffah (totalitas) dengan panduan Al-Quran wa Sunnah dengan Pemahaman Salafushōlih, dengan bimbingan Ulama Rabbaniyyin, karena Islam jika sebatas warisan keluarga, biografi di KTP, atau pakek Peci Nasional, itu tidak menjadikan seseorang menjadi Muslim sejati, sampai ia menerima seluruh Syariat ini dengan penuh ketundukan.Seseorang gak akan tau sesuatu itu Syariat Islam, kecuali dia mempelajarinya, karena merupakan suatu yang mengherankan saat ini orang menisbatkan dirinya ke Islam, tapi benci kepada Syariat Islam itu sendiri.Makanya diantara progam kafir dalam memerangi kaum muslimin dalam “Ghozwatul Fikr” alias Perang Pemikiran adalah membuat mereka “Benci kepada agama mereka sendiri”Ini realita, ada yang anti jilbab, anti cadar, anti poligami, anti jihad, dan yang saat ini viral “Anti Khilafah dan Syariat”.Solusinya bagaimana agar tidak terjangkit demikian?Belajar islam yang bener, sumber yang bener, pembimbing yang bener, dan semua itu sudah kami sebut dipoint paling diatas, lalu mengamalkannya, mendakwahkannya, dan memperjuangkannya.Apabila tidak demikian, akan menjadi kaum perusak yang mengira sedang melakukan perbaikan.2 Muharrom 1442HOleh : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه اللهSumber :https://www.facebook.com/share/p/Gm13wjzuWAVn1VUx/?mibextid=oFDknk

MEMUSUHI YANG MEREKA TIDAK TAUATAU TAU TAPI BERPALINGOleh : Berlian bin Muksin Az-ZiyanPentingnya belajar islam secara kaffah (totalitas) dengan panduan Al-Quran wa Sunnah dengan Pemahaman Salafushōlih, dengan bimbingan Ulama Rabbaniyyin, karena Islam jika sebatas warisan keluarga, biografi di KTP, atau pakek Peci Nasional, itu tidak menjadikan seseorang menjadi Muslim sejati, sampai ia menerima seluruh Syariat … Lanjutkan membaca MEMUSUHI YANG MEREKA TIDAK TAUATAU TAU TAPI BERPALINGOleh : Berlian bin Muksin Az-ZiyanPentingnya belajar islam secara kaffah (totalitas) dengan panduan Al-Quran wa Sunnah dengan Pemahaman Salafushōlih, dengan bimbingan Ulama Rabbaniyyin, karena Islam jika sebatas warisan keluarga, biografi di KTP, atau pakek Peci Nasional, itu tidak menjadikan seseorang menjadi Muslim sejati, sampai ia menerima seluruh Syariat ini dengan penuh ketundukan.Seseorang gak akan tau sesuatu itu Syariat Islam, kecuali dia mempelajarinya, karena merupakan suatu yang mengherankan saat ini orang menisbatkan dirinya ke Islam, tapi benci kepada Syariat Islam itu sendiri.Makanya diantara progam kafir dalam memerangi kaum muslimin dalam “Ghozwatul Fikr” alias Perang Pemikiran adalah membuat mereka “Benci kepada agama mereka sendiri”Ini realita, ada yang anti jilbab, anti cadar, anti poligami, anti jihad, dan yang saat ini viral “Anti Khilafah dan Syariat”.Solusinya bagaimana agar tidak terjangkit demikian?Belajar islam yang bener, sumber yang bener, pembimbing yang bener, dan semua itu sudah kami sebut dipoint paling diatas, lalu mengamalkannya, mendakwahkannya, dan memperjuangkannya.Apabila tidak demikian, akan menjadi kaum perusak yang mengira sedang melakukan perbaikan.2 Muharrom 1442HOleh : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه اللهSumber :https://www.facebook.com/share/p/Gm13wjzuWAVn1VUx/?mibextid=oFDknk

Andai saja orang ini mengatakan:”Selalu saya ingatkan dan tegaskan bahwa perjuangan melawan kesyirikan, kebidahan, dan kemungkaran adalah komitmen yang tak pernah putus.Perjuangan ini kita laksanakan dengan cara dan strategi yang bervariasi. Bisa dengan pendidikan, seminar, diplomasi, atau bahkan dengan cara lain yang mungkin tidak populer di mata masyarakat.Dicaci dan di-bully adalah risiko yang kadang harus kita ambil dari pilihan itu. Karena memang apa yang kita lakukan tidak selalu bisa memuaskan semua orang.Yang pasti tujuan kita satu, menyebarkan kebenaran, merealisasikan tauhid, dan menegakkan sunah hingga ke seluruh wilayah muka bumi ini.”Dinukil dari : https://t.me/mfebby_angga/208.

Andai saja orang ini mengatakan:"Selalu saya ingatkan dan tegaskan bahwa perjuangan melawan kesyirikan, kebidahan, dan kemungkaran adalah komitmen yang tak pernah putus.Perjuangan ini kita laksanakan dengan cara dan strategi yang bervariasi. Bisa dengan pendidikan, seminar, diplomasi, atau bahkan dengan cara lain yang mungkin tidak populer di mata masyarakat.Dicaci dan di-bully adalah risiko yang kadang harus … Lanjutkan membaca Andai saja orang ini mengatakan:”Selalu saya ingatkan dan tegaskan bahwa perjuangan melawan kesyirikan, kebidahan, dan kemungkaran adalah komitmen yang tak pernah putus.Perjuangan ini kita laksanakan dengan cara dan strategi yang bervariasi. Bisa dengan pendidikan, seminar, diplomasi, atau bahkan dengan cara lain yang mungkin tidak populer di mata masyarakat.Dicaci dan di-bully adalah risiko yang kadang harus kita ambil dari pilihan itu. Karena memang apa yang kita lakukan tidak selalu bisa memuaskan semua orang.Yang pasti tujuan kita satu, menyebarkan kebenaran, merealisasikan tauhid, dan menegakkan sunah hingga ke seluruh wilayah muka bumi ini.”Dinukil dari : https://t.me/mfebby_angga/208.

“Umat Islam di negeri yang tak dilanda perang banyak yang getol ingin berjihad, padahal jihad ada di depan mata mereka, yaitu jihad ekonomi.Boikot itu hanya salah satu dari jihad ekonomi itu.Yang lebih urgent adalah pendirian usaha produk muslim yang mampu menggeser produk yang mau diboikot.Bisa jadi mendirikan perusahaan manufaktur yang memproduksi dan memasarkan kebutuhan kaum muslimin adalah jihad yang ditinggalkan. Akibatnya, jadilah kita umat yang kagetan. Yahudi dapat dana perang dari mana? ya dari kantong kaum muslimin.Sekarang mulai kalang kabut nyari syrop dan biskuit kalengan, masak sekelas syrop dan biskuit saja tak mampu membangun pabriknya.”Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 5 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/A3zfDiDFtAjtDcRs/?mibextid=oFDknk

"Umat Islam di negeri yang tak dilanda perang banyak yang getol ingin berjihad, padahal jihad ada di depan mata mereka, yaitu jihad ekonomi.Boikot itu hanya salah satu dari jihad ekonomi itu.Yang lebih urgent adalah pendirian usaha produk muslim yang mampu menggeser produk yang mau diboikot.Bisa jadi mendirikan perusahaan manufaktur yang memproduksi dan memasarkan kebutuhan kaum … Lanjutkan membaca “Umat Islam di negeri yang tak dilanda perang banyak yang getol ingin berjihad, padahal jihad ada di depan mata mereka, yaitu jihad ekonomi.Boikot itu hanya salah satu dari jihad ekonomi itu.Yang lebih urgent adalah pendirian usaha produk muslim yang mampu menggeser produk yang mau diboikot.Bisa jadi mendirikan perusahaan manufaktur yang memproduksi dan memasarkan kebutuhan kaum muslimin adalah jihad yang ditinggalkan. Akibatnya, jadilah kita umat yang kagetan. Yahudi dapat dana perang dari mana? ya dari kantong kaum muslimin.Sekarang mulai kalang kabut nyari syrop dan biskuit kalengan, masak sekelas syrop dan biskuit saja tak mampu membangun pabriknya.”Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 5 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/A3zfDiDFtAjtDcRs/?mibextid=oFDknk

“Di sini penyampaian tema tentang Ramadhan bersama Rasulullah, tadinya saya memang mau menyampaikan tarhib Ramadhan sesuai tema, tapi karena saya disuguhi air minum merk aqua maka bahasan pun berubah pertama mentahdzir air yg ada di depan saya dan mengingat DKM untuk tidak membeli itu lagi, tapi airnya tetap saya habiskan.Kedua, bahasan saya belokkan bahwa Ramadhan bersama Rasulullah itu adalah jihad, tahun pertama Ramadhan diwajibkan yaitu tahun kedua hijriyyah bertepatan dgn terjadinya perang Badar sebagai jihad pertama Rasulullah. Ramadhan diawali dgn jihad di BAdr dan diakhir dengan penaklukkan kota Mekah, maka kalau mau Ramadhan bersama Rasulullah berarti harus paham dan mendukung jihad, termasuk salah satu alatnya yaitu boikot.”Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 3 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/L4jGyeLS1TBxL83v/?mibextid=oFDknk

"Di sini penyampaian tema tentang Ramadhan bersama Rasulullah, tadinya saya memang mau menyampaikan tarhib Ramadhan sesuai tema, tapi karena saya disuguhi air minum merk aqua maka bahasan pun berubah pertama mentahdzir air yg ada di depan saya dan mengingat DKM untuk tidak membeli itu lagi, tapi airnya tetap saya habiskan.Kedua, bahasan saya belokkan bahwa Ramadhan … Lanjutkan membaca “Di sini penyampaian tema tentang Ramadhan bersama Rasulullah, tadinya saya memang mau menyampaikan tarhib Ramadhan sesuai tema, tapi karena saya disuguhi air minum merk aqua maka bahasan pun berubah pertama mentahdzir air yg ada di depan saya dan mengingat DKM untuk tidak membeli itu lagi, tapi airnya tetap saya habiskan.Kedua, bahasan saya belokkan bahwa Ramadhan bersama Rasulullah itu adalah jihad, tahun pertama Ramadhan diwajibkan yaitu tahun kedua hijriyyah bertepatan dgn terjadinya perang Badar sebagai jihad pertama Rasulullah. Ramadhan diawali dgn jihad di BAdr dan diakhir dengan penaklukkan kota Mekah, maka kalau mau Ramadhan bersama Rasulullah berarti harus paham dan mendukung jihad, termasuk salah satu alatnya yaitu boikot.”Dinukil dari : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 3 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/L4jGyeLS1TBxL83v/?mibextid=oFDknk