Toleransi dalam Islam bukan menghormati agama lain, justru seorang muslim wajib membenci agama selain Islam dan mengkafirkan pemeluk agama selain Islam tersebut. Namun bersamaan dengan itu, Islam mengajarkan untuk tidak berbuat zhalim apalagi membunuhi para non-muslim tanpa alasan yang dibenarkan dalam syariat.Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 23 Januari 2020Sumber :https://www.facebook.com/share/p/hkj2U9SErcyJrePu/?mibextid=oFDknk

Toleransi dalam Islam bukan menghormati agama lain, justru seorang muslim wajib membenci agama selain Islam dan mengkafirkan pemeluk agama selain Islam tersebut. Namun bersamaan dengan itu, Islam mengajarkan untuk tidak berbuat zhalim apalagi membunuhi para non-muslim tanpa alasan yang dibenarkan dalam syariat.Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 23 Januari 2020Sumber :https://www.facebook.com/share/p/hkj2U9SErcyJrePu/?mibextid=oFDknk

Kefasihan berbahasa bisa menyihir pendengar Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, ia berkata:أنَّهُ قَدِمَ رَجُلَانِ مِنَ المَشْرِقِ فَخَطَبَا، فَعَجِبَ النَّاسُ لِبَيَانِهِمَا، فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: إنَّ مِنَ البَيَانِ لَسِحْرًا، أوْ: إنَّ بَعْضَ البَيَانِ لَسِحْرٌ”Ada dua orang dari negeri timur datang kemudian berkhutbah. Kemudian orang-orang pun takjub dengan khutbah mereka karena kefasihan tutur kata mereka. Maka Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda: sesungguhnya sebagian kefasihan berbahasa bisa menyihir” (HR. Al Bukhari no.5767).Al bayan dalam hadits ini artinya: fashohah; kefasihan berbahasa. Sehingga makna hadits ini adalah bahwa kefasihan berbahasa bisa menyihir pendengar.Ulama berbeda pendapat apakah hadits ini pujian atau celaan:* Sebagian ulama mengatakan hadits ini adalah pujian, ini pendapat jumhur ulama. Yaitu orang yang menyampaikan kebenaran akan lebih diterima lagi jika bisa menyampaikannya dengan bahasa yang fasih.* Sebagian ulama mengatakan hadits ini adalah celaan, ini pendapat para ulama muhaqqiq. Yaitu hendaknya jangan sampai terpengaruh oleh fasihnya bahasa, terkadang kefasihan berbahasa digunakan untuk menyamarkan kebatilan sehingga nampak seperti kebenaran.Ini pendapat yang kuat, karena dalam hadits ini sudah ada huruf مِنَ (min) yang menunjukkan tab’idh (sebagian). Bahkan dalam lafadz yang lain jelas-jelas menggunakan kata بَعْضَ (sebagian). Sehingga menunjukkan tidak semua kefasihan berbahasa itu tercela. Ada juga yang terpuji. Sehingga pendapat kedua ini lebih mencakup semua makna.Wallahu a’lam.@fawaid_kangaswadSumber : https://t.me/fawaid_kangaswad/3463

Kefasihan berbahasa bisa menyihir pendengar Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu, ia berkata:أنَّهُ قَدِمَ رَجُلَانِ مِنَ المَشْرِقِ فَخَطَبَا، فَعَجِبَ النَّاسُ لِبَيَانِهِمَا، فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: إنَّ مِنَ البَيَانِ لَسِحْرًا، أوْ: إنَّ بَعْضَ البَيَانِ لَسِحْرٌ"Ada dua orang dari negeri timur datang kemudian berkhutbah. Kemudian orang-orang pun takjub dengan khutbah mereka karena kefasihan tutur kata … Lanjutkan membaca Kefasihan berbahasa bisa menyihir pendengar Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, ia berkata:أنَّهُ قَدِمَ رَجُلَانِ مِنَ المَشْرِقِ فَخَطَبَا، فَعَجِبَ النَّاسُ لِبَيَانِهِمَا، فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: إنَّ مِنَ البَيَانِ لَسِحْرًا، أوْ: إنَّ بَعْضَ البَيَانِ لَسِحْرٌ”Ada dua orang dari negeri timur datang kemudian berkhutbah. Kemudian orang-orang pun takjub dengan khutbah mereka karena kefasihan tutur kata mereka. Maka Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda: sesungguhnya sebagian kefasihan berbahasa bisa menyihir” (HR. Al Bukhari no.5767).Al bayan dalam hadits ini artinya: fashohah; kefasihan berbahasa. Sehingga makna hadits ini adalah bahwa kefasihan berbahasa bisa menyihir pendengar.Ulama berbeda pendapat apakah hadits ini pujian atau celaan:* Sebagian ulama mengatakan hadits ini adalah pujian, ini pendapat jumhur ulama. Yaitu orang yang menyampaikan kebenaran akan lebih diterima lagi jika bisa menyampaikannya dengan bahasa yang fasih.* Sebagian ulama mengatakan hadits ini adalah celaan, ini pendapat para ulama muhaqqiq. Yaitu hendaknya jangan sampai terpengaruh oleh fasihnya bahasa, terkadang kefasihan berbahasa digunakan untuk menyamarkan kebatilan sehingga nampak seperti kebenaran.Ini pendapat yang kuat, karena dalam hadits ini sudah ada huruf مِنَ (min) yang menunjukkan tab’idh (sebagian). Bahkan dalam lafadz yang lain jelas-jelas menggunakan kata بَعْضَ (sebagian). Sehingga menunjukkan tidak semua kefasihan berbahasa itu tercela. Ada juga yang terpuji. Sehingga pendapat kedua ini lebih mencakup semua makna.Wallahu a’lam.@fawaid_kangaswadSumber : https://t.me/fawaid_kangaswad/3463

Ketika saya membaca kitab al-J1h4d wal Ijtihad karya Abu Qatadah al-Filashthini, ada satu pembahasan menarik yang menurut saya sesuai dengan realita sekarang. Pembahasan tersebut terkait para tukang sihir.Metode para tukang sihir adalah تزوير الواقع yaitu memanipulasi fakta dan إلباسه لبوس الخداع والتمويه yaitu menyematkan fakta tersebut dengan sematan yang buruk.Tukang sihir adalah seseorang yang memanipulasi pandangan kita sehingga dalam pandangan kita sebuah tongkat malah terlihat seperti wujud ular.Dalam sejarah manusia kebanyakan para th4ghut selalu menggunakan para tukang sihir untuk merealisasikan kepentingannya.Sihir dalam al-Qur’an dan hadits Nabi terdiri dari dua hal, yaitu1. Sihir sebagaimana sihir yang digunakan para tukang sihir Fir’aun ketika menjadikan sebuah tongkat menjadi seekor ular dalam pandangan manusia. Hakikatnya tongkat tersebut tidaklah berubah, tapi yang sebenarnya terjadi pandangan manusialah yang dimanipulasi oleh para tukang sihir.2. Sihir yang merubah suatu hakikat dalam pemikiran manusia entah dengan cara memanipulasi penjelasan atau dengan kemampuan beretorika. Rasulullah bersabda terkait sihir jenis ini:إن من البيان لسحرا”Sesungguhnya diantara susunan kata yang indah benar-benar terdapat sihir”.Dari dua jenis sihir ini terdapat kesamaan, yaitu:Memanipulasi kebenaran dengan menjadikannya buruk dalam pandangan manusia.Tukang sihir di zaman ini mungkin sudah tidak seperti para tukang sihir zaman Fir’aun yang menggunakan kekuatan ghaib. Namun para tukang sihir zaman sekarang lebih mengandalkan retorika dalam menyebarkan sihirnya. Intinya adalah dengan tersingkapnya hakikat atau fakta yang sesungguhnya maka sihir tersebut akan hancur.Sihir mereka telah banyak merubah hakikat syari’at, diantaranya:1. Ajaran tauhid mereka sebut Radikal2. Khilafah mereka sebut pemecah belah3. J1h4d mereka namakan t3r0r4. D3m0kr451 mereka sebut syuro5. Hukum Allah mereka sebut tidak relevan6. Niqab dan jilbab mereka sebut keterbelakangan7. Poligami mereka sebut penindasan terhadap wanitaDan perubahan-perubahan hakikat lainnya yang sudah sangat banyak dirubah dan disebarkan di tengah umat.Artinya disini sudah banyak dari kita yang tersihir oleh kalimat-kalimat indah dari para tukang sihir.إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت وما توفيقي إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب”Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku kembali”. (Hud: 88)Oleh : Ustadz Abu Bakr Al-Banjari وفقه اللهTanggal : 18 Februari 2024Sumber :https://www.facebook.com/share/p/ZdWoJVdjqqzFZRj3/?mibextid=oFDknk

Ketika saya membaca kitab al-J1h4d wal Ijtihad karya Abu Qatadah al-Filashthini, ada satu pembahasan menarik yang menurut saya sesuai dengan realita sekarang. Pembahasan tersebut terkait para tukang sihir.Metode para tukang sihir adalah تزوير الواقع yaitu memanipulasi fakta dan إلباسه لبوس الخداع والتمويه yaitu menyematkan fakta tersebut dengan sematan yang buruk.Tukang sihir adalah seseorang yang memanipulasi … Lanjutkan membaca Ketika saya membaca kitab al-J1h4d wal Ijtihad karya Abu Qatadah al-Filashthini, ada satu pembahasan menarik yang menurut saya sesuai dengan realita sekarang. Pembahasan tersebut terkait para tukang sihir.Metode para tukang sihir adalah تزوير الواقع yaitu memanipulasi fakta dan إلباسه لبوس الخداع والتمويه yaitu menyematkan fakta tersebut dengan sematan yang buruk.Tukang sihir adalah seseorang yang memanipulasi pandangan kita sehingga dalam pandangan kita sebuah tongkat malah terlihat seperti wujud ular.Dalam sejarah manusia kebanyakan para th4ghut selalu menggunakan para tukang sihir untuk merealisasikan kepentingannya.Sihir dalam al-Qur’an dan hadits Nabi terdiri dari dua hal, yaitu1. Sihir sebagaimana sihir yang digunakan para tukang sihir Fir’aun ketika menjadikan sebuah tongkat menjadi seekor ular dalam pandangan manusia. Hakikatnya tongkat tersebut tidaklah berubah, tapi yang sebenarnya terjadi pandangan manusialah yang dimanipulasi oleh para tukang sihir.2. Sihir yang merubah suatu hakikat dalam pemikiran manusia entah dengan cara memanipulasi penjelasan atau dengan kemampuan beretorika. Rasulullah bersabda terkait sihir jenis ini:إن من البيان لسحرا”Sesungguhnya diantara susunan kata yang indah benar-benar terdapat sihir”.Dari dua jenis sihir ini terdapat kesamaan, yaitu:Memanipulasi kebenaran dengan menjadikannya buruk dalam pandangan manusia.Tukang sihir di zaman ini mungkin sudah tidak seperti para tukang sihir zaman Fir’aun yang menggunakan kekuatan ghaib. Namun para tukang sihir zaman sekarang lebih mengandalkan retorika dalam menyebarkan sihirnya. Intinya adalah dengan tersingkapnya hakikat atau fakta yang sesungguhnya maka sihir tersebut akan hancur.Sihir mereka telah banyak merubah hakikat syari’at, diantaranya:1. Ajaran tauhid mereka sebut Radikal2. Khilafah mereka sebut pemecah belah3. J1h4d mereka namakan t3r0r4. D3m0kr451 mereka sebut syuro5. Hukum Allah mereka sebut tidak relevan6. Niqab dan jilbab mereka sebut keterbelakangan7. Poligami mereka sebut penindasan terhadap wanitaDan perubahan-perubahan hakikat lainnya yang sudah sangat banyak dirubah dan disebarkan di tengah umat.Artinya disini sudah banyak dari kita yang tersihir oleh kalimat-kalimat indah dari para tukang sihir.إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت وما توفيقي إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب”Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku kembali”. (Hud: 88)Oleh : Ustadz Abu Bakr Al-Banjari وفقه اللهTanggal : 18 Februari 2024Sumber :https://www.facebook.com/share/p/ZdWoJVdjqqzFZRj3/?mibextid=oFDknk

Salah seorang murid besar Al-lmam Asy-Syafi’i Radhiyallahu ‘anhu, yaitu Al-Imam Al-Buwaithy rahimahullah di tangkap oleh penguasa saat itu dan di arak dari Mesir hingga ke Baghdad dan di penjara di Baghdad hingga beliau wafat di penjara dalam keadaan kakinya di rantai, rahimahullah. Ini adalah hal yang “lumrah” di kalangan ulama karena banyak sekali kisah para ulama di penjara, di siksa hingga di bunuh oleh penguasa semisal salah seorang Tabi’in Sa’id bin Jubair yang di bunuh oleh si zhalim Hajjaj bin Yusuf. Kembali ke kisah Al-Imam Al-Buwaithy rahimahullah, Ibnul Manzhur menceritakan kisah beliau di penjara dalam thabaqat al-fuqaha’ :انه كان في سجنه يغتسل كل يوم جمعة ويلبس ثيابه حتى إذا سمع النداء لصلاة الجمعة مشى إلى باب السجن فيقول له السجان: ارجع رحمك الله. فيقول: اللهم أني قد أجبت داعيك فمنعونيBeliau ketika di penjara selalu mandi setiap hari Jum’at dan mengenakan pakaian (terbaik) beliau hingga tatkala beliau mendengar adzan shalat Jum’at beliau berjalan ke pintu penjara. Maka sipir berkata kepada beliau : “kembalilah ke sel, semoga Allah merahmatimu”. Beliau kemudian berkata : Ya Allah, aku telah memenuhi pangilan penyeru-Mu, namun mereka mencegahku”Semoga Allah merahmati Al-Imam Al-Buwaithy dan para ulama lainnya yang terzhalimi oleh para penguasa zhalim.Sumber : https://t.me/kajiankitabulama/3314

Salah seorang murid besar Al-lmam Asy-Syafi'i Radhiyallahu 'anhu, yaitu Al-Imam Al-Buwaithy rahimahullah di tangkap oleh penguasa saat itu dan di arak dari Mesir hingga ke Baghdad dan di penjara di Baghdad hingga beliau wafat di penjara dalam keadaan kakinya di rantai, rahimahullah. Ini adalah hal yang "lumrah" di kalangan ulama karena banyak sekali kisah para … Lanjutkan membaca Salah seorang murid besar Al-lmam Asy-Syafi’i Radhiyallahu ‘anhu, yaitu Al-Imam Al-Buwaithy rahimahullah di tangkap oleh penguasa saat itu dan di arak dari Mesir hingga ke Baghdad dan di penjara di Baghdad hingga beliau wafat di penjara dalam keadaan kakinya di rantai, rahimahullah. Ini adalah hal yang “lumrah” di kalangan ulama karena banyak sekali kisah para ulama di penjara, di siksa hingga di bunuh oleh penguasa semisal salah seorang Tabi’in Sa’id bin Jubair yang di bunuh oleh si zhalim Hajjaj bin Yusuf. Kembali ke kisah Al-Imam Al-Buwaithy rahimahullah, Ibnul Manzhur menceritakan kisah beliau di penjara dalam thabaqat al-fuqaha’ :انه كان في سجنه يغتسل كل يوم جمعة ويلبس ثيابه حتى إذا سمع النداء لصلاة الجمعة مشى إلى باب السجن فيقول له السجان: ارجع رحمك الله. فيقول: اللهم أني قد أجبت داعيك فمنعونيBeliau ketika di penjara selalu mandi setiap hari Jum’at dan mengenakan pakaian (terbaik) beliau hingga tatkala beliau mendengar adzan shalat Jum’at beliau berjalan ke pintu penjara. Maka sipir berkata kepada beliau : “kembalilah ke sel, semoga Allah merahmatimu”. Beliau kemudian berkata : Ya Allah, aku telah memenuhi pangilan penyeru-Mu, namun mereka mencegahku”Semoga Allah merahmati Al-Imam Al-Buwaithy dan para ulama lainnya yang terzhalimi oleh para penguasa zhalim.Sumber : https://t.me/kajiankitabulama/3314

Nu’aim bin Hammad Rahmatullah ‘alaihiBeliau adalah salah seorang ulama ahlus Sunnah, salah satu guru Al-Bukhari. Beliau termasuk yang paling keras membantah jahmiyyah dan memiliki 13 risalah tentang bantahan terhadap jahmiyyah. Ketika masa fitnah yang kelam dimana pendapat Al-Qur’an adalah makhlukh merupakan pendapat resmi pemimpin ketika itu, beliau adalah salah satu tokoh yang tetap kuat bertahan diatas kebenaran. Beliau dijebloskan ke penjara oleh Al-Mu’tashim hingga beliau wafat. Ketika beliau wafat, para sipir membuang jenazah beliau ke sebuah lobang tanpa dikafani dan dishalatkan. إنا لله وإنا إليه راجعوناللهم اغفر له وارحمهSumber : https://t.me/kajiankitabulama/3315

Nu'aim bin Hammad Rahmatullah 'alaihiBeliau adalah salah seorang ulama ahlus Sunnah, salah satu guru Al-Bukhari. Beliau termasuk yang paling keras membantah jahmiyyah dan memiliki 13 risalah tentang bantahan terhadap jahmiyyah. Ketika masa fitnah yang kelam dimana pendapat Al-Qur'an adalah makhlukh merupakan pendapat resmi pemimpin ketika itu, beliau adalah salah satu tokoh yang tetap kuat bertahan … Lanjutkan membaca Nu’aim bin Hammad Rahmatullah ‘alaihiBeliau adalah salah seorang ulama ahlus Sunnah, salah satu guru Al-Bukhari. Beliau termasuk yang paling keras membantah jahmiyyah dan memiliki 13 risalah tentang bantahan terhadap jahmiyyah. Ketika masa fitnah yang kelam dimana pendapat Al-Qur’an adalah makhlukh merupakan pendapat resmi pemimpin ketika itu, beliau adalah salah satu tokoh yang tetap kuat bertahan diatas kebenaran. Beliau dijebloskan ke penjara oleh Al-Mu’tashim hingga beliau wafat. Ketika beliau wafat, para sipir membuang jenazah beliau ke sebuah lobang tanpa dikafani dan dishalatkan. إنا لله وإنا إليه راجعوناللهم اغفر له وارحمهSumber : https://t.me/kajiankitabulama/3315

Pendeta A.J Wensinck Belajar Islam untuk Menghancurkan Islam

بسم الله الرحمن الرحيم ===Pendeta A.J Wensinck Belajar Islam untuk Menghancurkan IslamDecember 9, 2014SEMANGAT TINGGI PENDETA A.J WENSINCK DALAM MEMPELAJARI ISLAM"Islam adalah agama yang paling sempurna, sehingga membuat seluruh agama-agama lain merasa iri ,dengki dan menaruh dendam kesumat terhadap setiap pengikut setianya. Hal ini menyebabkan beragam pihak mulai menguliti ajaran islam guna menjatuhkan wibawanya serta … Lanjutkan membaca Pendeta A.J Wensinck Belajar Islam untuk Menghancurkan Islam

Mengenal kitab² islami yang ditulis oleh orang² kafir

Mengenal kitab² islami yang ditulis oleh orang² kafir. Tujuannya supaya kita berhati² terhadapnya, dan untuk diambil pelajaran agar kita semangat menulis terutama tentang agama kita, jangan sampai kalah dengan kafir.Selain 3 yang disebutkan di vidio, sebenarnya masih banyak, wabil khusus kitab² lughoh seperti Dr. Emil Ya'qub yang menulis Ensiklopedi Bahasa arab yang berjilid-jilid. Dan selainnyaSyaikh … Lanjutkan membaca Mengenal kitab² islami yang ditulis oleh orang² kafir

((Langkah² setan dalam mengeluarkan hamba dari tauhid yang lurus kepada kesyrikan dan penyimpangan dari jalan bermadzhab fiqh)) • Meninggalkan kitab para salaf terdahulu yang menjelaskan aqidah ahlussunah wal jama’ah • Terlalu asyik mempelajari kitab-kitab fiqih mutaakhir dan kitab-kitab ushul fiqih. • Mempelajari kitab-kitab fiqih muakhir melalui tangan ahlul bid’ah. • Kelalaian dalam memperingatkan terhadap bid’ah dan penyimpangan dalam kitab-kitab fiqih yang ada sekarang, dan kelalaian dalam mengingkari ahli bid’ah dalam amal dan i’tiqod karena kaidah: “Kita bersatu dalam sesuatu yang kita sepakati, dan kita bertoleransi atas apa yang tidak kita sepakati” atas nama: “Kami mengambil yang baik dan membuang yang buruk.” • Menjadikan bid’ah dan penyimpangan mejadi hal ijtihad yang dapat diterima. • Mengagungkan biang bid’ah dan mengikat wala’ dan baro’ karena mereka • Mendahulukan ahli bid’ah daripada ulama salaf dan tauhid • Menjauh sedikit demi sedikit dari menuntut ilmu salaf serta menjadikan para ahi bid’ah sahabat dan teman kepercayaan . • Menyerang Salafy muwahhid, meremehkan mereka, menghina mereka, dan mencela niat mereka. • Merangkul bid’ah amaliyah dalam  kitab² fiqh mutakhir, Seperti merayakan Maulid Nabi. • Menjadikan kaum Asya’iroh dan Maturidiy bagian dari  ahlussunnah bersama ahli hadits. • Menjadikan masalah yang mengantar pada syirik akbar sebagai masalah khilafiyyah yang boleh berlapang, seperti memohon kepada Allah dengan Jah Rasul-Nya, bersumpah demi selain Allah, dan mencari berkah dari ludah para syekh. • Merojihkan bahwa diperbolehkan meminta kepada Allah dengan Jah Rasul-Nya. • Jadikan persoalan Sifat Allah sebagai persoalan ijtihad. • Menganut madzhab tafwidh dalam perkara sifat hingga terjerumus pada faham Jahmiyah yang sesat. • Mengkhianati ulama Ahl al-Sunnah wal-Jama’ah dan mengatakan bahwa mereka berbeda dengan ummat, yang mereka maksud umat adalah para ahli fiqh mutakhir dari kelompok Asy’ari dan Maturidiyah. • Menjadikan permohonan doa kepada orang mati sebagai masalah khilafiyah yang dibolehkan dan bisa dibenarkan yg menyelisihinya • Menganut madzhab qubury yang membolehkan minta kepada penghuni kubur syafaat dan keberkahan yg menjerumuskan pada syirik akbar. • Mengobarkan permusuhan pada Salafiyin dengan menyebut mereka Wahhabi dan Khawarij serta membid’ahkan mereka, bahkan dalam banyak kasus, hingga menganggap salafiy itu kafir dan kekal di neraka jika mati di atas itu.Keterangan: Kami tidak menentang bermadzhab yg lurus, dan ini bukanlah hipotesis yang tidak ada kebenarannya, bahkan hal ini sebenarnya terjadi pada banyak para da’i dan penuntut ilmu di era ini, dan mereka menjadi da’i kemusyrikan dan pengganggu dakwah padahal sebelumnya mereka da’i tauhid dan salafiyah.Syeikh Abdullatief ar-Rawi, حفظه اللهDinukil dari halaman facebook bernama : ngaji tauhid Tanggal : 7 Oktober 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/p/HyqFGEe1ZacTgNAp/?mibextid=2JQ9oc

((Langkah² setan dalam mengeluarkan hamba dari tauhid yang lurus kepada kesyrikan dan penyimpangan dari jalan bermadzhab fiqh)) • Meninggalkan kitab para salaf terdahulu yang menjelaskan aqidah ahlussunah wal jama'ah • Terlalu asyik mempelajari kitab-kitab fiqih mutaakhir dan kitab-kitab ushul fiqih. • Mempelajari kitab-kitab fiqih muakhir melalui tangan ahlul bid'ah. • Kelalaian dalam memperingatkan terhadap bid'ah … Lanjutkan membaca ((Langkah² setan dalam mengeluarkan hamba dari tauhid yang lurus kepada kesyrikan dan penyimpangan dari jalan bermadzhab fiqh)) • Meninggalkan kitab para salaf terdahulu yang menjelaskan aqidah ahlussunah wal jama’ah • Terlalu asyik mempelajari kitab-kitab fiqih mutaakhir dan kitab-kitab ushul fiqih. • Mempelajari kitab-kitab fiqih muakhir melalui tangan ahlul bid’ah. • Kelalaian dalam memperingatkan terhadap bid’ah dan penyimpangan dalam kitab-kitab fiqih yang ada sekarang, dan kelalaian dalam mengingkari ahli bid’ah dalam amal dan i’tiqod karena kaidah: “Kita bersatu dalam sesuatu yang kita sepakati, dan kita bertoleransi atas apa yang tidak kita sepakati” atas nama: “Kami mengambil yang baik dan membuang yang buruk.” • Menjadikan bid’ah dan penyimpangan mejadi hal ijtihad yang dapat diterima. • Mengagungkan biang bid’ah dan mengikat wala’ dan baro’ karena mereka • Mendahulukan ahli bid’ah daripada ulama salaf dan tauhid • Menjauh sedikit demi sedikit dari menuntut ilmu salaf serta menjadikan para ahi bid’ah sahabat dan teman kepercayaan . • Menyerang Salafy muwahhid, meremehkan mereka, menghina mereka, dan mencela niat mereka. • Merangkul bid’ah amaliyah dalam  kitab² fiqh mutakhir, Seperti merayakan Maulid Nabi. • Menjadikan kaum Asya’iroh dan Maturidiy bagian dari  ahlussunnah bersama ahli hadits. • Menjadikan masalah yang mengantar pada syirik akbar sebagai masalah khilafiyyah yang boleh berlapang, seperti memohon kepada Allah dengan Jah Rasul-Nya, bersumpah demi selain Allah, dan mencari berkah dari ludah para syekh. • Merojihkan bahwa diperbolehkan meminta kepada Allah dengan Jah Rasul-Nya. • Jadikan persoalan Sifat Allah sebagai persoalan ijtihad. • Menganut madzhab tafwidh dalam perkara sifat hingga terjerumus pada faham Jahmiyah yang sesat. • Mengkhianati ulama Ahl al-Sunnah wal-Jama’ah dan mengatakan bahwa mereka berbeda dengan ummat, yang mereka maksud umat adalah para ahli fiqh mutakhir dari kelompok Asy’ari dan Maturidiyah. • Menjadikan permohonan doa kepada orang mati sebagai masalah khilafiyah yang dibolehkan dan bisa dibenarkan yg menyelisihinya • Menganut madzhab qubury yang membolehkan minta kepada penghuni kubur syafaat dan keberkahan yg menjerumuskan pada syirik akbar. • Mengobarkan permusuhan pada Salafiyin dengan menyebut mereka Wahhabi dan Khawarij serta membid’ahkan mereka, bahkan dalam banyak kasus, hingga menganggap salafiy itu kafir dan kekal di neraka jika mati di atas itu.Keterangan: Kami tidak menentang bermadzhab yg lurus, dan ini bukanlah hipotesis yang tidak ada kebenarannya, bahkan hal ini sebenarnya terjadi pada banyak para da’i dan penuntut ilmu di era ini, dan mereka menjadi da’i kemusyrikan dan pengganggu dakwah padahal sebelumnya mereka da’i tauhid dan salafiyah.Syeikh Abdullatief ar-Rawi, حفظه اللهDinukil dari halaman facebook bernama : ngaji tauhid Tanggal : 7 Oktober 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/p/HyqFGEe1ZacTgNAp/?mibextid=2JQ9oc

((خطوات الشيطان في إخراج العبد من التوحيد إلى الشرك والتعطيل عن طريق التمذهب الفقهي))• هجر كتب السلف المتقدمين التي قرروا فيها عقيدة أهل السنة والجماعة. • الاشتغال المُفرِط الزائد عن حده في دراسة كتب الفقه المتأخرة وكتب أصول الفقه. • دراسة كتب الفقه المتأخرة على يد أهل البدع. • التهاون في التحذير من البدع والمخالفات في كتب الفقه المتاخرة والتهاون في الإنكار على أهل البدع أعمالًا لقاعدة: “نجتمع فيما اتفقنا عليه، ويعذر بعضنا بعضا فيما اختلفنا فيه” تحت مسمى: “نأخذ الخير وندع الشر”.• جعل تلك البدع والمخالفات أقوالاً سائغة واجتهادات. • تعظيم رؤوس البدع وعقد الولاء والبراء عليهم. • تقديمهم على علماء السلف والتوحيد. • الابتعاد عن طلبة العلم السلفيين شيئا فشيئا، واتخاذ أهل البدع أصحابا وأخلاء. • الطعن في السلفيين الموحدين، وتسفيههم وسبهم والطعن في نياتهم. • اعتناق البدع العملية في كتب الفقه المتأخرة؛ كالاحتفال بالمولد النبوي. • جعل الأشاعرة والماتوريدية من أهل السنة مع أهل الحديث. • جعل بعض الأفعال المُفضِية إلى الشرك الأكبر من المسائل الخلافية التي يسوغ الخلاف فيها، كسؤال الله بجاه رسوله، والحلف بغير الله، والتبرك ببصاق المشايخ. • ترجيح القول بمشروعية سؤال الله بجاه رسوله. • جعل مسائل الصفات من المسائل الاجتهادية. • اعتناق مذهب المفوضة في الصفات والسقوط في مذهب الجهمية المعطلة. • تخوين علماء أهل السنة والجماعة والقول بأنهم خالفوا الأمة، يعنون بذلك متأخري الفقهاء من الأشاعرة والماتوريدية. • جعل مسألة طلب الدعاء من الميت مسألة خلافية يسوغ الخلاف فيها. • اعتناق مذهب القبورية في تجويز طلب الدعاء والشفاعة من القبور والسقوط في الشرك الأكبر. • شن الحرب على السلفيين وتسميتهم بالوهابية والخوارج، وتبديعهم، بل في مثير من الاحيان قد يصل إلى تكفيرهم. • الخلود في النار إذا هلك على ذلك. تنبيه: هذه ليست فرضيات لا حقيقة لها، بل قد حصل ذلك فعلًا لكثير من الدعاة وطلبة العلم في هذا العصر، وصاروا من دعاة الشرك والتعطيل بعد أن كانوا من دعاء التوحيد والسلفية.بواسطة: الأستاذ جعفر صالح وفقه اللهتاريخ : ٤ أكتوبر ٢٠٢٣مصدر :https://www.facebook.com/share/p/e51n2qZuWxHupyxo/?mibextid=2JQ9oc

((خطوات الشيطان في إخراج العبد من التوحيد إلى الشرك والتعطيل عن طريق التمذهب الفقهي))• هجر كتب السلف المتقدمين التي قرروا فيها عقيدة أهل السنة والجماعة. • الاشتغال المُفرِط الزائد عن حده في دراسة كتب الفقه المتأخرة وكتب أصول الفقه. • دراسة كتب الفقه المتأخرة على يد أهل البدع. • التهاون في التحذير من البدع والمخالفات … Lanjutkan membaca ((خطوات الشيطان في إخراج العبد من التوحيد إلى الشرك والتعطيل عن طريق التمذهب الفقهي))• هجر كتب السلف المتقدمين التي قرروا فيها عقيدة أهل السنة والجماعة. • الاشتغال المُفرِط الزائد عن حده في دراسة كتب الفقه المتأخرة وكتب أصول الفقه. • دراسة كتب الفقه المتأخرة على يد أهل البدع. • التهاون في التحذير من البدع والمخالفات في كتب الفقه المتاخرة والتهاون في الإنكار على أهل البدع أعمالًا لقاعدة: “نجتمع فيما اتفقنا عليه، ويعذر بعضنا بعضا فيما اختلفنا فيه” تحت مسمى: “نأخذ الخير وندع الشر”.• جعل تلك البدع والمخالفات أقوالاً سائغة واجتهادات. • تعظيم رؤوس البدع وعقد الولاء والبراء عليهم. • تقديمهم على علماء السلف والتوحيد. • الابتعاد عن طلبة العلم السلفيين شيئا فشيئا، واتخاذ أهل البدع أصحابا وأخلاء. • الطعن في السلفيين الموحدين، وتسفيههم وسبهم والطعن في نياتهم. • اعتناق البدع العملية في كتب الفقه المتأخرة؛ كالاحتفال بالمولد النبوي. • جعل الأشاعرة والماتوريدية من أهل السنة مع أهل الحديث. • جعل بعض الأفعال المُفضِية إلى الشرك الأكبر من المسائل الخلافية التي يسوغ الخلاف فيها، كسؤال الله بجاه رسوله، والحلف بغير الله، والتبرك ببصاق المشايخ. • ترجيح القول بمشروعية سؤال الله بجاه رسوله. • جعل مسائل الصفات من المسائل الاجتهادية. • اعتناق مذهب المفوضة في الصفات والسقوط في مذهب الجهمية المعطلة. • تخوين علماء أهل السنة والجماعة والقول بأنهم خالفوا الأمة، يعنون بذلك متأخري الفقهاء من الأشاعرة والماتوريدية. • جعل مسألة طلب الدعاء من الميت مسألة خلافية يسوغ الخلاف فيها. • اعتناق مذهب القبورية في تجويز طلب الدعاء والشفاعة من القبور والسقوط في الشرك الأكبر. • شن الحرب على السلفيين وتسميتهم بالوهابية والخوارج، وتبديعهم، بل في مثير من الاحيان قد يصل إلى تكفيرهم. • الخلود في النار إذا هلك على ذلك. تنبيه: هذه ليست فرضيات لا حقيقة لها، بل قد حصل ذلك فعلًا لكثير من الدعاة وطلبة العلم في هذا العصر، وصاروا من دعاة الشرك والتعطيل بعد أن كانوا من دعاء التوحيد والسلفية.بواسطة: الأستاذ جعفر صالح وفقه اللهتاريخ : ٤ أكتوبر ٢٠٢٣مصدر :https://www.facebook.com/share/p/e51n2qZuWxHupyxo/?mibextid=2JQ9oc

Akidah penebusan dosa, keyakinan bid’ah agama Kristen. Sekarang akidah ini diadopsi oleh habib dalam cerita dibawah ini. Pengikutnya sami’na wa ato’na. Inilah bentuk ibadah mereka kpd ulamanya. اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون اللهOleh : Ustadz Jafar Shalih وفقه اللهTanggal : 21 Desember 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/p/1vmHnEXqqZC3hWy6/?mibextid=2JQ9oc===KhurafatDinukil dari akun facebook bernama : Beda Pendapat Tanggal : 18 Desember 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/v/G7fiUBf1NCwU7iyN/?mibextid=2JQ9oc

Akidah penebusan dosa, keyakinan bid'ah agama Kristen. Sekarang akidah ini diadopsi oleh habib dalam cerita dibawah ini. Pengikutnya sami'na wa ato'na. Inilah bentuk ibadah mereka kpd ulamanya. اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون اللهOleh : Ustadz Jafar Shalih وفقه اللهTanggal : 21 Desember 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/p/1vmHnEXqqZC3hWy6/?mibextid=2JQ9oc===KhurafatDinukil dari akun facebook bernama : Beda Pendapat Tanggal : … Lanjutkan membaca Akidah penebusan dosa, keyakinan bid’ah agama Kristen. Sekarang akidah ini diadopsi oleh habib dalam cerita dibawah ini. Pengikutnya sami’na wa ato’na. Inilah bentuk ibadah mereka kpd ulamanya. اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون اللهOleh : Ustadz Jafar Shalih وفقه اللهTanggal : 21 Desember 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/p/1vmHnEXqqZC3hWy6/?mibextid=2JQ9oc===KhurafatDinukil dari akun facebook bernama : Beda Pendapat Tanggal : 18 Desember 2023Sumber : https://www.facebook.com/share/v/G7fiUBf1NCwU7iyN/?mibextid=2JQ9oc