Ustadz tarjihi mengajar fiqih syafi’i itu masih mending, dibandingkan dengan murji’ah mengajar kasyfus syubhat & Nawaqidh Al-Islam. Kesimpulannya pengajian pembatal-pembatal keislaman versi ustadz murji’ : Tidak ada yang batal islamnya hatta pencela Islam atau pengaku Nabi sekalipun. Udzur mutlaq kepada seluruh pelaku pembatal keislaman apakah jahil, ada syubhat, belum tegak hujjah, dakwah belum sampai dan seterusnya.Pengajian Kasyfus Syubuhat : Lebih kacau lagi, karena syubhat yang dibantah oleh penulis kasyfus Syubuhat justru ada di kepala si pemateri ust Murji’ ini.Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 13 September 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0EJBnwGsVaVmQcQMRvohp6YTcxaYWgNoqQQWXdBik91oJnKHvbrJTcNDakX2e7bQnl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Ustadz tarjihi mengajar fiqih syafi'i itu masih mending, dibandingkan dengan murji'ah mengajar kasyfus syubhat & Nawaqidh Al-Islam. Kesimpulannya pengajian pembatal-pembatal keislaman versi ustadz murji' : Tidak ada yang batal islamnya hatta pencela Islam atau pengaku Nabi sekalipun. Udzur mutlaq kepada seluruh pelaku pembatal keislaman apakah jahil, ada syubhat, belum tegak hujjah, dakwah belum sampai dan … Lanjutkan membaca Ustadz tarjihi mengajar fiqih syafi’i itu masih mending, dibandingkan dengan murji’ah mengajar kasyfus syubhat & Nawaqidh Al-Islam. Kesimpulannya pengajian pembatal-pembatal keislaman versi ustadz murji’ : Tidak ada yang batal islamnya hatta pencela Islam atau pengaku Nabi sekalipun. Udzur mutlaq kepada seluruh pelaku pembatal keislaman apakah jahil, ada syubhat, belum tegak hujjah, dakwah belum sampai dan seterusnya.Pengajian Kasyfus Syubuhat : Lebih kacau lagi, karena syubhat yang dibantah oleh penulis kasyfus Syubuhat justru ada di kepala si pemateri ust Murji’ ini.Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 13 September 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0EJBnwGsVaVmQcQMRvohp6YTcxaYWgNoqQQWXdBik91oJnKHvbrJTcNDakX2e7bQnl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

“Kurikulum kajian bersama bois and girls Punkajian Cileungsi : —Kajian Al-Qawaid Al-Arba’ Punkajian Cileungsi, Insyaallah satu pertemuan lagi khataman dan akan dilanjutkan dengan tsalatsatul Ushul, kemudian kitabut Tauhid, kemudian Nawaqidh Al-Islam, kemudian Kasyfus Syubuhat, lanjut Mufidul Mustafid, lanjut Al-Wasithiyyah, lanjut hukmu takfir mu’ayyan wal farq bayna qiyamil hujjah wa fahmil hujjah, syarh Aqidah Al-Harb Al-Kirmani Insyaallah Anak Punk juga bisa ngaji tauhid secara runut”Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi وفقه اللهTanggal : 16 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02naNe1v7ZWGPpq6hg7tcJ23RnEyyN7zrMofBPZiq88betuAQ88BJQ2HaBBgnTNCiYl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

"Kurikulum kajian bersama bois and girls Punkajian Cileungsi : ---Kajian Al-Qawaid Al-Arba' Punkajian Cileungsi, Insyaallah satu pertemuan lagi khataman dan akan dilanjutkan dengan tsalatsatul Ushul, kemudian kitabut Tauhid, kemudian Nawaqidh Al-Islam, kemudian Kasyfus Syubuhat, lanjut Mufidul Mustafid, lanjut Al-Wasithiyyah, lanjut hukmu takfir mu'ayyan wal farq bayna qiyamil hujjah wa fahmil hujjah, syarh Aqidah Al-Harb Al-Kirmani … Lanjutkan membaca “Kurikulum kajian bersama bois and girls Punkajian Cileungsi : —Kajian Al-Qawaid Al-Arba’ Punkajian Cileungsi, Insyaallah satu pertemuan lagi khataman dan akan dilanjutkan dengan tsalatsatul Ushul, kemudian kitabut Tauhid, kemudian Nawaqidh Al-Islam, kemudian Kasyfus Syubuhat, lanjut Mufidul Mustafid, lanjut Al-Wasithiyyah, lanjut hukmu takfir mu’ayyan wal farq bayna qiyamil hujjah wa fahmil hujjah, syarh Aqidah Al-Harb Al-Kirmani Insyaallah Anak Punk juga bisa ngaji tauhid secara runut”Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi وفقه اللهTanggal : 16 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02naNe1v7ZWGPpq6hg7tcJ23RnEyyN7zrMofBPZiq88betuAQ88BJQ2HaBBgnTNCiYl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Yang diwajibkan itu adalah belajar bukan mondok. Jangan salah paham, tidak mondok bukan berarti tidak ada ilmu atau ilmunya sedikit.Sekarang sudah saatnya kita semua harus kritis terhadap kengawuran pendapat dan kebijakan beberapa oknum pondok pesantren atau sekolah. Termasuk kritis terhadap pendapat-pendapat yang dibingkai dengan istilah masukan atau nasehat oleh para orang tua murid.Oleh : Ustadz Abu Bakr Al-Banjari وفقه الله Tanggal : 16 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0c2acT2dN3ukbCBEuBZXyiYkLNMEoAfV2qMiTZ4Vgzm6g1TkzniNbhL4SG65dFS2Cl&id=61550369582263&mibextid=Nif5oz

Yang diwajibkan itu adalah belajar bukan mondok. Jangan salah paham, tidak mondok bukan berarti tidak ada ilmu atau ilmunya sedikit.Sekarang sudah saatnya kita semua harus kritis terhadap kengawuran pendapat dan kebijakan beberapa oknum pondok pesantren atau sekolah. Termasuk kritis terhadap pendapat-pendapat yang dibingkai dengan istilah masukan atau nasehat oleh para orang tua murid.Oleh : Ustadz … Lanjutkan membaca Yang diwajibkan itu adalah belajar bukan mondok. Jangan salah paham, tidak mondok bukan berarti tidak ada ilmu atau ilmunya sedikit.Sekarang sudah saatnya kita semua harus kritis terhadap kengawuran pendapat dan kebijakan beberapa oknum pondok pesantren atau sekolah. Termasuk kritis terhadap pendapat-pendapat yang dibingkai dengan istilah masukan atau nasehat oleh para orang tua murid.Oleh : Ustadz Abu Bakr Al-Banjari وفقه الله Tanggal : 16 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0c2acT2dN3ukbCBEuBZXyiYkLNMEoAfV2qMiTZ4Vgzm6g1TkzniNbhL4SG65dFS2Cl&id=61550369582263&mibextid=Nif5oz

Orang orang pengedar akidah murji’ah dari barisan fanatikus syaikh Ali Halabi atau syaikh Ibrahim Ruhaili menuduh Ahlus Sunnah dengan tuduhan Haddadiyah. Padahal merekalah yang lebih layak digelari sebagai para haddadi. Bagaimana tidak, lha wong akidah Mahmud Haddad, bapak haddadiyah, sama dengan mereka yaitu murji’ah akut , pelaku syirik akbar menurutnya atau pelaku ibadah kepada selain Allah tidaklah kafir tetapi muslim yang jahil atau muslim yang keliru, islam hanya cukup dilisan saja dll. Bahkan dalilnya Haddadi pun sama dengan dalil Ali Halabi dan Ibrahim Ruhaili berikut para fanatikusnya yaitu diantaranya hadits kisah dzatu anwat . Bagaimana tidak, sikap mereka terhadap Ahlus Sunnah yang berbeda bahkan dalam perkara khilafiyah sekalipun sama dengan Haddad yaitu memvonisnya sebagai ahli bid’ah, mereka tahdzir, mereka boikot dan mereka cekal dakwahnya !!.Realita seperti ini sering dilakoni oleh orang orang terpapar akidah murji’ah ini. Sebut saja kasus persaudaraan seagama guru besar mereka di yaman, syaikh muhamad imam ma’bar dengan teroris houti tetapi mereka disini seolah terdepan memperingatkan umat dari bahaya terorisme. Juga kasus sebagian mereka yang diawal pandemi gencar mempublikasikan fatwa fatwa syaikh ISiser Ahmad Al Kuri penulis buku demokrasi yang ternyata memuat didalamnya akidah murji’ah tapi seakan mereka terdepan disini memperingatkan umat dari bahaya ISis. Juga kasus sebagian mereka yang membabi buta ala khawarij menuduh sejumlah sahabat Nabi melakukan kekafiran namun diberi udzur. Mereka tega begitu demi membela para pelaku syirik akbar ibadah kepada selain Allah tapi disini seolah mereka terdepan memperingatkan umat dari bahaya khawarij. Daaa…nn masih banyak kasus semisal dari mereka jika anda seorang Ahlus Sunnah yang cermat dan objektif.Khusus kemurji’ahan bapak haddadiyah maka silahkan anda simak youtube berikut dimana Syaikh Abdullah Jarbu’ yang pernah menjabat ketua qism aqidah univ. Islam madinah membongkar kejahilan dan kemurji’ahan Mahmud Haddad yang sekali lagi ternyata sama dengan ajaran syaikh Ali dan syaikh Ibrahim https://youtu.be/BLx81925Xh8?si=KrYAX5Sz6X30cPdEDinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه الله Tanggal : 14 Desember 2022Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ouRJiBxxBNWAJHWh8WAAmVAAKdRfz6KVAbGaNG3RfyiH94NgDWC1QQaRvcVdqxQl&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

Orang orang pengedar akidah murji'ah dari barisan fanatikus syaikh Ali Halabi atau syaikh Ibrahim Ruhaili menuduh Ahlus Sunnah dengan tuduhan Haddadiyah. Padahal merekalah yang lebih layak digelari sebagai para haddadi. Bagaimana tidak, lha wong akidah Mahmud Haddad, bapak haddadiyah, sama dengan mereka yaitu murji'ah akut , pelaku syirik akbar menurutnya atau pelaku ibadah kepada selain … Lanjutkan membaca Orang orang pengedar akidah murji’ah dari barisan fanatikus syaikh Ali Halabi atau syaikh Ibrahim Ruhaili menuduh Ahlus Sunnah dengan tuduhan Haddadiyah. Padahal merekalah yang lebih layak digelari sebagai para haddadi. Bagaimana tidak, lha wong akidah Mahmud Haddad, bapak haddadiyah, sama dengan mereka yaitu murji’ah akut , pelaku syirik akbar menurutnya atau pelaku ibadah kepada selain Allah tidaklah kafir tetapi muslim yang jahil atau muslim yang keliru, islam hanya cukup dilisan saja dll. Bahkan dalilnya Haddadi pun sama dengan dalil Ali Halabi dan Ibrahim Ruhaili berikut para fanatikusnya yaitu diantaranya hadits kisah dzatu anwat . Bagaimana tidak, sikap mereka terhadap Ahlus Sunnah yang berbeda bahkan dalam perkara khilafiyah sekalipun sama dengan Haddad yaitu memvonisnya sebagai ahli bid’ah, mereka tahdzir, mereka boikot dan mereka cekal dakwahnya !!.Realita seperti ini sering dilakoni oleh orang orang terpapar akidah murji’ah ini. Sebut saja kasus persaudaraan seagama guru besar mereka di yaman, syaikh muhamad imam ma’bar dengan teroris houti tetapi mereka disini seolah terdepan memperingatkan umat dari bahaya terorisme. Juga kasus sebagian mereka yang diawal pandemi gencar mempublikasikan fatwa fatwa syaikh ISiser Ahmad Al Kuri penulis buku demokrasi yang ternyata memuat didalamnya akidah murji’ah tapi seakan mereka terdepan disini memperingatkan umat dari bahaya ISis. Juga kasus sebagian mereka yang membabi buta ala khawarij menuduh sejumlah sahabat Nabi melakukan kekafiran namun diberi udzur. Mereka tega begitu demi membela para pelaku syirik akbar ibadah kepada selain Allah tapi disini seolah mereka terdepan memperingatkan umat dari bahaya khawarij. Daaa…nn masih banyak kasus semisal dari mereka jika anda seorang Ahlus Sunnah yang cermat dan objektif.Khusus kemurji’ahan bapak haddadiyah maka silahkan anda simak youtube berikut dimana Syaikh Abdullah Jarbu’ yang pernah menjabat ketua qism aqidah univ. Islam madinah membongkar kejahilan dan kemurji’ahan Mahmud Haddad yang sekali lagi ternyata sama dengan ajaran syaikh Ali dan syaikh Ibrahim https://youtu.be/BLx81925Xh8?si=KrYAX5Sz6X30cPdEDinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه الله Tanggal : 14 Desember 2022Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ouRJiBxxBNWAJHWh8WAAmVAAKdRfz6KVAbGaNG3RfyiH94NgDWC1QQaRvcVdqxQl&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

fatwa syaikh shalih bin fawzan : isis adalah kelompok iblis !.fatwa syaikh abdulmuhsin abbad : khilafah isis hanyalah khilafah khayalan !.fatwa syaikh sa’ad bin nashir syatri : isis adalah kelompok kafir murtad, anggota yang mengetahui juga murtad !.fatwa syaikh ahmad bin umar hazimi : isis adalah daulah jahmiyah murtad !.Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 23 Juni 2018Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0CUucUffeniqF1GwZe1gi5gwZkcPpxWAgSRHc8XtNtHVFVr59v88RbmfBJM15rhy5l&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

fatwa syaikh shalih bin fawzan : isis adalah kelompok iblis !.fatwa syaikh abdulmuhsin abbad : khilafah isis hanyalah khilafah khayalan !.fatwa syaikh sa'ad bin nashir syatri : isis adalah kelompok kafir murtad, anggota yang mengetahui juga murtad !.fatwa syaikh ahmad bin umar hazimi : isis adalah daulah jahmiyah murtad !.Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah … Lanjutkan membaca fatwa syaikh shalih bin fawzan : isis adalah kelompok iblis !.fatwa syaikh abdulmuhsin abbad : khilafah isis hanyalah khilafah khayalan !.fatwa syaikh sa’ad bin nashir syatri : isis adalah kelompok kafir murtad, anggota yang mengetahui juga murtad !.fatwa syaikh ahmad bin umar hazimi : isis adalah daulah jahmiyah murtad !.Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 23 Juni 2018Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0CUucUffeniqF1GwZe1gi5gwZkcPpxWAgSRHc8XtNtHVFVr59v88RbmfBJM15rhy5l&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

MENGURAI BENANG MERAH kusud.dimaklumi disisi Ahlus Sunnah, kalo isis itu berpaham murji’ah dalam persoalan takfir musyrikin, bahkan akut layaknya ibnu jirjis, ibnu manshur dan ibrahim ruhaili, tak terkecuali syaikh ahmad al kuury al merutania yang beberapa hari ini jawabannya soal menyikapi covid menyebar didunia medsos orang ngaji negri ini.ahmad al kuury menulis buku fitnah demokrasi dan diawal awal buku tersebut ia meletakkan sub judul ke 4 membedakan antara takfir mutlak dan takfir mu’ayyan. tentu saja ia menerapkan pembedaan itu dalam semua kasus kekafiran termasuk syirik akbar, ga beda dengan kaum murji’ah akut kontemporer. perbuatannya syirik akbar atau kufur akbar, sedangkan pelakunya maka tidak divonis musyrik atau kafir kecuali sudah terpenuhi syarat syarat takfir dan terangkat darinya udzur. kalimat ulama sunnah yang ia comot kemudian ia korupsi sebagai pendukung paham murji’ahnyapun ga beda dengan yang dicomot dan dikorupsi oleh ruhaili.( lihat gambar halaman buku 32-33 ).dan tak ayal lagi isiser murji’ inipun menuliskan dan menetapkan udzur kejahilan bagi pelaku kesyirikan dan kekafiran. kalimat kalimat ulama yang ia comot untuk mendukung paham murjiahnya dalam pemberian udzur bil jahl bagi pelaku syirik akbar dan kufur akbar pun sama seperti yang dicomot ruhaili, sampai letak kelirunya dalam menisbatkan kalimat kepada ibnul arobi pun sama, karena yang benarnya itu bukan kalimat ibnul arobi tetapi kalimat qosimi pengulama jahm bin shofwan. (lihat gambar dari buku halaman 37-38).jika kaum murjiah akut kontemporer membedakan antara pelaku syirik akbar yang ngaku islam maka dikasih udzur, dengan yang non islam maka tidak dikasi udzur, isiser murji’ ahmad al kuury inipun menetapakannya dalam bukunya tsb (lihat halaman 37.)tapi, para fanatikus ibnu jirjis, ibnu manshur dan ibrahim ruhaili jangan keburu GR (Gede Rasa) karna bukan berarti syaikh ahmad al kuury isiser murji’ ini copas dari buku buku ruhaili sehingga satu paham, bukan, ia mengisyaratkan rujukannya difootnote halaman buku 32 kepada buku jami’ fi tholabil ilmi karya gran sick isis abdulkadir bin abdulazis. dibuku tersebut anda akan menemukan pembahasan udzur kejahilan bagaimana ia menganggap itu khilaf dikalangan ulama sampaipun bagi para peminta minta kepada kuburan jika sipelaku ngaku islam, dan ia memilih menetapkan keislaman dengan dalih udzur, memvonis ulama lajnah daimah keliru fatal karena menghukumi musyrik tanpa memberi udzur (lihat bukunya mulai halaman 344). MEREKA SEKOLAM !!Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه الله Tanggal : 25 Maret 2020Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0zmqajFprkpY6JgKBBPPqeXDzuZWQmspijLvpsthwCTSXvPfSHWtyvYpvCwtaeMjol&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

MENGURAI BENANG MERAH kusud.dimaklumi disisi Ahlus Sunnah, kalo isis itu berpaham murji'ah dalam persoalan takfir musyrikin, bahkan akut layaknya ibnu jirjis, ibnu manshur dan ibrahim ruhaili, tak terkecuali syaikh ahmad al kuury al merutania yang beberapa hari ini jawabannya soal menyikapi covid menyebar didunia medsos orang ngaji negri ini.ahmad al kuury menulis buku fitnah demokrasi … Lanjutkan membaca MENGURAI BENANG MERAH kusud.dimaklumi disisi Ahlus Sunnah, kalo isis itu berpaham murji’ah dalam persoalan takfir musyrikin, bahkan akut layaknya ibnu jirjis, ibnu manshur dan ibrahim ruhaili, tak terkecuali syaikh ahmad al kuury al merutania yang beberapa hari ini jawabannya soal menyikapi covid menyebar didunia medsos orang ngaji negri ini.ahmad al kuury menulis buku fitnah demokrasi dan diawal awal buku tersebut ia meletakkan sub judul ke 4 membedakan antara takfir mutlak dan takfir mu’ayyan. tentu saja ia menerapkan pembedaan itu dalam semua kasus kekafiran termasuk syirik akbar, ga beda dengan kaum murji’ah akut kontemporer. perbuatannya syirik akbar atau kufur akbar, sedangkan pelakunya maka tidak divonis musyrik atau kafir kecuali sudah terpenuhi syarat syarat takfir dan terangkat darinya udzur. kalimat ulama sunnah yang ia comot kemudian ia korupsi sebagai pendukung paham murji’ahnyapun ga beda dengan yang dicomot dan dikorupsi oleh ruhaili.( lihat gambar halaman buku 32-33 ).dan tak ayal lagi isiser murji’ inipun menuliskan dan menetapkan udzur kejahilan bagi pelaku kesyirikan dan kekafiran. kalimat kalimat ulama yang ia comot untuk mendukung paham murjiahnya dalam pemberian udzur bil jahl bagi pelaku syirik akbar dan kufur akbar pun sama seperti yang dicomot ruhaili, sampai letak kelirunya dalam menisbatkan kalimat kepada ibnul arobi pun sama, karena yang benarnya itu bukan kalimat ibnul arobi tetapi kalimat qosimi pengulama jahm bin shofwan. (lihat gambar dari buku halaman 37-38).jika kaum murjiah akut kontemporer membedakan antara pelaku syirik akbar yang ngaku islam maka dikasih udzur, dengan yang non islam maka tidak dikasi udzur, isiser murji’ ahmad al kuury inipun menetapakannya dalam bukunya tsb (lihat halaman 37.)tapi, para fanatikus ibnu jirjis, ibnu manshur dan ibrahim ruhaili jangan keburu GR (Gede Rasa) karna bukan berarti syaikh ahmad al kuury isiser murji’ ini copas dari buku buku ruhaili sehingga satu paham, bukan, ia mengisyaratkan rujukannya difootnote halaman buku 32 kepada buku jami’ fi tholabil ilmi karya gran sick isis abdulkadir bin abdulazis. dibuku tersebut anda akan menemukan pembahasan udzur kejahilan bagaimana ia menganggap itu khilaf dikalangan ulama sampaipun bagi para peminta minta kepada kuburan jika sipelaku ngaku islam, dan ia memilih menetapkan keislaman dengan dalih udzur, memvonis ulama lajnah daimah keliru fatal karena menghukumi musyrik tanpa memberi udzur (lihat bukunya mulai halaman 344). MEREKA SEKOLAM !!Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه الله Tanggal : 25 Maret 2020Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0zmqajFprkpY6JgKBBPPqeXDzuZWQmspijLvpsthwCTSXvPfSHWtyvYpvCwtaeMjol&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

Penggembos semangat tak boleh ikut jihad.Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam kitab Raudhatu Ath-Thalibin jilid 10 hal. 240 ini:الْخَامِسَةُ: يَمْنَعُ الْمُخَذِّلَ مِنَ الْخُرُوجِ فِي الْجَيْشِ، فَإِنْ خَرَجَ، رَدَّهُ، فَلَوْ قَاتَلَ، لَمْ يَسْتَحِقَّ شَيْئًا، وَلَوْ قَتَلَ كَافِرًا، لَمْ يَسْتَحِقَّ سَلَبَهُ، وَالْمُخَذِّلُ مَنْ يُخَوِّفُ النَّاسَ، بِأَنْ يَقُولَ: عَدُوُّنَا كَثِيرٌ، وَخُيُولُنَا ضَعِيفَةٌ، وَلَا طَاقَةَ لَنَا بِهِمْ، وَنَحْوُ ذَلِكَ، وَفِي مَعْنَاهُ الْمُرْجِفُ وَالْخَائِنُ، فَالْمُرْجِفُ: مَنْ يُكْثِرُ الْأَرَاجِيفَ، بِأَنْ يَقُولَ: قُتِلَتْ سَرِيَّةُ كَذَا، أَوْ لَحِقَهُمْ مَدَدٌ لِلْعَدُوِّ مِنْ جِهَةِ كَذَا، أَوْ لَهُمْ كَمِينٌ فِي مَوْضِعِ كَذَا.”Kelima: Tidak boleh seorang mukhadzdzil untuk ikut perang bersama pasukan, kalau dia ikut harus ditolak dan disuruh pulang. Kalaupun dia ikut berperang maka tak mendapat apapun, bahkan andai dia membunuh seorang kafir maka dia tak berhak mendapatkan salabnya.Mukhadzdzil adalah yang suka menakut-nakuti orang misalnya dengan mengatakan “musuh kita terlalu banyak SEMENTARA KITA LEMAH dan kita tak mampu melawan mereka.” Atau dgn kalimat semisal itu.Sama dengan ini adalah murjif dan pengkhianat.Murjif adalah orang yg sering ketakutan misalnya dgn mengatakan, pasukan teman kita telah habis dibantai musuh, atau mengatakan, “Eh musuh dapat bantuan banyak lho dari anu dan anu”, atau mengatakan “Mereka punya pasukan besar pengintai di sini dan situ”Selesai dari An-Nawawi.===================Inilah para ulama telah memberikan penilaian kepada typikal orang yang kadang ada di barisan kaum muslimin bahwa para pecundang seperti ini memang tak boleh diikutkan dalam barisan baik mujahid fisik maupun maknawi, karena hanya akan melemahkan teman-temannya yg sedang berjuang.Itulah mengapa saya jarang atau menghindari penampakan korban dari pihak kita, karena sedikit banyak itu mempengaruhi psikologis kita yg sedang berjihad sehingga terbetik untuk menyerah saja.Oleh : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 4 November 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0PGu7qtXcXQwa9XudQEoM8MwVnhfDZ4v9TLNihZvVAxttDNyQVPQdBpsdhoG19SBWl&id=100008323988274&mibextid=Nif5oz

Penggembos semangat tak boleh ikut jihad.Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam kitab Raudhatu Ath-Thalibin jilid 10 hal. 240 ini:الْخَامِسَةُ: يَمْنَعُ الْمُخَذِّلَ مِنَ الْخُرُوجِ فِي الْجَيْشِ، فَإِنْ خَرَجَ، رَدَّهُ، فَلَوْ قَاتَلَ، لَمْ يَسْتَحِقَّ شَيْئًا، وَلَوْ قَتَلَ كَافِرًا، لَمْ يَسْتَحِقَّ سَلَبَهُ، وَالْمُخَذِّلُ مَنْ يُخَوِّفُ النَّاسَ، بِأَنْ يَقُولَ: عَدُوُّنَا كَثِيرٌ، وَخُيُولُنَا ضَعِيفَةٌ، وَلَا طَاقَةَ لَنَا بِهِمْ، وَنَحْوُ ذَلِكَ، وَفِي مَعْنَاهُ … Lanjutkan membaca Penggembos semangat tak boleh ikut jihad.Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam kitab Raudhatu Ath-Thalibin jilid 10 hal. 240 ini:الْخَامِسَةُ: يَمْنَعُ الْمُخَذِّلَ مِنَ الْخُرُوجِ فِي الْجَيْشِ، فَإِنْ خَرَجَ، رَدَّهُ، فَلَوْ قَاتَلَ، لَمْ يَسْتَحِقَّ شَيْئًا، وَلَوْ قَتَلَ كَافِرًا، لَمْ يَسْتَحِقَّ سَلَبَهُ، وَالْمُخَذِّلُ مَنْ يُخَوِّفُ النَّاسَ، بِأَنْ يَقُولَ: عَدُوُّنَا كَثِيرٌ، وَخُيُولُنَا ضَعِيفَةٌ، وَلَا طَاقَةَ لَنَا بِهِمْ، وَنَحْوُ ذَلِكَ، وَفِي مَعْنَاهُ الْمُرْجِفُ وَالْخَائِنُ، فَالْمُرْجِفُ: مَنْ يُكْثِرُ الْأَرَاجِيفَ، بِأَنْ يَقُولَ: قُتِلَتْ سَرِيَّةُ كَذَا، أَوْ لَحِقَهُمْ مَدَدٌ لِلْعَدُوِّ مِنْ جِهَةِ كَذَا، أَوْ لَهُمْ كَمِينٌ فِي مَوْضِعِ كَذَا.”Kelima: Tidak boleh seorang mukhadzdzil untuk ikut perang bersama pasukan, kalau dia ikut harus ditolak dan disuruh pulang. Kalaupun dia ikut berperang maka tak mendapat apapun, bahkan andai dia membunuh seorang kafir maka dia tak berhak mendapatkan salabnya.Mukhadzdzil adalah yang suka menakut-nakuti orang misalnya dengan mengatakan “musuh kita terlalu banyak SEMENTARA KITA LEMAH dan kita tak mampu melawan mereka.” Atau dgn kalimat semisal itu.Sama dengan ini adalah murjif dan pengkhianat.Murjif adalah orang yg sering ketakutan misalnya dgn mengatakan, pasukan teman kita telah habis dibantai musuh, atau mengatakan, “Eh musuh dapat bantuan banyak lho dari anu dan anu”, atau mengatakan “Mereka punya pasukan besar pengintai di sini dan situ”Selesai dari An-Nawawi.===================Inilah para ulama telah memberikan penilaian kepada typikal orang yang kadang ada di barisan kaum muslimin bahwa para pecundang seperti ini memang tak boleh diikutkan dalam barisan baik mujahid fisik maupun maknawi, karena hanya akan melemahkan teman-temannya yg sedang berjuang.Itulah mengapa saya jarang atau menghindari penampakan korban dari pihak kita, karena sedikit banyak itu mempengaruhi psikologis kita yg sedang berjihad sehingga terbetik untuk menyerah saja.Oleh : Ustadz Anshari Taslim وفقه اللهTanggal : 4 November 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0PGu7qtXcXQwa9XudQEoM8MwVnhfDZ4v9TLNihZvVAxttDNyQVPQdBpsdhoG19SBWl&id=100008323988274&mibextid=Nif5oz

kerusakan yang dilakukan zionis dan #houti yaman terhadap umat Islam.> sionis membantai lebih dari 18.412 nyawa warga Islam G4 Z4. > houti membantai lebih dari 300.000 nyawa warga islam yaman. > sionis menghancurkan 196 masjid G4 Z4.> houti menghancurkan 299 masjid yaman. belum termasuk ratusan rudal & dron yang mereka tembakkan ke bilādil haramain dan kiblat umat. smuuaa masih berlanjut dan kamu percaya rāfidhah terutama houti adalah pasukan pembebas aqsha ??!.Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 13 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1637187320147439&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

kerusakan yang dilakukan zionis dan #houti yaman terhadap umat Islam.> sionis membantai lebih dari 18.412 nyawa warga Islam G4 Z4. > houti membantai lebih dari 300.000 nyawa warga islam yaman. > sionis menghancurkan 196 masjid G4 Z4.> houti menghancurkan 299 masjid yaman. belum termasuk ratusan rudal & dron yang mereka tembakkan ke bilādil haramain dan … Lanjutkan membaca kerusakan yang dilakukan zionis dan #houti yaman terhadap umat Islam.> sionis membantai lebih dari 18.412 nyawa warga Islam G4 Z4. > houti membantai lebih dari 300.000 nyawa warga islam yaman. > sionis menghancurkan 196 masjid G4 Z4.> houti menghancurkan 299 masjid yaman. belum termasuk ratusan rudal & dron yang mereka tembakkan ke bilādil haramain dan kiblat umat. smuuaa masih berlanjut dan kamu percaya rāfidhah terutama houti adalah pasukan pembebas aqsha ??!.Dinukil dari : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 13 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1637187320147439&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz

Jangan takut menjadi sunny salafy yang kembali kepada fiqih para imam salaf terdahulu (madzhab). Sejak dahulu ulama bermadzhab, lihatlah An-Nawawi, Ibnu Abdul Barr, Ibnu Abil ‘Izz, Ibnu Rajab, Ibnu Hajar, As-Sakhawi beserta jutaan kaum muslimin saat itu yang bermadzhab. Kembali ke masa silam dalam agama adalah kemajuan dalam beragama. Adapun dalam urusan dunia kembali ke masa silam itulah kemunduran.Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 24 November 2018Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0NH8G2yMXu2hosSeZbGHyYdwEMh5pX8bmxNi6CWmXqQm6qmP6QHdnNSU7ATqv2LzGl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Jangan takut menjadi sunny salafy yang kembali kepada fiqih para imam salaf terdahulu (madzhab). Sejak dahulu ulama bermadzhab, lihatlah An-Nawawi, Ibnu Abdul Barr, Ibnu Abil 'Izz, Ibnu Rajab, Ibnu Hajar, As-Sakhawi beserta jutaan kaum muslimin saat itu yang bermadzhab. Kembali ke masa silam dalam agama adalah kemajuan dalam beragama. Adapun dalam urusan dunia kembali ke … Lanjutkan membaca Jangan takut menjadi sunny salafy yang kembali kepada fiqih para imam salaf terdahulu (madzhab). Sejak dahulu ulama bermadzhab, lihatlah An-Nawawi, Ibnu Abdul Barr, Ibnu Abil ‘Izz, Ibnu Rajab, Ibnu Hajar, As-Sakhawi beserta jutaan kaum muslimin saat itu yang bermadzhab. Kembali ke masa silam dalam agama adalah kemajuan dalam beragama. Adapun dalam urusan dunia kembali ke masa silam itulah kemunduran.Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 24 November 2018Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0NH8G2yMXu2hosSeZbGHyYdwEMh5pX8bmxNi6CWmXqQm6qmP6QHdnNSU7ATqv2LzGl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Mereka menyangka beragama mengikuti sunnah adalah kemunduran, padahal hanya dengannyalah diraih kejayaan dan kebahagiaanOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 21 November 2017Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ixuexiWgodf7onCqgP2Kh6tpCfEyZRnGzFtYaNye7of3obMeV8EkiCZUze9qGg2gl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Mereka menyangka beragama mengikuti sunnah adalah kemunduran, padahal hanya dengannyalah diraih kejayaan dan kebahagiaanOleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 21 November 2017Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ixuexiWgodf7onCqgP2Kh6tpCfEyZRnGzFtYaNye7of3obMeV8EkiCZUze9qGg2gl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz