Penting !
——–
Dalam kitab-kitab fiqih madzhab Syafi’i apabila disebutkan lafazh “Al-Imam”, maka yang dimaksud dengannya ialah Imamul Haramain Abul Ma’ali Al-Juwaini. Bukan Al-Imam Asy-Syafi’i Muhammad bin Idris.
Kemudian apabila An-Nawawi atau lainnya menyebutkan lafazh “Ashab” atau “Ashhabuna”, maka biasanya yang dimaksud dengannya ialah Ashabul Awjuh. Mereka ialah para kibar Madzhab Syafi’i yang hidup sebelum tahun 400 H. Jadi yang dimaksud oleh An-Nawawi dengan “ashhabuna” bukanlah rekan-rekanya An-Nawawi.
Kemudian apabila ulama madzhab Syafi’i menyebutkan didalam kitab fiqih “Asy-Syarih” atau “Asy-Syarih Al-Muhaqqiq” yang dimaksud dengan kalimat tersebut ialah Al-‘Allamah Jalaluddin Al-Mahalli, bukan pensyarah kitab atau pentahqiq kitab.
Tadi mendengarkan rekaman ceramah dauroh fiqih salah seorang ustadz, beliau sepertinya keliru memahami istilah dalam madzhab Syafi’i. Hafizhahullah
Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه الله
Tanggal : 27 Agustus 2018
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=536716426782340&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz